Listen my heart (the rose flowers after story) part 1

Author : kikyuzaraaa Cast : Goo Hara, Kim so eun, Choi Minho, Lee Donghae Genre : romance

minho, hara

Fanfic ini adalah after story dari the rose flowers .sebelum baca ff ini, aku saranin baca cerita the rose flowers dulu. Happy reading ^^

-goo hara pov-

Kulangkahkan kakiku kepertokoan yang ramai lalu aku masuk kedalam sebuah cafe yg berada ditengah2 pertokoan itu.

“Hara!”. Seorang gadis pelayan menyambutku. Ia langsung memelukku saat melihatku datang. “apa kabar?? Sungguh aku sangat khawatir padamu”. Kata gadis manis itu.

“so eun, aku kangen padamu”. Aku memeluk gadis bernama so eun itu erat. Aku tahu ia sangat khawatir padaku. Ia tidak henti2nya mengirimiku email selama aku berada dijepang. So eun pasti berpikir aku akan melukai diriku sendiri, karna ia tahu aku masih sangat sedih setelah kehilangan pacarku yang baru saja meninggal.

“aku senang bisa melihatmu lagi hara. Aku pikirr..”. So eun tidak melanjutkan kalimatnya.

“aku sudah tidak apa2. Aku sudah bisa menerima kepergian jinki oppa. Kau jangan khawatir”. Kataku sambil menepuk bahunya.

“sukurlah, aku benar2 senang mendengarnya!”. So eun tersenyum padaku. ia benar2 gadis yang baik, selalu peduli pada semua orang.

“so eun, apakah disini ada lowongan pekerjaan?”. Tanyaku, membuat so eun menatapku bingung.”aku ingin bekerja disini”.

“mwo?? apa aku tidak salah dengar??”.

“aku ingin punya kegiatan agar aku tidak terus ingat pada jinki oppa”. Kataku serius.

“tapi bagaimana dengan kuliahmu?”.

“aku bisa mengatur waktu, disini menerima pegawai part time kan?”. “hmmp,baiklah ku tanya pada pemilik cafe dulu . mungkin besok baru aja jawaban”. Kata so eun. Aku mengangguk dengan semangat. “gumawo”. Kataku sambil tersenyum.

*seminggu kemudian*

-choi minho pov-

Lagi2 tugas kuliahku menumpuk. kulangkahkan kakiku dengan berat menuju perpustakaan kota seoul. Benar2 kegiatan yang membosankan, harus menghabiskan akhir pekan didalam perpustakaan dengan setumpuk tugas.

“ada yang bisa kubantu?”. Seorang petugas perpustakaan datang menghampiriku. Mungkin aku sekarang terlihat seperti kutu buku bodoh dengan setumpuk buku ditanganku.

“oh, annio”. Kataku padanya. Segera aku menjauhi petugas perpustakaan itu, aku mencari tempat yang nyaman untuk menyelesaikan tugasku. Perpustakaan hari ini cukup sepi. Bagaimana tidak, sekarang adalah akhir pekan.berakhir pekan diperpustakaan bukanlah hal yang menarik bagi kebanyakan orang.

“huh! Ini tinggi sekali!”. Kudengar suara seorang gadis dari arah belakangku. aku mencari sumber suara itu. ternyata suara itu berasal dari seorang gadis yang sedang berjinjit diantara rak2 buku yang tinggi, ia terlihat kesulitan menggapai buku yang letaknya dibagian atas rak karena tubuhnya kecil dan tidak terlalu tinggi. aku menghampiri gadis itu, mengambil buku yang sedari tadi berusaha ia gapai, lalu memberikan buku itu pada gadis berbadan mungil itu.

“gumawo”. Katanya pelan. aku tersenyum sebagai jawaban. Wajah gadis itu sangat cantik, rambutnya panjang dan lurus, pakaiannya rapih dan modern. “kau bisa pakai tangga disana kalau kau mau”. Kataku sambil menunjuk tangga yang biasa dipakai petugas perpustakaan untuk mengambil buku yang terletak dibagian rak atas. gadis itu tersipu malu padaku sambil berguman pada dirinya sendiri.

“oh, ngomong2 namaku choi minho”. Kataku sambil mengulurkan tangan.

