Two different

Author : kikyuzaraaa

Cast : Nicole Jung/Jung Young Joo(Nicole korean name), Kim Key Bum, Mir, Nam Woohyun,Son DongWoon, Choi Minho

Genre : romance, family, tragedy

”aku mengenal mata di balik topeng itu. Aku mengenal tatapannya, tatapan gadis yang paling berarti dihidupku. Tapi tidak mungkin dia, tidak mungkin dia ingin membunuhku!”

******

Seorang gadis berambut pendek berjalan memasuki sebuah ruangan. Ruangan ini terasa pengap karena terlalu lama tak terurus. Gadis itu membuka setiap laci, mencari sesuatu untuk meyakinkan hatinya. Sampai akhirnya ia menemukan apa yang ia cari. Buku harian ayahnya.

Gadis itu menatap buku tersebut sedih. Menguatkan hatinya untuk membaca apa yang tertulis didalamnya. Dan benar saja setelah membaca beberapa halaman buku tersebut, kecurigaannya selama ini benar. Ayahnya telah dicurangi sampai akhirnya ia memutuskan bunuh diri.

”siapapun orangnya akan kubalas dendam ayahku!!!”. Katanya dengan suara bergetar menahan amarah.

******

”two point!”.

”ya Nam Woohyun! Itu curang kau merebut bolaku saat aku tidak siap!”.

”ah Mir, sudahlah akui kekalahanmu. Kita menang”. Pemuda bernama woohyun berhigh five dengan teman setimnya, Son Dongwoon.

”sudah kukatakan itu tidak benar! Kau curang! Lagipula aku sendirian dan kalian berdua, tidak seimbang!”.

”siapa suruh Kibum tidak datang”. Dong woon tertawa melihat wajah sahabatnya memerah. Mir memang tidak pernah mau kalah meskipun hanya dalam permainan bola basket.

”ada yang menyebut namaku??”.

Mereka bertiga menengok ke arah si pendatang baru.

”ya Key kau kemana saja?”. Tanya Mir tidak bisa menahan kekesalannya. ”kita kalah karena kau tidak datang”.

”sekali-kali kalah tidak apa-apa kan?”. Key tertawa, itu membuat Mir semakin kesal.

”lain kali jangan harap aku mau setim lagi denganmu!”.

”issh kau ngambek? Jangan begitu dong baby”. Key mengelus kepala Mir, membuat Mir jijik dan menghindarinya.

”oke oke.. Aku mengaku salah. Mianhae..”. Kata Key akhirnya. Ia merasa sudah cukup melihat kekesalan Mir. ”aku punya kabar gembira!!”. Key berusaha mengalihkan pembicaraan.

”apa?”. Kata Dongwoon dan Woohyun serempak.

”pacarku tersayang akan segera kembali ke Korea!”.

”Young Joo kembali ke korea? Kau serius?”. Mir membelalakan matanya tidak percaya. Mir dan Young Joo memang dekat. Young Joo selain pacar Key, ia juga adalah sahabat Mir, Dongwoon, dan Woohyun. Setahun yang lalu Young Joo mendapatkan beasiswa untuk sekolah di Amerika. Mir senang mendengar bahwa Young Joo akan kembali ke korea.

”tapi ia tidak benar-benar kembali. Maksudku.. Ia hanya berlibur di korea”.

”kapan??”. Woohyun terlihat tidak sabar.

”sore ini!”.

Ke empat pemuda itu terlihat bersemangat menyambut kedatangan Young Joo. Meskipun Young Joo sekarang adalah kekasih Key, tapi mereka masih sangat menyayanginya sebagai seorang sahabat.

*****

”Nicole-ssi, ini informasi yang kau minta kemarin”.

Gadis berambut pendek yang dipanggil Nicole itu tersenyum, bukan senyuman ramah melainkan senyuman penuh dendam.

”kerjamu cukup sampai disini”. Katanya pada detektif sewaanya itu.

Setelah detektif itu pergi, Nicole membuka berkas yang diberikan detektif itu.

”Mr kim, aku tidak akan membunuhmu seperti kau membunuh ayahku. Tapi aku akan membunuh anak kesayanganmu, biar kau merasakan kehilangan yang kurasakan”. Nicole tersenyum bengis.

Berkas ditangannya menampakan sebuah foto seorang pemuda yang dibawahnya tertulis nama ‘kim Kibum’

******

”Young Joo!”. Woohyun dan 3 pemuda lainnya berlari kecil menghampiri gadis yang baru saja keluar dari bandara. Gadis berambut panjang itu tersenyum melihat keempat pemuda yang menyambutnya.

”hei honey!”. Young Joo menyapa sang pacar terlebih dahulu dan memberikan pelukan singkat.

”kenapa cuma Key?”. Mir memasang wajah cemburu.

”kau mau juga?”.

”ya! Andwae! Jangan seenaknya memeluk pacarku!”. Key memelototi Mir.

”welcome back Young Joo”. Woohyun tersenyum.

”gumawo”.

”issh apa kau melupakanku?”.

”oh, tentu saja tidak Dongwoonie!”.

”sudah kangen-kangenan nya nanti saja. Sekarang lebih baik kita pulang. Young joo juga pasti lelah”.

”ya dasar! Bilang saja kau ingin bermesraan dengannya berdua”. Protes Mir.

