Liebe dich

goo hara minho fanfic

 

Author: Kikyuzaraaa

Cast: Choi Minho, Goo Hara, Im Seulong

Genre: romance

Summary: Minho mencintai Hara sebagaimana Hara mencintainya, namun keinginan itu harus terhalang oleh takdir.

 

”Liebe ist klein wort, aber hat großes verstehen”

*****

 

Cinta hanyalah satu kata pendek, namun bermakna luas. Itu yang Goo Hara rasakan tentang makna dari Cinta.

Berawal dari pertemuannya dengan seorang pemuda bernama Choi Minho. Pemuda itulah cinta sejatinya, pemilik hatinya.

Saat itu Hara baru datang ke negara Jerman. Negara yang sangat asing baginya. Hara sendirian dinegara ini, sampai akhirnya Minho datang kekehidupan Hara.

Pada awalnya Hara tidak mudah percaya pada orang lain, terlebih lagi pada orang asing. Orang tuanya mengajarkannya untuk selalu waspada.

Suatu hari Minho yang merupakan tetangga sebelah apartemen Hara mengetuk pintu apartemen Hara. Hara kaget, dan bingung harus berbuat apa. Minho tampak kepayahan. Ia sepertinya sedang sakit keras.

”helft mir!”. Suara Minho terdengar lemah, ia meminta tolong sambil terus mengetuk pintu apartemen Hara.

Dengan terpaksa Hara membukakan pintu apartemennya.

”was?”.

”aku sakit, kepalaku sakit sekali. Apa kau punya aspirin???”. Minho bicara dalam bahasa inggris. Saat itu mereka sama-sama tidak tahu bahwa sebenarnya mereka berasal dari negara yang sama.

”tunggu disini!”. Kata Hara dalam bahasa inggris juga. Lalu ia mengambilkan aspirin untuk Minho. Tapi saat ia kembali, Minho sudah tergeletak didepan pintu apartemennya membuat Hara panik.

”hey.. Wake up!”. Hara menyentuh dahi Minho, terasa panas sekali. Dia benar-benar sakit.

Hara tidak bisa meminta bantuan pada siapapun disini. Karena yang ia tahu bangunan ini hanya berisi 4 flat dan 2 diantaranya dihuni oleh Hara dan Minho, sementara 2 lainnya (dilantai bawah) dihuni sebuah keluarga dan pasangan kakek nenek. Tapi Hara tahu para tetangganya tidak ada dirumah pada jam segini. Jadi Hara benar-benar hanya berdua dengan Minho.

Tubuh Hara terlalu kecil untuk mengangkat tubuh Minho yang besar masuk kedalam apartemennya. Dengan bersusah payah Hara mengangkat dan menggeret tubuh besar Minho ke dalam apartemennya, lalu membaringkannya disofa.

”ottokhae??”. Hara panik melihat Minho yang kini berbaring disofa miliknya, kondisi ini membuatnya tidak bisa berpikir jernih.

Tapi ia berusaha tenang. Nyawa seseorang bergantung padanya.

Hara mengambil air lalu mengompres dahi Minho untuk menurunkan panasnya. Sementara Minho mulai mengoceh dalam tidurnya.

”umma.. appa..”.

Hara kaget mendengar Minho mengoceh dalam bahasa korea. Ia tidak mengira bahwa tetangganya ini ternyata berasal dari negara yang sama dengannya. Fisik Minho sama sekali tidak seperti orang korea, matanya besar dan kulitnya agak gelap. Awalnya Hara mengira Minho orang asia tenggara, tapi ternyata mereka satu kampung halaman.

Demam Minho baru membaik saat tengah malam. Minho terbangun, Ia melihat Hara tertidur dengan posisi kepala menyender diatas meja.

”gadis ini”. Ia terus memperhatikan wajah Hara yang sedang tertidur lelap. Dengan lembut Minho menggendong Hara, membaringkannya di sofa.

 

Pada pagi harinya Hara terkejut saat mencium aroma makanan. Siapa yang memasak untuknya?. Lalu ia melihat Minho sedang berada didapurnya.

”apa yang sedang kau lakukan?”. Tanyanya pada Minho.

”memasak untukmu”.

Minho baru menyadari sesuatu, Hara tadi bertanya dalam bahasa korea. ”kau orang korea?”.