“Goo Hara”. Katanya sambil tersenyum manis dan menyambut uluran tanganku. “aku permisi dulu”. Katanya, lalu ia pergi. Sebelum menghilang diantara rak2 buku ia sempat menoleh kearahku, dan tersenyum lagi. Dia benar2 cantik sekali.

-goo hara-

“apa2an tadi?? Kenapa denganku? Kenapa aku meladeni pemuda yang mengajakku berkenalan tadi. jinki oppa maafkan aku, kau pasti cemburu.”. Kataku pada diriku sendiri.

“hara, gwaechana?”. So eun tiba2 muncul dari belakangku.

“kau mengagetkanku!”.

“kau kenapa? Tadi bicara dengan siapa?”. So eun menatapku curiga.

“hah? annio! Aku sedang bernyanyi2 tadi”. Kataku mengelak.

“kukira kau..”.

“ah, aku lupa belum menyiapkan pesanan meja nomer 5. Sebentar ya!”. Aku berjalan cepat meninggalkan so eun. Hari ini adalah hari ke 5 aku bekerja dicafe. Setelah dari kuliah aku langsung kemari. Kadang aku baru pulang ke rumah larut malam. Aku juga masih harus mengerjakan tugas kuliahku, terkadang aku mampir keperpustakaan untuk meminjam buku yang bisa membantuku mengerjakan tugas kuliah. Tapi itu tidak masalah, semua kesibukanku itu membuatku lupa pada kesedihanku karna kehilangan jinki oppa.

“oppa! Aku sekarang jadi wanita yang tegar!”. Kataku pada diriku sendiri. Kadang aku memang sering berbicara sendiri, seakan2 berbicara dengan jinki oppa. Aku sadar orang2 menganggapku aneh, tp aku tidak peduli. Itulah caraku agar tetap dekat dengan jinki oppa.

—–

“kau tidak makan malam?”. Tanya so eun padaku saat aku bersiap2 pulang setelah selesai membersihkan cafe.

“aku sedang diet!”. Kataku sambil tersenyum padanya.

“badanmu sudah kurus begitu, mau dibuat kurus seperti apalagi?”. Kata so eun, ia menatapku aneh.

“jinki oppa tidak suka melihatku gemuk”. Kataku. raut wajah So eun berubah saat aku menyebut nama jinki oppa.

“hara..”.

“aku tahu! Jinki oppa sudah tidak ada”. Kataku sambil memaksakan senyuman.”aku selalu teringat kata2nya. Semuanya sulit dilupakan”. Kataku pelan. so eun memelukku, dan entah mengapa aku malah menangis dalam pelukannya. Ternyata aku masih cengeng, aku belum bisa jadi gadis yang tegar.

-choi minho pov-

Gadis itu .. Dimanakah dia? Mengapa aku jadi selalu memikirkannya. Lagi2 aku teringat padanya.

“ya! Choi minho! Kau dengar aku tidak??”. Donghae hyung menepuk pundakku. Tadi aku sedang mendengarkannya bercerita tentang sidang skripsinya.

“ah, tentu saja aku dengar. Kau hebat hyung!”. Kataku asal sambil tersenyum.

“apanya yang hebat?aku tadi tanya kapan umma dan appa pulang.” .ia terlihat agak kesal padaku.

“oh.. Kau bertanya padaku ya?hmmp besok mereka pulang”. Kataku benar2 seperti orang tolol.

“kau kenapa sih? Ada yang tidak beres dengan otakmu ya?”. Donghae hyung menatapku menyelidik.

“ahh.. Annio”. Kataku sambil tersenyum lebar dan menghindari tatapan donghae hyung.

“apa kau sedang jatuh cinta?”. Tanyanya curiga.

“masa aku jatuh cinta sih pada gadis itu??”.kataku keceplosan.

“gadis itu?? Gadis siapa? Ayo katakan pada kakakmu!”. Donghae hyung menggodaku.

“ahh.. Anni! Hyung sudahlah jangan menatapku begitu!”. Aku mengomel karna donghae hyung terus menatapku seakan2 aku telah berbuat kesalahan padanya. “adikku ternyata sedang jatuh cinta. Haha..”. ia tertawa melihat tampangku yg cemberut.