Key menepak kepala Mir, ”dasar Kau!” .

Mereka berlima tidak menyadari bahwa dari kejauhan seorang gadis mengamati mereka. Gadis itu menatap mereka penuh kebencian. Ia benci melihat senyuman mereka.

”enak saja, setelah apa yang ayahmu perbuat kepada ayahku kau masih bisa tersenyum seperti itu KiBum!!”.

*****

”saengil chukae!”.

”ya young joo, siapa yang berulang tahun?”.

”aku melewatkan ulang tahunmu bulan kemarin. Jadi kurayakan ulang tahunmu hari ini”.

”issh kau ini!”.

”young joo, kau melupakan sesuatu, tidak ada soju disini”.

”kenapa aku bisa lupa!”

”Mir tolong belikan soju!”.

”enak saja mengapa tidak kau yang beli?”.

”oh baiklah, siapa yang mau menemaniku? ini sudah malam, aku tidak berani pergi sendiri ”.

”biar aku saja yang menemani Dongwoon”.

”tapi ini pestamu key, kau tidak bisa pergi”.

”sebentar saja honey”.

Nicole tersenyum mendengar percakapan dari dalam rumah itu. Incarannya akan masuk kedalam perangkapnya.

”seharusnya kau lebih berhati-hati KiBum”.

Key dan Dongwoon berjalan menyusuri jalan setapak yang sepi. Sudah lewat tengah malam, jelas jalanan sangat sepi.

Mereka berdua berjalan dalam diam, sampai seseorang menepuk bahu mereka dan membuat mereka terkejut.

”Mir!!!”. Dongwoon yang terkejut berhasil menguasai dirinya. Ternyata yang menepuk pundak mereka tadi adalah Mir.

”kau membuat jantungku hampir copot!”.

”kenapa kau disini?? Bukankah tadi kau bilang tidak mau pergi”.

”aku melupakan sesuatu”. Kata Mir sambil tersenyum. ”rokokku habis”.

”heh! Lain kali kau tidak boleh mengejutkan kami seperti itu”. Kata Key marah.

Mir tertawa melihat kemarahan Key.

”kau takut ada penembak misterius yang muncul dijalan gelap ini kan? ”.

”kau terlalu banyak penonton film!”. Dongwoon menjitak kepala Mir.

Saat itulah mata Mir menangkap sosok yang bersembunyi dibalik pepohonan.

”Key awas!!!”.

Dorr

Terlambat, Key tertembak. Mir berusaha mengejar penembak itu, tapi ia sudah berlari dengan cepat.

”Key.. Cepat panggil ambulance!!!!”. Teriak Dongwoon panik. Sementara Key terlihat kesakitan. Mir berhasil menguasai diri, ia segera memanggil ambulance.

******

Firasat Young Joo tidak enak sejak Kepergian Key. Ia terus mondar mandir menunggu kedatangan Key.

”kau membuatku pusing”. Kata woohyun sambil memperhatikan Young Joo.

”firasatku tidak enak!”.

telepon berdering, woohyun mengangkatnya sementara Young Joo menguping.

”apa?? Kibum.. Bagaimana bisa?”.

Young Joo langsung merebut telepon dari tangan Woohyun begitu nama ‘kibum’ disebut.

”Key kenapa??”. Tanya Young Joo panik.

Young Joo dan Woohyun segera menyusul kerumah sakit. Menurut Mir keadaan Key kritis. Ia terkena tembakan dibagian dada, untung saja tidak terkena bagian jantungnya. Rupanya ada orang yang berniat membunuh Key.

Young Joo terlihat benar-benar panik. Ia terus mengoceh untuk meyakinkan dirinya bahwa Key akan baik-baik saja.

Saat mereka sampai dirumah sakit Dongwoon dan Mir yang duduk diruang tunggu terlihat lesu.

”Key.. Bagaimana keadaannya?”. Tanya Young Joo panik.

”tenanglah dulu”. Woohyun mengajak Young Joo duduk.

”dokter bilang kibum akan baik-baik saja. Pelurunya sudah berhasil dikeluarkan, kita tinggal menunggunya sadar”. Dongwoon menjelaskan.

”lalu kenapa kalian berdua terlihat begitu lesu??”.

”penembak itu belum tertangkap. Polisi sedang memburunya. Itu berarti nyawa key dalam bahaya, seseorang menginginkannya mati”. Kali ini Mir yang menjawab.

Young Joo menangis mendengarnya. Seseorang menginginkan kekasihnya mati. Siapa???

******

Key membuka matanya. Samar-samar ia bisa melihat bayangan wajah yang menyambutnya dengan senyuman.

”Key”. Suara Young Joo menyambut kesadarannya.

Key memperhatikan wajah Young Joo yang terlihat semakin jelas. Young Joo tersenyum padanya, saat Young Joo tersenyum matanya juga ikut tersenyum. Mata itu…

‘dorr’

Terlintas lagi kejadian dimalam penembakan. Mata Young Joo mengingatkan Key pada sepasang mata dibalik penembak bertopeng. Matanya sama persis dengan Young Joo.

”Key.. Gwaechana?”. Tanya Young Joo khawatir karena Key diam saja dan hanya menatapnya.

”Gwaechana”. kata Key lirih.

”aku panggilkan dokter”. Young Joo hendak berjalan keluar tapi Key memegang tangannya, menahannya.