”ne.. Aku berasal dari korea”.

”siapa namamu?”.

”Goo Hara, kau?”.

”Choi Minho”.

Sungguh aneh, mereka baru saling menyebutkan nama setelah apa yang terjadi semalam.

Tapi sejak itulah Minho selalu menemani hari-hari Hara di Jerman. Ia membantu Hara berbelanja, memasak, dan menjadi penunjuk jalan untuk Hara karena ia belum mengenal negara Jerman dengan baik.

Sampai pada akhirnya Minho menyatakan cintanya pada Hara. Kini mereka berdua adalah sepasang kekasih.

 

*****

 

Seorang pemuda baru saja tiba di bandara Frankfurt. Kemanapun ia melihat semuanya menggunakan bahasa Jerman. Sungguh memusingkan baginya yang sama sekali tidak mengerti bahasa Jerman.

Ia mendatangi seorang supir taksi yang sedang menunggu penumpang di luar bandara.

”kann ich Ihnen helfen?”. Tanya supir taksi itu, Pemuda itu menggeleng pertanda bahwa ia tidak mengerti apa yang dikatakan supir taksi.

”can i help you?”. Supir taksi mengulangi pertanyaannya dalam bahasa inggris.

”apa kau bisa mengantarku ke alamat ini”. Pemuda itu juga berbicara menggunakan bahasa inggris. Ia lega karena ternyata supir taksi ini bisa berbicara dengan bahasa inggris.

Pemuda itu diantar ke alamat yang ia tuju. Ternyata tidak terlalu jauh dari bandara.

Ia masuk kesebuah bangunan berukuran lumayan kecil untuk sebuah apartemen, bangunan itu terlihat tua namun terkesan bersih dan nyaman.

Orang yang ingin ia temui tinggal di bangunan ini, tepatnya dilantai atas. Pemuda itu tersenyum, tidak sabar bertemu dengan orang yang sangat ia rindukan.

 

*****

 

”Minho”.

”Hmmp”.

”Minhooooooooo”. Hara berteriak di telinga Minho. Minho tidak juga terbangun dari tidurnya.

”kenapa kau membangunkanku?”. Minho mulai membuka matanya.

”ada hal penting yang harus kukatakan padamu”. Kata Hara dengan ekspresi wajah serius.

Minho bukannya mendengarkan malah menarik Hara ke dalam pelukannya.

”biarkan begini dulu beberapa menit”. Bisik Minho, ia mempererat pelukannya.

”Minho, aku serius!”. Hara menarik diri dari pelukan Minho. ”kumohon dengarkan aku”.

Minho menatap Hara, gadisnya ini terlihat panik. Ada apa dengannya?.

”tolong mengertilah, apapun yang akan terjadi nanti kau harus ingat bahwa aku hanya mencintaimu”.

”kau kenapa Hara?”. Minho khawatir melihat Hara seperti ini. Sementara Hara mulai menangis.

”berjanjilah kau akan selalu percaya padaku”. Pinta Hara sambil terus menangis.

”tentu saja aku akan selalu percaya padamu”.

”kau harus selalu ingat bahwa aku mencintaimu”.

”kau kenapa? Ada apa sebenarnya??”.

Hara menghapus air matanya. Ia lalu tersenyum lemah.

”Minho, kau harus kekampus pagi ini!”.

Minho tahu Hara sedang berusaha mengalihkan pembicaraan.

”cepat mandi!”. Hara menarik tangan Minho membawanya ke kamar mandi. ”aku akan buatkan sarapan untukmu”.

 

*****

 

Hara sedang mencuci piring saat seseorang mengetuk pintu apartemennya.

”ara”. Dari suaranya Hara tahu itu pasti frau Schiller, nenek penghuni apartemen bawah. Meskipun baru 2 bulan berada disini Hara sudah sangat akrab dengannya.

”ja.. Frau Schiller”.

Hara membukakan pintu untuk Frau Schiller.

”ein jemand auf Sie wartet”. Kata Frau Schiller.

Seseorang ingin bertemu dengan Hara. Siapa??

”werr?”.

”er ist Im Seulong”.

Seulong?? Seulong oppa. Hara tidak menyangka pemuda itu akan menyusulnya kemari.