—–

Hari ini panas sekali. sepulang kuliah dengan keringat bercucuran dikeningku, kulangkahkan kakiku menuju cafe yang letaknya tidak jauh dari kampusku. Sepertinya mendinginkan diri didalam cafe adalah ide bagus. Karena begitu aku masuk, suasana didalam sangat nyaman dan tidak telalu ramai.

“annyeong, mau pesan apa?”. Seorang pelayan menyodorkan daftar menu padaku. Aku menerimanya, tanpa menengok kewajah pelayan itu.

“hmmp,ice vanila latte”. Kataku padanya setelah membaca menu yg tertera disana.

“oke, mohon ditunggu sebentar”. Kata pelayan itu ramah.lalu pergi. Aku baru menyadari sesuatu, aku mengenal suara lembut pelayan itu. Tapi saat aku mencari sosok pelayan itu, ia sudah menghilang. Aku yakin ia akan muncul lagi membawakan pesananku, jadi aku menunggunya. Karena aku yakin suara gadis itu, adalah suara gadis yg pernah kutemui diperpustakaan.

“silakan, ini pesanannya”. Seorang gadis membawakan pesananku, wajahnya manis, tapi dia bukan gadis diperpustakaan. Apakah aku tadi hanya salah mendengar? Atau hanya hayalanku saja yg seakan2 mendengar suara gadis diperpustakaan itu.

“oh, gumawo”. Kataku sambil tersenyum pada pelayan yg mengantar minumanku. Lalu pelayan itu pamit pergi.

“ahh, masa bodohlah! Mungkin aku salah dengar”. Gumamku pada diri sendiri, karena aku masih terus memikirkan gadis diperpustakaan itu. Setelah menghabiskan minumanku dan sudah merasa kembali segar.Aku membayar minumanku, lalu melangkah keluar dari cafe. Saat itu pandanganku menangkap sosok mungil yang sedang mengelap meja disudut cafe. Gadis itu… Aku segera menghampirinya.

“ukh, jinki oppa aku benar2 cape sekali hari ini. Tapi aku harus tetap semangat!”. Gadis itu sepertinya sedang berbicara ditelepon. Tapi setelah kuperhatikan, ia tidak memegang handphone.

“ehemm”. Aku berdehem. Membuat gadis itu kaget, lalu melihat kearahku. “kau??”. Tanyanya heran

“hallo, kau goo hara kan?”. Kataku sambil tersenyum. Gadis itu menatapku, lalu ia menunduk.

“aku permisi dulu”. Katanya, lalu ia berjalan melewatiku dengan wajah menunduk. Dan entah mengapa saat itu spontan tanganku menarik tangannya agar ia tidak pergi.

“aku ingin ngobrol denganmu sebentar saja. Boleh kan?”. Tanyaku.

Gadis itu melirik kearah tangannya yang kupegang. Dengan segera aku melepaskan pegangan tanganku.

“maaf, aku sibuk”. Katanya pelan, ia terlihat tidak nyaman bicara denganku.

“kalau begitu, bolehkah aku menjemputmu? Kau pulang jam berapa?”. Tanyaku, aku tidak boleh melepaskan kesempatan ini begitu saja.

“tidak usah, terima kasih”. Katanya sambil menunduk. Ia sama sekali tidak menatapku.

“kalau begitu aku akan tetap menunggumu sampai pulang”. Kataku memaksa. Gadis itu tidak mengatakan apa2 ia berbalik, pergi meninggalkanku. —– _ToBeContinue_

Please leave your comment ^^

my namja chingu

 

author : kikyuzaraaa

Cast : choi hye ri, Lee Donghae

genre : romance

ratting : PG

 

-hye ri pov-

Hye ri chagiya, mianhae aku tidak bisa keluar sekarang. Aku akan titipkan kado ulang tahunmu pada onew. Jangan marah ya 🙂

Aku menghela nafas kesal membaca sms dari Lee Donghae, namja chinguku. Ia adalah seorang anggota boy band super junior yang sedang naik daun. hampir setiap hari ia tidak punya waktu untukku.

Hari ini ia menyuruhku datang ke gedung SM, tempat dimana ia latihan untuk konser. Tapi begitu aku sampai disini ia malah mengirimiku sms bahwa ia tidak bisa keluar menemuiku, padahal hari ini adalah hari ulang tahunku.