”jangan tinggalkan aku”. Pinta Key.

Young Joo tersenyum mendengarnya. ”hanya sebentar”.

Young Joo keluar kamar. Ia sama sekali tidak menyadari bahwa didalam kamar itu ada seorang gadis yang bersembunyi didalam lemari menunggu kesempatan untuk membunuh Key.

******

Dongwoon dan Woohyun masuk kedalam kamar rawat Key. Mereka terkejut mendapati kamar rawat itu kosong.

”dimana Key?”. Woohyun terlihat sama bingungnya dengan Dongwoon.

Pintu kamar terbuka, Young Joo beserta dokter masuk kedalam kamar Key.

”loh? dimana Key?”. Young Joo terlihat bingung seperti Dongwoon dan Woohyun.

”key tidak bersamamu?”. Tanya Dongwoon pada Young Joo.

”Key baru saja sadar, jadi aku memanggil dokter”.

Mereka mulai panik. Ada yang tidak beres. Key dalam bahaya!

******

Mir mengelus bagian perutnya sambil mengehembuskan napas lega setelah menumpang buang air di toilet rumah sakit.

”ukh, leganya setelah buang air”. Kata Mir sambil tersenyum. Tapi senyumannya langsung memudar saat ia melihat Key menaiki tangga rumah sakit dengan tertatih. Mir curiga dan mengikutinya.

Ternyata Key tidak sendirian. Ia bersama seorang gadis. Tunggu dulu.. Mir mengenali wajah gadis itu. Young Joo.

Mereka sampai diatap rumah sakit. Mir bersembunyi ditangga, Diam-diam menguping pembicaraan mereka.

”kau bodoh mau saja mengikuti perintahku! Sekarang aku bebas membunuhmu”. Suara Young Joo bergetar penuh dendam. Mir tidak yakin bahwa gadis itu Young Joo. Wajahnya mirip, hanya potongan rambutnya yang berbeda, tapi kepribadiannya sama sekali tidak seperti Young Joo.

”aku hanya tidak ingin Young Joo melihatmu”. Kata Key lemah. Jelas sekali Key menahan sakit bekas luka operasinya.

”cih! Peduli apa kau dengan pacarmu itu”.

Benar dugaan Mir, gadis itu bukan Young Joo.

”apa kau tidak menyadarinya? wajah kalian sangat mirip. Young Joo pasti syok jika tahu kembarannya adalah seorang pembunuh”.

”apa yang kau katakan?”.

”Young Joo pasti terluka jika melihatmu seperti ini. Kalian saudara kembar!”.

”jangan sok tahu! Aku tidak punya saudara kembar, taktikmu ini tidak berhasil mengelabuiku”. Gadis itu terlihat mengeluarkan pistol dari dalam jaket hitamnya. Ia mengarahkan pistol itu tepat ke arah Key, siap menembak.

”kau dan Young Joo saudara kembar. Aku yakin sekali”. Key memberanikan diri bicara meskipun pistol sudah mengancam nyawanya, ia harus menjelaskan ini. Ia yakin gadis bernama Nicole itu belum mengetahui siapa Young Joo sebenarnya.

”Young Joo pernah bercerita padaku bahwa ia terpisah dengan saudara kandungnya. Young Joo dibuang ke panti asuhan. Apa kau tidak menyadari bahwa wajahmu sangat mirip dengan Young Joo? Aku yakin kau lah saudara kembar yang Young Joo maksud”.

Nicole menunduk. Apa yang dikatakan Key membuatnya berpikir, ”bagaimana jika benar Young Joo adalah saudara kembarnya?”

”aku tidak punya saudara kembar!!!”. Gadis itu berteriak, bersiap menembak.

”Nicole jangan!”. Seorang pemuda melewati Mir, berlari mendekati Key dan Nicole.

Dorr

Mir memejamkan mata saat suara tembakan terdengar. Begitu ia membuka matanya ia terkejut karena bukan Key yang tertembak melainkan pemuda yang baru datang itu. Rupanya pemuda itu menghalau peluru dari tubuh Key dengan mengorbankan dirinya.

”Minho!”. Nicole terlihat panik, ia menghampiri tubuh pemuda yang terkapar terkena tembakan dari pistolnya sendiri. ”bodoh! Kenapa kau lakukan ini??”.

”Nicole, aku tidak mau kau menjadi orang jahat”. Kata pemuda bernama Minho itu lirih, jelas sekali ia sangat kesakitan.

”bodoh!!!”. Air mata Nicole menetes. Key diam melihat adegan itu. Barusan nyawanya hampir melayang.

”lebih baik bawa dia kebawah, dia memerlukan pengobatan”. Saran Key.

Tapi Nicole justru menatapnya sengit. ”tidak usah pedulikan kami!!!”.

Nicole memapah Minho membawanya turun kebawah. Mereka melewati Mir, tapi Nicole tidak menyadari keberadaan Mir.

”Key!!”. Mir menghampiri Key yang terduduk lemas.

”Mir.. Kau lihat kejadiannya?”. Tanya Key lemah.

”ya aku melihatnya”.

”jangan beritahu young joo”. Pesan Key sebelum pingsan karena lemas.