”bist du in Ordnung??”. Tanya frau Schiller khawatir karena Hara diam saja.

”ja.. Danke frau Schiller. Ich werde ihn sehen”.

 

Hara turun kelantai bawah menemui tamunya. Ia menarik napas panjang, kalau benar pemuda itu adalah Seulong oppa berarti firasat buruknya benar-benar terbukti.

Hara tidak bisa menolak takdir saat ia melihat sosok tinggi Seulong tersenyum padanya.

”oppa?”.

”akhirnya kau muncul. Aku sudah hampir gila bicara dengan kakek ini dalam bahasa alien”.

Seulong menunjuk Herr Schiller, suami dari Frau Schiller.

 

Hara membawa Seulong ke apartemennya dilantai atas. Sementara Seulong terlihat gembira karena bertemu dengan Hara, Hara justru tampak sedih. Tapi Seulong tidak menyadari itu.

”kakek dan nenek tadi itu penjaga apartemenmu ya?”.

”Herr dan Frau Schiller sudah lama menempati gedung apartemen ini. Mereka sangat menjaga kami yang tinggal disini, tidak sembarangan orang bisa masuk ke gedung ini”.

”apa kau betah tinggal dinegara asing ini?”.

Hara menunduk, ”aku senang tinggal disini”. Jawabnya lemah.

”ayahmu bilang kau sangat menikmati hidupmu disini sampai kau lupa pada tunanganmu”.

Hara tersentak saat Seulong menyebutkan kata ‘tunangan’

”oppa, bukankah aku sudah pernah mengatakannya. Aku tidak setuju pada perjodohan ini”.

”Hara.. Kau sudah seperti adik kecilku. Kita sudah sangat akrab sejak kecil. Kita tumbuh besar bersama. Aku bisa mengerti kalau sekarang kau menolak perjodohan ini. Kau pasti merasa aneh harus bertunangan denganku, aku bisa mengerti itu.hanya masalah waktu, sampai kau siap. ”

”kau tidak mengerti”. Kata Hara lirih.

”justru aku sangat mengerti dirimu”. Seulong mendekati Hara, membelai rambutnya. ”aku sudah berjanji pada ayahmu akan membahagiakanmu”.

Hara menunduk, sebenarnya ia ingin menangis namun ia berusaha menahan air matanya nya.

 

*****

 

Minho sedang membuka pintu apartemennya. Saat suatu ide terbesit dikepalanya. Bukannya masuk ke dalam apartemennya, Minho justru berjalan ke pintu apartemen sebelah.

Ia langsung membuka pintunya. Awalnya Minho ingin memberi kejutan pada Hara karena ia pulang kuliah lebih cepat. Tapi kejutan itu urung ia lakukan karena saat Minho membuka pintu apartemen Hara, Minho melihat sesuatu yang tidak seharusnya ia lihat.

 

”Hara!!!”.

Hara terkejut mendengar panggilan Minho, ia langsung menjauhkan diri dari Seulong.

”Minho.. ”. Hara panik, ia sadar betul tidak seharusnya ia melakukan hal itu. Minho pasti berprasangka buruk padanya.

”kau orang korea?”. Seulong yang tidak mengerti apa-apa bertanya pada Minho. ”wah, pantas saja Hara betah tinggal disini. Rupanya ada teman sekampung”.

Minho menunduk, tangannya mengepal karena kesal. Ia tidak menyangka Hara akan mengkhianatinya seperti ini.

”apa kau tidak mau memperkenalkan kami?”. Seulong bertanya pada Hara. Hara jadi semakin salah tingkah.

”ehmm.. Minho perkenalkan ini Seulong oppa”. Kata Hara dengan suara bergetar.

Minho tidak merespon. Tangannya masih mengepal menahan emosi.

”aku tunangan Hara”. Seulong berkata dengan bangga, sama sekali tidak menyadari situasinya.

”oppa!”.

”aku tahu kau tidak suka memperkenalkanku sebagai tunanganmu. Tapi cepat atau lambat kau pasti akan terbiasa”. Seulong tersenyum puas. Sementara Hara dan Minho diam. Larut dalam pikiran masing-masing.