“annyeong, apakah kau choi hye ri?”. Seseorang menepuk pundakku. Aku berbalik, mendapati onew SHINee sedang menatapku.

“iya”. jawabku singkat. Onew menyerahkan kotak besar berpita merah muda kepadaku.

“donghae hyung sibuk, ia tidak bisa keluar dari tempat latihan”. Katanya ramah.

“hmmp, gumawo. Maaf jadi merepotkanmu”. Kataku sambil tersenyum.

“annio, santai saja”. ia tersenyum padaku. “aku permisi dulu”. katanya, lalu ia masuk lagi ke dalam gedung SM.

-lee donghae pov-

Sepertinya hye ri marah padaku. Ia tidak membalas smsku dan tidak mengangkat teleponku.

“hyung, kenapa sih mukamu masam begitu?”. Kyuhyun yg duduk disampingku dengan PSP ditangannya memperhatikanku dengan rasa ingin tahunya.

“anni..gwaechana!” .kataku, malas bercerita padanya.

—–

malamnya kuputuskan pergi ke rumah hye ri, meskipun hari ini aku lelah sekali tapi demi menyelesaikan masalahku dengan hye ri aku menahan rasa lelahku.

Kuketuk pintu rumah hye ri. Tidak ada jawaban dari dalam.

“hye ri chagiya.. Ini aku”. Kataku sambil terus mengetuk. Aku yakin hye ri ada didalam. Ia bukan tipe wanita yg sering keluar malam.

Hye ri tidak membukakan pintu, mungkin kali ini ia benar2 marah padaku.

Aku sadar aku sangat keterlaluan padanya. Tadi pagi aku menyuruhnya datang ke gedung SM ent, awalnya aku ingin mengajaknya makan siang setelah latihan, tapi ternyata kami disuruh latihan sampai sore dan dilarang keluar dari ruang latihan sampai latihan selesai, jadi dengan terpaksa aku menyuruh onew mengantarkan kado yg tadinya mau kuberikan langsung pada hye ri.

Hye ri pasti menganggapku tidak peduli pada ulang tahunnya. Padahal aku sangat ingin merayakan ulang tahun nya.

“hye ri, aku tahu kau mendengarku. Mianhae chagiya.. Kumohon jangan marah. Aku ingin bertemu denganmu”.

—–

-hye ri pov-

“hye ri, aku tahu kau mendengarku. Mianhae chagiya.. Kumohon jangan marah. Aku ingin bertemu denganmu”.

Aku mendengar donghae oppa berbicara dibalik pintu, ia terus mengetuk pintu rumahku.

“mianhae, aku sedang tidak ingin bertemu denganmu oppa”. Kataku dalam hati.aku sebenarnya masih kesal dengan donghae oppa karena perbuatannya tadi pagi. Aku kecewa padanya, ia seakan2 tidak peduli dengan ulang tahunku.

lama suara ketukan diluar sudah tidak terdengar, sepertinya donghae oppa sudah pulang.

aku ingin pergi tidur, tapi handphoneku terus berdering.

Teukie oppa calling

Aku menatap layar handphoneku heran, tidak biasanya teukie oppa menelponku, apalagi sekarang sudah malam.

“yeobosseo”. Aku mengangkat telponnya.

“hye ri!!!”. Teukie oppa agak berteriak. “akhirnya kau mengangkat telponku. Apa kau sedang bersama donghae?”.

“annio oppa, aku tidak bersama donghae oppa”. Kataku pelan, hatiku agak tidak tenang mendengar teukie oppa yg sepertinya sangat khawatir.

“lalu dimana dia sekarang??? Oh tuhan! Ini sudah malam”. Katanya terdengar sangat cemas.

“tadi dia kesini, tapi sepertinya sudah pulang”. Kataku berusaha tetap tenang. Mungkin donghae oppa masih dijalan, jarak dari rumahku ke dorm suju memang lumayan jauh. Tapi kalau dipikir2 seharusnya donghae oppa sekarang sudah sampai.

“donghae tidak mengangkat teleponku. Ada apa dengan dia??”.

“aku..”. ucapanku terpotong oleh suara gaduh diluar.

“HYE RI.. Ada orang pingsan didepan rumahmu!”. Seseorang berteriak dari luar.