******

Young Joo mengelap wajah Key dengan sapu tangan yang ia basahi. Key belum juga sadar sejak pingsan tadi siang. Mir menemukannya pingsan diatas atap gedung rumah sakit. Young Joo tidak habis pikir mengapa Key sampai bisa berjalan ke atas atap padahal kondisinya masih lemah setelah operasi.

Kelopak mata Key bergerak terbuka, Young Joo tersenyum pada kekasihnya itu.

”hei..”. Sapa Key lemah.

”jangan sok akrab denganku! Aku masih marah padamu karena kau kabur ke atas atap. Kenapa kau lakukan itu padahal tubuhmu masih lemah?”.

”kenapa kau memarahi orang sakit?”. Key tersenyum lemah sambil menatap Young Joo. Syukurlah, ternyata Mir tidak mengatakan apapun padanya.

”kau cepatlah sembuh, jangan banyak bergerak dulu kalau kau tidak mau lukamu terbuka lagi!”.

”kenapa kau cerewet sekali??”.

”karena kau bandel!”. Kata Young Joo sambil tertawa. Key menatap mata Young Joo. Mata yang sama dengan mata gadis yang ingin membunuhnya. Seandainya gadis bernama Nicole itu bisa tertawa seperti Young Joo, mungkin wajahnya akan terlihat sama cantiknya dengan Young Joo.

”Young Joo, seandainya kau menemukan saudara kembarmu apa kau akan senang?”. Tanya Key tiba-tiba .

”entahlah, aku sudah tidak terlalu ingat padanya. Sejak pihak panti asuhan bercerita bahwa aku ini dibuang dari keluargaku, aku jadi tidak berharap banyak. Aku sudah bahagia hidup seperti ini”.

”kau punya banyak keluarga. Aku, Woohyun, Dongwoon, dan Mir adalah keluargamu”. Key menggenggam tangan kekasihnya itu.

”tentu, aku bahagia memiliki kalian”. Young Joo tersenyum, sama sekali bukan senyum sinis seperti yang ditampakan Nicole bila tersenyum pada Key. Mereka berdua kembar, namun memiliki perbedaan yang kontras.

******

Nicole menatap Minho yang tergeletak lemah di ranjang kamarnya. Minho menolak dibawa kerumah sakit. Ia takut ada polisi yang menginterogasinya dan menangkap Nicole. Ia menyuruh Nicole membawanya kerumah, dan dengan peralatan seadanya Nicole berusaha membantu Minho mengeluarkan peluru yang bersarang di bahunya.

Sekarang Minho tampak pucat. Ia butuh infus dan tambahan darah. Tapi Nicole tidak mungkin membawanya ke rumah sakit, Minho pasti menolak.

”aahh”. Minho lagi-lagi meringis kesakitan. Ia terbangun dari tidurnya dengan keringat dingin membasahi tubuhnya.

”Minho aku sudah tidak tahan lagi melihatmu seperti ini. Lebih baik kita kerumah sakit”. Nicole duduk disamping ranjang, sementara Minho mulai membuka matanya dan menatap Nicole.

”tidak.. aku tidak mau polisi menangkapmu”. Kata Minho lemah, benar-benar lemah. Suaranya hampir seperti bisikan.

”kau membuatku merasa bersalah”. Nicole mulai menangis terisak.Sebenarnya ia bukan tipe gadis cengeng. Tapi kalau sudah menyangkut masalah Minho, Nicole sangat peka dan gampang menangis. Karena diam-diam Nicole sangat mencintai Minho. Tapi perasaan itu hanya ia pendam karena mereka berdua sudah terlanjur bersahabat sejak kecil. Minho adalah satu-satunya orang yang menemani Nicole sejak kepergian ayahnya. Itulah sebabnya mengapa Minho sangat berarti bagi Nicole.

******

”Mir”. Key rupanya menyadari keberadaan Mir yang baru saja masuk kekamarnya. Mereka kini hanya berdua karena Young Joo sedang pulang ke rumahnya.

”kau tidak mengatakan apapun kan pada Young Joo?”. tanya Key sambil berusaha duduk. Ia ingin memastikan bahwa Mir benar-benar tidak mengatakan apapun tentang Nicole pada Young Joo.

”kau pikir aku ini bodoh ya? Aku mengerti betul apa yang akan terjadi jika Young Joo mengetahui masalah saudara kembarnya”.

”baguslah kalau begitu”. Key tampak lega.

”Mir, maukah kau membantuku melakukan sesuatu?”.

”apa?”.

”tolong kau cari tahu keberadaan Nicole dan pemuda yang bernama Minho itu”.

”kau gila?? Untuk apa mencari si pembunuh itu??”. Tanya Mir keras.

”aku hanya ingin berterima kasih pada Minho karena telah melindungiku, dan meminta maaf pada Nicole. Aku tidak tahu apa salahku padanya, tapi pasti aku telah menyakiti hatinya sampai ia begitu ingin membunuhku”.

”kau ingin bertemu dengannya?”.

Key mengangguk lemah sebagai jawaban dari pertanyaan Mir.

”baiklah, aku akan mencari mereka. Tapi ingat! Kau harus berhati-hati pada Nicole, bagaimanapun juga ia mempunyai niat untuk membunuhmu”.

Key mengangguk lagi. Dalam hati ia berpikir, Nicole memang terlihat kuat dan penuh dendam tapi Key yakin sebenarnya hati Nicole tidak seburuk itu. Bagaimanapun juga Nicole adalah saudara kembar Young Joo, gadis yang dicintainya. Pasti ada bagian kecil hatinya yang masih memiliki perasaan.