 

*****

Kecanggungan diantara Minho dan Hara terus berlangsung hingga makan malam. Minho terpaksa menerima ajakan Seulong untuk makan malam bersama. Ia sama sekali tidak menyadari bahwa 2 orang yang sedang bersamanya benar-benar terlihat kaku dan tidak biasa.

”Minho~ssi apa kau sudah lama tinggal disini?”. Tanya Seulong sambil mengunyah makanan nya.

”2 tahun”. jawab Minho seperlunya. Ia memang tidak banyak bicara, sama hal nya seperti Hara.

”Hara pasti sudah sangat merepotkanmu. Aku sebagai tunangannya mengucapkan banyak terima kasih”.

Hara ingin sekali membawa Minho pergi dari sini. Ia tidak tahan melihat ekspresi terluka di wajah Minho. Minho pasti merasa di khianati.

 

Selesai makan malam ketika Seulong sedang pergi mandi. Hara menghampiri Minho, dan Minho langsung menyeretnya keluar, membawanya ketempat sepi.

”apa maksudnya ini?”. Tanya Minho dengan penuh emosi.

”Minho..”. Hara tidak sanggup berkata-kata. Ekspresi wajah Minho yang sangat terluka membuatnya takut jika ia menjelaskan Minho akan semakin sakit hati.

”kau mempermainkanku Hara!”. Minho berteriak tepat di depan wajah Hara.

Hara mulai terisak, tapi ia merasa pantas jika Minho membencinya.

”Minho.. Mianhae”. Kata Hara lirih dalam isakannya.

Hara berusaha memegang tangan Minho, tapi Minho justru malah menepak tangan Hara.

”cih! Anggap tidak pernah terjadi apa-apa diantara kita”.

Minho pergi begitu saja. Sementara Hara semakin terisak.

 

*****

 

”yeobo, kenapa kau terlihat pucat. Apa kau sakit?”. Seulong menempelkan tangannya dikening Hara.

”kau demam!”. Katanya panik.

”aku baik-baik saja”.

Hara berdiri dari duduknya, mengambil tasnya.

”aku harus pergi kuliah. Oppa tidak masalah jika aku tinggal sendiri?”.

”memangnya kau tidak sakit? Badanmu panas”. Seulong benar-benar terlihat khawatir.

”gwaechana”. Hara tersenyum meyakinkan Seulong.

 

Hara melirik sekilas ke pintu apartemen Minho. Pintunya tertutup rapat. Biasanya sebelum pergi kuliah, Minho akan memberikan Hara kecupan dikeningnya. Tapi sekarang Hara justru merasa sangat jauh dengan Minho. Hara merindukan Minho.

 

Saat turun kelantai bawah, tiba-tiba kepala Hara terasa sangat pusing. Ia hampir terjatuh dari tangga, untunglah Minho yang sedang berjalan menaiki tangga bisa menangkap tubuh Hara.

”Minho”. Hara melihat wajah Minho samar-samar sebelum akhirnya ia tidak sadarkan diri.

 

*****

 

Minho membawa Hara ke dalam apartemennya. Bukan ke apartemen Hara. Instingnya menyuruhnya melakukan itu.

Ia merebahkan Hara di ranjang kamarnya. Ditatapnya wajah Hara yang sedang tidak sadarkan diri itu. Hara terlihat pucat, dan ia mulai mengigau.

”Minho.. Minho.. Aku merindukanmu. Kumohon jangan membenciku”.

Minho membelai rambut Hara dengan lembut. Ia masih mencintai gadis ini. Dan sepertinya Hara juga sama, tapi mengapa Hara membohonginya? Mengapa Hara bertunangan dengan orang lain?.

 

Saat Hara sadar dari pingsannya, ia kaget menyadari bahwa ia sekarang berada didalam kamar Minho. Ia mencari sosok Minho tapi Minho tidak ada dikamar. Hara keluar dari kamar Minho, ia melihat Minho sedang berada di dapurnya. Perlahan Hara mendekatinya, lalu memeluk tubuh Minho dari belakang.

Minho yang menyadarinya diam saja.

”Mianhae.. Mianhae.. Mianhae..”. Hara terus mengucapkan kata maaf sambil menangis.

Minho berbalik, menatap wajah gadis yang dicintainya itu.