Pikiranku langsung melayang ke donghae oppa, mungkinkah itu dia. Aku segera berlari keluar rumah. Dan ternyata benar, donghae oppa pingsan didepan rumahku.

Para tetanggaku membawanya masuk ke dalam rumahku.

“gumawo”. Kataku pada mereka.”biar sekarang aku atasi sendiri. Temanku ini hanya pingsan”. aku berusaha menyuruh mereka pulang sebelum mereka sadar bahwa laki2 yang pingsan ini adalah DONGHAE SUPER JUNIOR.

“kau yakin tidak ingin membawanya kerumah sakit?”. Tanya salah seorang tetanggaku.

“biarkan dia disini dulu”. Kataku. Bisa repot nanti kalau mereka membawa donghae oppa ke rumah sakit

Setelah yakin aku bisa mengurus sendiri, para tetanggakupun akhirnya pulang.

Aku menaruh telapak tanganku kedahi donghae oppa, dahinya panas sekali, ia demam. Segera aku mengompresnya.

“oppa, gwaechana?”. Kataku saat ia terlihat mulai membuka matanya.

“hye rin-aah, saranghaeyo. Aku cape sekali,tolong aku!!”. Donghae oppa mulai berkata yg tidak2, sepertinya ia tidak sepenuhnya sadar.

“tidurlah oppa, kau perlu istirahat”. Kataku sambil membelai rambutnya dengan lembut.

Aku menelpon teukie oppa. Ia dan rombongan anak super junior segera datang kerumahku. Untungnya hari sudah malam, jadi para tetanggaku tidak ada yg tau kedatangan mereka.

“donghae hyung sangat cemas saat kau marah tadi siang”. Kata kyuhyun. Kami sedang duduk berkumpul diruang tengah rumahku yang sempit sementara hyukie oppa menemani donghae oppa dikamar, kami saling duduk berdempetan, aku jadi merasa tidak enak pd mereka.

“hye ri, bolehkah aku minta tolong padamu? Karena untuk hal yg satu ini aku hanya bisa mengandalkanmu”. Kata teukie oppa, ia menatapku tajam.

“minta tolong apa oppa?”. Kataku pelan.

“tolong jaga donghae, ia hanya menuruti kata2mu. Donghae sering lupa makan, lupa meminum vitaminnya, dan ia tidak menjaga kesehatannya. Aku yakin jika kau yang menyuruhnya menjaga kesehatan, ia pasti menurut”.

“kenapa aku?”. Tanyaku tidak mengerti. Bukankah SUJU punya dokter gizi yg mengatur pola hidup mereka.

“karena dia mencintaimu, dia hanya mendengarkanmu”. Kali ini bukan teukie oppa yg menjawab, melainkan siwon oppa.

“aku mengerti oppa. Mulai sekarang aku akan menjaga donghae oppa”. Kataku pada mereka semua.

member super junior sudah pamit pulang. Mereka membiarkan donghae oppa menginap dirumahku.

Aku sedang menyelimuti tubuh donghae oppa, saat tiba2 tangannya memegang tanganku.

“mianhae”. Bisiknya, matanya masih terpejam.”aku selalu menyakitimu. Kau pasti benci sekali padaku”.

“oppa..”. Aku menggenggam tangannya. “saranghae..”.

Donghae oppa membuka matanya sedikit.

“na do chagiya”. Katanya sambil tersenyum. Ia lalu menarikku dalam pelukannya.

“oppa kau harus janji satu hal padaku”. Kataku ditelinganya.

“apa?”

“kau harus menjaga dirimu, menjaga kesehatanmu, jangan buat aku menangis karena mengkhawatirkanmu”.

Donghae oppa menatap mataku tajam.

“hye ri-aah aku berjanji”. Katanya sambil tersenyum. “tapi kau juga harus janji satu hal padaku”.

“apa itu?”.

“jangan pernah berhenti mencintaiku. Karena jika itu terjadi aku tidak tahu akan jadi apa hidupku nanti”. Katanya serius.

aku menarik jari kelingking tangan kanannya, mentautkan jari kelingkingnya dengan jari kelingkingku.

“aku janji!”. Kataku. Donghae oppa mengeratkan pelukannya, lalu dengan pelan ia mengecup bibirku.

_end_

Das fanfic fuer meine eonnie, Choi hye ri ^^

Happy reading..

Dont be silent reader.!!