******

Young Joo keluar dari mini market, ia berjalan pelan karena pelastik belanjaan yang ia bawa ditangannya cukup berat.

”butuh bantuan?”. Seorang gadis muncul didepannya, gadis itu mengenakan masker sehingga wajahnya tidak terlihat jelas.

”eh?”.

”sepertinya kau kesusahan membawa itu”. Gadis bermasker itu menunjuk kantong belanjaan ditangan Young Joo. ”kebetulan aku juga akan berjalan ke arah sana. Biarkan aku membantumu”.

Young Joo ragu, tapi ia akhirnya memberikan satu kantung belanjaan pada gadis bermasker itu. Lalu mereka berdua berjalan beriringan.

”namaku Nicole”. Gadis itu memperkenalkan diri.

”Young Joo, Jung Young Joo”.

”senang berkenalan denganmu Young Joo”.

”kau sedang sakit? Mengapa mengenakan masker?”.

”oh, ini karena aku alergi terhadap debu. Setiap keluar rumah harus mengenakan masker”.

Mereka berdua lalu berjalan dalam diam. Young Joo tidak menyadari bahwa gadis yang berjalan disampingnya itu terus menatapnya.

”ini rumahku, apa kau mau mampir?”. Kata Young Joo begitu mereka sudah sampai dirumah.

”bolehkah? Kebetulan aku sedang tidak ada kegiatan siang ini”.

”tentu saja boleh, silakan masuk akan kubuatkan teh untukmu”.

Nicole duduk diruang tamu sementara Young Joo membuat teh didapur.

Didapur, Young Joo terus berpikir.

”dimana aku pernah melihatnya? Mengapa gadis itu sepertinya tidak asing bagiku”.

Young Joo sama sekali tidak menyadari bahwa wajah dibalik masker yang Nicole kenakan adalah wajahnya. Tentu saja ia pernah bertemu dengan Nicole sebelumnya, mereka bahkan pernah tinggal dirahim yang sama.

”Maaf membuatmu menunggu lama”. Young Joo kembali ke ruang tamu dengan 2 cangkir teh. ”silakan diminum tehnya”.

Nicole tidak juga meminum teh yang Young Joo buatkan untuknya, ia tidak mungkin membuka maskernya.

”kenapa?”. tanya Young Joo yang melihat Nicole sama sekali tidak meyentuh gelas teh nya.

”hmmp, aku sedang tidak haus. Nanti saja kuminum tehnya”.

”apa kita pernah bertemu sebelumnya? Aku merasa pernah bertemu denganmu”.

Nicole menatap Young Joo, mata yang sama dengan mata miliknya.

”ah, tidak mungkin. Aku baru bertemu denganmu hari ini”

”tapi aku benar-benar tidak asing dengan suaramu. Bahkan aku merasa sudah pernah mengenalmu sebelumnya”.

”mungkin hanya perasaanmu saja”. Kata Nicole, padahal dalam hati ia berkata. ‘tentu saja kau mengenalku, bahkan kau mengenalku lebih dari yang kau tahu’

******

Woohyun hendak mengetuk pintu rumah Young Joo saat pintu rumah itu mendadak terbuka. Seorang gadis berambut pendek keluar dari rumah Young Joo dan menabrak Woohyun.

”Young Joo??”. Woohyun mengenali wajah gadis itu sebagai Young Joo meskipun setengah wajah gadis itu tertutup masker. Tapi lalu suara Young Joo yang asli terdengar dari dalam rumah.

”Woohyun”. Young Joo muncul, membuat Woohyun bingung karena tadinya ia mengira gadis berambut pendek itu adalah Young Joo.

”eh?”. Baru saja Woohyun ingin bertanya siapa gadis berambut pendek itu, tiba-tiba gadis itu sudah menghilang.

”ada apa?”. Tanya Young Joo yang menyadari ekspresi bingung di wajah Woohyun.

”itu tadi siapa?”.

”oh, dia Nicole”.

Woohyun masih bingung. Jelas tadi ia menyangka bahwa gadis benama Nicole itu adalah Young Joo. Mengapa mereka mirip sekali.

”dia temanmu?”. Tanya Woohyun yang masih penasaran.

”aku baru mengenalnya”.

”wajahnya mirip sekali denganmu?”.

”benarkah? entah kenapa aku merasa perasaan yang aneh saat bersamanya”.

Woohyun dan Young Joo sama-sama larut dalam pikiran mereka masing-masing. Mereka berdua sama-sama bertanya dalam hati, siapa Nicole sebenarnya?

******

Mir mendesah putus asa. Sudah hampir semua rumah sakit ia datangi untuk mencari pemuda bernama Minho tapi belum juga ia temukan sampai saat ini. Padahal Mir yakin sekali seharusnya Minho dibawa ke rumah sakit karena luka tembak yang ia dapatkan kemarin.

Dengan lesu Mir duduk di ruang tunggu salah satu rumah sakit. Ia hampir saja tertidur karena kelelahan kalau saja tidak melihat bayangan gadis berambut pendek berjalan didepannya.

”Nicole?”.