”jelaskan padaku semuanya”. Pinta Minho sambil menghapus air mata Hara.

 

Hara menceritakan pada Minho semua yang terjadi. Dari mulai soal perjodohan, pertunangan, dan soal ciuman. Minho akhirnya tahu bahwa Hara memang masih mencintainya. Dan saat ia melihat Hara dan Seulong berciuman itu bukan keinginan Hara.

”saat itu Seulong oppa menghapus air mataku, lalu tiba-tiba ia menciumku”. Jelas Hara.

Minho mulai mengerti, dan ia berusaha memahami posisi Hara. Hara tidak bisa menolak Seulong karena ini permintaan ayahnya.

”jadi ini maksud kata-katamu dulu?”. Tanya Minho sambil menghapus air mata Hara. ”kau memintaku untuk selalu percaya padamu, dan selalu mengingat bahwa kau mencintaiku. Jadi ini maksud kata-katamu?”.

”aku punya firasat cepat atau lambat ini akan terjadi. Mianhae Minho.. Aku membuatmu kecewa, aku membuatmu terluka”. Hara lagi-lagi mengucapkan kata maaf.

 

praanggg

 

Suara piring jatuh membuat mereka berdua kaget. Hara semakin terkejut saat melihat Seulong berdiri diambang pintu apartemen Minho yang terbuka. Rupanya tadi ia yang menjatuhkan piring. Disekitar piring yang hancur berantakan itu, berserakan kimchi. Tadinya Seulong ingin memberikan Kimchi buatannya untuk Minho, tapi ternyata ia justru harus melihat adegan yang tidak seharusnya ia lihat.

”oppa”. Hara menghampiri Seulong. Seulong hanya menatapnya. Wajahnya sedih. Lagi-lagi Hara harus membuat pria yang menyayanginya terluka.

Hara memang tidak mencintai Seulong sebagaimana ia mencintai Minho. Tapi bagi Hara Seulong adalah kakak yang sangat berarti baginya. Sebenarnya Hara tidak sampai hati menyakiti hati Seulong.

 

*****

 

”oppa..”. Hara memanggil Seulong yang sedang berada dikamarnya. Seulong terlihat sedang mengemasi pakaiannya.

Seulong menengok ke arah Hara, ia tersenyum lemah.

”Hara, maaf aku harus meninggalkanmu. Aku yakin Minho pasti bisa menjagamu”. Katanya pelan.

”oppa”. Hara menghampiri Seulong dan memeluknya.

”aku hanya ingin adik kecilku ini bahagia. Dan kupikir kau akan lebih bahagia bersama Minho”.

Hara menangis, terharu dengan kata-kata Seulong. Kata-katanya terdengar tulus, tidak ada rasa marah. Seulong memang selalu baik pada Hara, dan Hara sadar betul itu.

”aku mencintaimu Hara, tapi aku akan belajar untuk menyayangimu sebagai adikku”.

”gumawo oppa”.

”aku akan menjelaskan pada ayahmu. Semuanya akan baik-baik saja”.

 

Hari itu juga Minho dan Hara mengantar Seulong ke bandara Frankfurt. Seulong sebenarnya sedih, tapi ia berusaha terlihat bahagia di depan Hara dan Minho.

”Minho, kau harus menjaga Hara!”.

”tentu hyung”.

”dan Hara, kau harus selalu mengabariku. Ingat kau adalah adikku”.

Hara tersenyum, ”tentu oppa”.

”kalian harus jaga diri baik-baik”. Pesan Seulong sebelum ia pergi.

 

Hara masih memandangi sosok tinggi Seulong yang berjalan semakin menjauh. Ia sangat berterima kasih pada Seulong. Seulong telah banyak berkorban untuknya, dan Hara tahu sebenarnya Seulong merasa sakit hati tapi ia menutupinya.

Sekarang Hara tahu, makna cinta. Cinta bukan berarti harus memiliki, cinta juga bisa berarti ikut merasa bahagia melihat orang yang dicintai bahagia.

Ternyata definisi cinta itu luas. Seperti cinta Hara pada Minho yang tidak bisa didefinisikan.

 

”yeobo”. Minho memanggil Hara pelan, ia terlihat malu-malu saat mengatakan itu.

”mwo? Yeobo?”.