Mir mengikuti gadis yang ia yakini adalah Nicole itu. Dan memang benar gadis itu adalah Nicole. Nicole menuju apotik yang ada di rumah sakit itu. Ia terlihat membeli beberapa infus dan kantung darah. Mir yakin itu pasti untuk Minho.

Mir mengikuti kemana Nicole pergi. Ternyata Nicole menuju sebuah rumah dengan barang yang baru saja ia beli di apotik tadi. Mir menyimpulkan bahwa Minho tidak dirawat dirumah sakit melainkan hanya di rawat dirumah. Akhirnya ia berhasil menemukan keberadaan Minho dan Nicole.

******

”aneh sekali aku melihat seorang gadis yang sangat mirip dengan Young Joo”. Kata Woohyun pada Dongwoon.

”mwo? Dimana?”. Dongwoon terlihat tertarik.

”dia berada dirumah Young Joo saat aku datang”.

”apa??”. Key rupanya daritadi menguping percakapan mereka. Begitu mendengar bahwa ada gadis berwajah mirip Young Joo berada bersama Young Joo dirumahnya Key langsung berteriak.

”kau baik-baik saja? Mengapa tiba-tiba berteriak?”. Dongwoon mengecek keadaan Key, tadi Key hampir tertidur tapi ia malah menguping percakapan Dongwoon dan Woohyun.

”apa yang kau katakan tadi?”. Key menatap Woohyun. ”siapa gadis yang bersama Young Joo?”.

”hmmp kalau tidak salah namanya Nicole”.

”apa kau bilang? Nicole?”. Key makin terlihat histeris.

”ada apa Key? Apa ada yang salah dengan Nicole?”.

”dimana Young Joo sekarang?”.

”ia dirumahnya”. Jawab Woohyun.

Key mengambil handphonenya dan segera menelepon Young Joo memastikan bahwa pacar nya itu baik-baik saja.

******

Malam harinya Mir menyampaikan hasil pencariannya pada Key. Mereka kini hanya berdua dirumah sakit, sementara yang lain pulang ke rumah masing-masing.

”jadi mereka tidak di rumah sakit? Lalu bagaimana keadaan Minho?”. Tanya Key pada Mir.

”aku tidak tahu bagaimana keadaan Minho. Tapi sepertinya cukup parah karena Nicole membeli banyak kantung darah dan infus”.

”aku mau kesana sekarang”.

”mwo?”. Mir menatap Key tidak percaya.

”aku mau menemui mereka dan meminta maaf”.

”kau gila!”. Kata Mir keras. ”kalaupun kau mau menemui mereka kurasa bukan sekarang saatnya. Kau masih sakit Key, dan kita butuh pengamanan untuk memastikan keselamatanmu”.

”aku yakin aku akan baik-baik saja”.Key menatap Mir tajam, membuktikan keseriusannya .

Mir menunduk. Mengantarkan Key ke rumah Nicole sama saja dengan mengantarkan Key ke dalam maut. Tapi apa yang bisa ia lakukan. Mir bahkan tidak pernah bisa menolak permintaan Key.

******

Nicole duduk melamun didekat jendela kamarnya. Dari situ ia dapat mengawasi Minho yang sedang tertidur di ranjangnya. Infus dan kantung darah yang tadi ia beli ternyata cukup berhasil menolong Minho. Setidaknya kini wajah Minho tidak sepucat kemarin.

Diluar hujan cukup lebat, Nicole memandang ke luar jendela. Tiba-tiba ia teringat pada Young Joo. Gadis itu memang benar adalah saudara kembarnya. Ia dapat merasakannya.

*flash back*

”jadi kau tinggal dirumah ini sendirian?”. Tanya Nicole pada Young Joo.

”keluarga yang mengadopsiku dulu sudah meninggal dan mewariskan rumah ini padaku. Aku satu-satu nya anak mereka, jadi aku sendirian disini”.

”apa kau tidak kesepian? Kau tidak mau mencari keluarga kandung mu?”.

Young Joo menatap Nicole ragu. Ia baru bertemu dan berkenalan dengan Nicole hari ini tapi entah mengapa ia sudah berani bercerita tentang masalah pribadinya pada Nicole seakan mereka sudah bertemu sejak lama.

”untuk apa aku mencari keluarga yang telah membuangku ? Aku sudah bahagia hidup seperti ini bersama Key, Woohyun, Mir , dan Dongwoon. Mereka benar-benar seperti keluarga bagiku”.

Nicole menunduk, tega sekali rasanya jika ia membunuh kekasih saudara kembarnya ini. Young Joo sama seperti dirinya tidak memiliki siapa-siapa lagi didunia ini. Jika ia membunuh Key, sama saja ia membunuh saudara kembarnya sendiri karena Key sangat berarti bagi Young Joo.

*flash back end*

”aukh!”. Minho berteriak, mengalihkan perhatian Nicole.

”kenapa? Apa ada yang sakit?”. Nicole menghampiri Minho menggenggam tangan Minho yang dingin.

”Nicole”. Minho membuka matanya menatap Nicole dengan tatapan sendu. ”aku tidak kuat lagi. Ini sakit sekali”. Minho menunjuk luka di bahunya. Luka itu mengeluarkan darah lagi.

”sebentar aku ganti perbannya”. Kata Nicole, tapi Minho memegang tangannya erat seakan tidak mau Nicole meninggalkannya.

”jangan.. jangan pergi..”. Suara Minho terdengar semakin lirih.