”kau adalah yeobo ku!”.

”tentu saja”.

Hara dan Minho tersenyum, lalu saling bergandengan tangan.

 

 

_end_

Iklan

14 thoughts on “Liebe dich

  1. oktaphan berkata:

    Uuuuugh. . Bhasa jerman. Keren. (屮゚Д゚)屮 kyak lg bca novel autumn in paris. Bedany ini d jerman. Si minho kyak org asia tenggara? >< Ad tuh tmenku pribumi asli, kyak minho mukany. Keren kak FF ny.

  2. rhaeFISHY 이동해 berkata:

    Aaaaa happy ending.
    Aku kira bakalan sad ending pas baca summarynya ><.
    Minho hara~
    Mereka ga bakalan bisa dipisahkan <

  3. MinHara.IS.Love berkata:

    Akhirnyaaaaa kamu nulis Minra lagi *sujud sukur*
    Baca fic ini somehow jadi inget Je’m appele Lintang… *bener gitu ga yah spellingnya?*
    Sukur sukur ini happy ending.. Tdinya aku pkr bakalan sad ending diliat dri summarynya..
    Seulong baik bgt yahh… lapang hati bgt jadi orang..
    terharu deh… Dan Minho untung masih mau denger penjelasan Hara…
    Happy ever after deh jadinya…
    hehehehe….

    Thanks for share…
    Share more minra please…

  4. myonewworld berkata:

    itu bahasa perancis ya kak? Ini kan jerman xD
    sama dimananya kak?
    Aku suka liat Hara sama Seulong, tp just brother and sister ship gak lebih. Seulong juga cocok jd kakaknya Hara 🙂

  5. Tifadut05 berkata:

    Aaaaa~ MINRA Longles ckck ><

  6. Hara4597 berkata:

    This is my 1st favourite couple from ShinRa!! MinRa really has a good chemistry! fanfic ni bagus skli. Sye suke sngt ❤
    Jlan ceritanya jge menarik~
    Kalo,Seulong dgn Hara tu xbyk prsamaan untuk djdikn couple…
    Seulong lebih sesuai sma Gyuri(IdolShow).
    Kalo, Minho dgn Hara lebih ssuai jdi psngn dlm ff.
    Tak terbyg dlmnya cinta Hara pda Minho…..
    AAAAAAH~~~Yg pting ffic ini bgus ! ^^

    Write MinRa ff more ya~
    Inform me through twitter je 😉
    MinRa JJANG!! ❤ Hwaiting! ( ^ __ ^ )

  7. myonewworld berkata:

    makasih ya udah baca ^^
    Huwah jd semangat nulis MinRa ff nih soalnya bnyk yg MinRa shipper 🙂

  8. dini berkata:

    minra awalnya rata2 tersakiti salah satunya but akhirnya jadi jg…
    seulong disini dewasa bisa menerima keadaan dengan lapang dada…
    menurutku seulong mang pantes jadi kakak buat hara…

  9. Tiya Hazlee berkata:

    sweet ceritanya……

  10. verrakim_ berkata:

    Oh so switt.
    Happy ending.
    Akhirnya seulong merelakan hara buat minho.
    ><

  11. _biepearl berkata:

    Yeeeeeeeeee *sujud syukur* Happy Ending~ Itu pake fotonya Seulong-Hara di Happy Together lg *shock*
    Ceritanya ngena banget lah kak . MinRa ,<
    Udah lama bgt nggak baca FF dan ini perdana 😀
    Nice fic kak 🙂
    Ini ngingetin aku sama novelnya Ilana Tan 🙂
    Share more ya kak ? 🙂

  12. myonewworld berkata:

    yeah asik perdana 😀
    banyak yg bilang ff ini mirip novel ilana tan, may be karena backgroudnya diluar negeri ya.
    *kalo soal apartemennya emg mirip sih, hehe

  13. yutakayan berkata:

    well walopun ga terlalu klop sama minra *ehem* tapi FF nya bagusssssssss!!! ceritanya bagus! berasa baca novel 😀 sempet panas sih liat foto pepero game nya hara-seulong -_- tapi yah… *abaikan* haha

  14. cicicipta berkata:

    kyaaaaaaaaaaaa nemu MinRa like bangeeettt!!! :))))

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s