Nicole panik, ia tidak mengerti mengapa Minho seperti ini. Harusnya luka dibahu Minho sudah membaik, tapi sepertinya Nicole salah. Lukanya kembali mengeluarkan darah dan Minho tampak benar-benar kesakitan.

”apa yang harus kulakukan untuk menolongmu?”. Nicole mulai menangis, ia tidak tahan melihat Minho menderita seperti ini.

Tok tok tok

Suara ketukan pintu mengagetkan Nicole. Siapa yang mengetuk pintu dimalam hari seperti ini?.

”siapa?”. Minho sepertinya juga menyadari suara ketukan pintu. ”polisi?”.

Nicole menggeleng tanda ia tidak tahu.

”tunggu sebentar, aku lihat dulu”. Nicole bangkit berdiri dan keluar dari kamar. Kali ini Minho membiarkannya, dan melepaskan tangan Nicole.

Nicole mengintip dari jendela. Ia dapat melihat Key dan seorang temannya berdiri diluar.

”Nicole, aku tahu kau ada didalam. Kumohon bukakan pintunya”. Key agak berteriak.

Nicole tidak punya pilihan, ia membukakan pintu untuk Key.

”mau apa kau kemari?”. Tanya Nicole sinis.

”aku..”.

”aaahhhh..”. Suara jeritan Minho memutus ucapan Key. Nicole segera berlari kekamarnya diikuti Key dan Mir.

”Minho!”. Nicole menghampiri Minho yang sudah terlihat seperti mayat hidup. Keringat dingin memenuhi tubuhnya, wajahnya benar-benar pucat. Minho terlihat setengah sadar saat Nicole membuka perban yang menutupi luka tembak dibahunya.

Nicole tidak sanggup lagi melakukan apapun saat ia melihat luka Minho sudah sangat parah. Luka itu bahkan mengeluarkan nanah, bukan lagi darah.

”ya tuhan”. Mir terlihat sama paniknya.

”bawa ia kerumah sakit!”. Kata Key pada Nicole.

Nicole hanya menangis terisak saat melihat Mir dan Key berusaha memapah tubuh Minho keluar rumah dan membawanya kerumah sakit.

Mereka kini berada di ruang tunggu rumah sakit sementara Minho sedang ditangani oleh dokter. Nicole tidak hentinya menangis.

”polisi akan datang menangkapku kan?”. Kata Nicole disela tangisnya.

”kupikir tidak”. Mir menjawab. ”Minho sempat berbisik padaku saat perjalanan kemari. Ia mengatakan bahwa kau sudah bersih. Jejak kejahatanmu sudah di hapus oleh Minho, sidik jarimu di pistol sudah digantikan oleh sidik jari Minho. Jadi sekalipun polisi datang memeriksa, mereka hanya akan menemukan sidik jari Minho di pistolmu. Mereka akan mengira ini hanya percobaan bunuh diri”.

Nicole menatap Mir tidak percaya. Minho melakukan itu? Kapan?

Apa jangan-jangan luka Minho bertambah parah karena Minho bergerak, dan menghapus sidik jari Nicole dari pistol yang Nicole tinggalkan di meja kamarnya saat Nicole sedang tidak dirumah tadi siang.

”aku yakin ia akan baik-baik saja”. Key yang duduk disamping Nicole berusaha mengelus pundak Nicole, tapi Nicole menepis tangannya.

”aku mau sendiri, bisakah kalian berdua meninggalkanku?”. Pinta Nicole pada Key dan Mir.

”Key, kupikir sebaiknya kau kembali kekamarmu. Kau butuh istirahat”. Kata Mir, ia mengajak Key kembali ke kamarnya meninggalkan Nicole sendiri.

******

Key mengulurkan segelas kopi pada Nicole. Ia sengaja membawakan Nicole kopi pada pagi harinya karena Key yakin semalam Nicole pasti begadang.

Nicole menatap Key, ia mengambil kopi yang Key berikan padanya.

”bagaimana keadaan Minho?”. Tanya Key.

”dokter bilang ia akan segera membaik”.

”ayahku..”. Key duduk disamping Nicole. ”apa yang sebenarnya telah ayahku lakukan pada ayahmu?”.

Nicole tidak langsung menjawab, ia menyeruput kopinya.

”ayahmu menipu ayahku. Perusahaan ayahku dibuat bangkrut oleh ayahmu, dan ayahku bunuh diri karena ia tidak sanggup menanggung beban hidupnya lagi”. Jawab Nicole pelan.

”apa yang bisa kulakukan untuk menebus kesalahan ayahku?”.

Nicole melirik Key sekilas, lalu mengela napas.

”kau tidak perlu melakukan apapun, cukup dengan menjaga Young Joo dan membahagiakannya”.

”apa maksudmu?”.

”kutitipkan Young Joo padamu, tolong jaga dia, buat ia bahagia”.

”memangnya kau mau kemana? Apa kau tidak mau menemuinya?”.

Nicole meringis, ”tidak mungkin, aku hanya akan menambah kesedihannya jika aku muncul sebagai saudara kembarnya”.

”kau tidak tahu bahwa sebenarnya Young Joo sangat ingin bertemu dengan saudara kembarnya?”.

”aku tahu, tapi akan menyakitkan baginya jika ia tahu cerita masa lalu diantara kami. Aku tidak mau Young Joo mengetahuinya”.

”maksudmu fakta bahwa Young Joo dibuang dari keluargamu?”.

”Young Joo bukan hanya dibuang, ayahku bahkan tidak menganggapnya sebagai anak”. Nicole meneteskan air mata, ”kami terlahir kembar, ibu kami meninggal saat melahirkan kami. Aku terlahir 15 menit lebih dulu darinya. Saat itu keadaan Young Joo sangat lemah. Ayahku depresi setelah kehilangan ibu, ia memutuskan membuang salah satu dari kami karena tidak sanggup mengurusi kami berdua. Ayah memilih Young Joo. tubuh Young Joo sangat lemah, ia tidak mau direpotkan oleh Young Joo yang sakit-sakitan”.

”aku bertanya pada ayah saat aku TK.Karena entah mengapa aku selalu merasa ada bagian dari diriku yang hilang. Dan ayah hanya memarahiku, tapi pada akhirnya ia menceritakan cerita ini padaku dan memintaku menganggap seolah Young Joo tidak pernah ada. Ini terlalu menyakitkan untuk Young Joo. Kupikir lebih baik ia hidup tanpa mengetahui keberadaanku. Ia akan lebih baik bersamamu ”.

”baiklah jika memang itu pilihanmu. Aku berjanji akan membahagiakan Young Joo”. Kata Key.

Nicole tersenyum, untuk pertama kalinya Key melihat senyuman di bibir Nicole.

******

Dongwoon membantu Young Joo mengemasi pakaian Key. Hari ini Key akan keluar dari rumah sakit.

”Young Joo”. Key memanggil Young Joo.

Young Joo menghampiri Key sambil tersenyum.

”ada yang ingin bertemu denganmu”.

Seorang gadis masuk ke dalam kamar rawat Key. Young Joo mengenali gadis itu adalah Nicole.

”hei.. Apa kabar?”. Nicole menyapa Young Joo. Lagi-lagi ia mengenakan maskernya.

”kenapa kalian bisa saling mengenal?”. Tanya Young Joo bingung.

”dia teman lamaku”. Key berbohong, menyembunyikan identitas asli Nicole.

”aku hanya ingin memberikan ini padamu”. Nicole menyerahkan sebuah kotak kecil pada Young Joo.

”apa ini??”.

”tanda persahabatan, mungkin kita tidak akan bertemu lagi”.

Ada perasaan sedih dihati Young Joo saat Nicole mengatakan itu, sungguh aneh.

”sampai jumpa”. Nicole berjalan keluar, tapi Young Joo memanggilnya.

”terima kasih. Sebenarnya aku tidak mengerti maksud ucapanmu. Tapi aku sangat berterima kasih. Aku senang bisa berkenalan denganmu”. Young Joo tersenyum pada Nicole. Meskipun sebagian wajah Nicole tertutup oleh masker yang ia kenakan, tapi Young Joo yakin bahwa Nicole juga tersenyum padanya.

Nicole bersyukur paling tidak ia telah menemukan saudara kembarnya, ia juga telah memberikan kalung warisan ibunya pada Young Joo. Sekarang ia dan Minho akan pergi meninggalkan korea dan memulai hidup baru.

******

”Young Joo-yaa kau harus menonton pertandingan basket kami sebelum kembali ke Amerika”. Kata Woohyun saat mereka berlima sampai dirumah Key.

”dan kau harus pastikan bahwa dua bocah ini tidak berbuat curang”. Mir menunjuk Woohyun dan Dongwoon yang berdiri bersebelahan.

”aah kalian ini. Aku pasti akan benar-benar merindukan kalian nanti”. Kata Young Joo sambil tersenyum bahagia.

Key yang diam saja, berkata dalam hati, ”kau memang lebih baik menjadi bagian dari kami. Aku akan membahagiakanmu Young Joo”.

-end-

8 thoughts on “Two different

  1. waa nicolenya kembar ❤
    tapi ending'a agak gmn gitu ,tapi so far so good 🙂
    disini nicole bsa sama key jg minho.
    huuaa keycole n mincole ❤

  2. shin hyun-rim berkata:

    wah . . .2 jung , , jung nicole and jung young joo . .

    Yg 1 pacr key , yg 1 lg pacar minho . . And ,tumben bgtz gue suka minho disni #poke minho

    kyaknya gentle abis . .
    KEY , , baik udh mau dibnh tp msh mo ngbnt nicole . .mungkn krna dia ngerasa brsalah juga ,yg bkn mrka g2 kan ayah dia . .aplg nicole kembrn young joo . .

    Ra , , fic myungcole and keycole mu kpn di post ?

  3. myonewworld berkata:

    wah sabar ya kak, aku lg banyak2nya tugas nih 😦
    May be setelah keycole series yang lainnya beres 🙂

  4. idamiera berkata:

    keycole and mincole

  5. aien berkata:

    Hebat! At least i got what I wanted.. both key n minho got their own nicole..:)

  6. tifadut05 berkata:

    klimaks banget ceritanya xD ~

  7. superxenosmelody berkata:

    Annyeong saya reader baru disini ^^
    Yeay! KeyCole dan MinCole ♥

  8. MellisaTandoko berkata:

    cerita dengan awal dean ending yg keren! good job author! ^^ ♡♥ Like this fanfic… Pokoknya ini ff keycole yg keren da…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s