hate you!

 

Author : kikyuzaraaa

Cast : Goo Hara, Choi Minho, Kang Jiyoung

Genre : family

 

 

******

 

Pemuda bernama Choi Minho itu berkali-kali meninjukan kepalan tangannya ketembok. Ia kesal, benar-benar kesal.

Setelah membaca surat yang ditinggalkan ayahnya sebelum meninggal, hati Minho jadi panas penuh amarah. Siapapun orangnya yang telah menyebabkan ayahnya bunuh diri, ia akan pastikan orang itu hancur. Biar ia bisa merasakan sakit hatinya. Minho bertekad membalaskan dendam ayahnya.

 

******

 

Hara memakaikan Jiyoung dasi. Adiknya ini meskipun sudah besar tapi tidak bisa memakai dasi sekolahnya sendiri. Setiap pagi Haralah yang memakaikannya.

“ingat ya jing, setelah pulang sekolah langsung pulang kerumah!”. Hara mengingatkan dengan tegas. Perannya menggantikan posisi ibu setelah ibu mereka meninggal dilakoninya dengan baik. Hara sangat menyayangi Jiyoung.

“siap bos!!”. Kata Jiyoung sambil tersenyum lebar.

 

Hara memastikan Jiyoung sampai disekolah dengan selamat. Ia mengantarkan Jiyoung ke sekolah sebelum pergi bekerja. Begitulah kegiatan Hara setiap paginya.

Tanpa Hara dan Jiyoung sadari, sepasang mata sedang mengamati mereka dari kejauhan. Mata itu menatap dengan penuh kebencian.

 

******

 

Jiyoung sedang menunggu bus yang akan membawanya pulang. Ia menuruti kata-kata kakaknya, langsung pulang kerumah setelah pulang sekolah.

Tapi saat itu bus yang biasanya datang tepat waktu belum juga muncul. Dan Jiyoung sekarang sendirian menunggu bus dihalte bus depan sekolahnya.

“aduh, bagaimana ini?? Lama sekali busnya”. Jiyoung menggerutu sendiri.

10 menit busnya belum juga datang, tapi kini Jiyoung tidak sendirian lagi karena ada seorang pemuda tampan yang juga sedang menunggu bus duduk disampingnya. Ya!! Pemuda itu benar-benar tampan. Jiyoung memperkirakan usianya pasti sepantar dengan eonnienya.

Rupanya pemuda tampan itu menyadari bahwa Jiyoung memperhatikannya. Ia menengok kearah Jiyoung, dan Jiyoung buru-buru mengalihkan muka.

Jiyoung dapat merasakan pemuda tampan itu masih menatapnya. Apa ada yang salah denganku? Tanya Jiyoung dalam hati.

“sepertinya busnya tidak datang hari ini”. Pemuda itu bicara.

“eh?”. Jiyoung memastikan disekitar mereka tidak ada orang lain selain dirinya dan pemuda itu. Berarti pemuda itu sedang bicara padanya.

“dimana rumahmu?”. Pemuda itu bertanya pada Jiyoung.

Jiyoung menunduk malu, ia tidak terbiasa bicara dengan orang yang tidak dikenalnya.

“lebih baik panggil taksi saja”. Saran pemuda itu.

“hmmp.. Tapi..”. Jiyoung ingin mengatakan ‘tapi uangku tidak cukup untuk naik taksi’ .tapi ia ragu mengatakannya pada pemuda yang tidak dikenalnya ini.

“percuma kita menunggu, aku yakin busnya tidak akan datang”. Kata pemuda itu lagi. Ia mengeluarkan handphonenya, “mau kupanggil taksi untukmu juga?”.

“tapi aku tidak ada uang untuk membayar taksi”. Kata Jiyoung pelan.

Pemuda itu tersenyum, “biar aku yang bayar”. Katanya.

Ia lalu memanggil dua taksi untuk Jiyoung dan dirinya sendiri. Ia memberikan supir taksi tersebut uang untuk membayar ongkos taksi Jiyoung, Jiyoung jadi tidak enak pada pemuda itu.

“gumawo”. Kata Jiyoung sebelum menaiki taksinya. Pemuda itu melambai pada Jiyoung sebelum ia sendiri menaiki taksinya.

 

*******

 

Hara menatap Jiyoung khawatir. Adiknya ini baru saja bercerita kemarin ada seorang pemuda yang membayarkan taksi untuknya.

“kau harus hati-hati jing! Jangan mudah percaya pada orang asing”.

Jiyoung menunduk, ia tahu pasti Hara akan memarahinya karena ia bicara dengan orang asing. Tapi Jiyoung tidak bisa berbohong pada Hara, kejadian sekecil apapun pasti ia ceritakan pada kakaknya ini.

“mian eonnie, tapi pemuda itu baik sekali. Kalau tidak ada dia mungkin aku tidak bisa pulang kerumah”. Jiyoung membela diri.

Hara mengelus rambut adiknya dengan penuh kasih sayang. Apapun akan ia lakukan untuk melindungi Jiyoung, adik tersayangnya.

“lain kali jangan diulangi lagi. Kau bisa memintaku menjemputmu kalau kau mau”.

“aku takut mengganggu pekerjaan eonnie”.

“tidak ada yang lebih penting bagiku daripada kau didunia ini. Bahkan pekerjaanku sekalipun”.

Hara yang bekerja sebagai seorang pengacara memang lebih sering berada diluar rumah. Ia baru pulang menjelang malam hari. Tapi sesibuk apapun Hara, ia masih menyempatkan diri menelpon Jiyoung dan memastikan adiknya ini baik-baik saja.

Terlebih lagi saat ini hanya Jiyounglah keluarga yang Hara miliki setelah ayah dan ibu mereka meninggal. Hara jadi sangat protektif pada Jiyoung.

 

******

 

Jiyoung terus terbayang akan wajah pemuda tampan yang menolongnya kemarin. Tapi kalau ia mengingat pesan eonnienya untuk tidak mudah percaya dengan orang asing, Jiyoung jadi takut. Siapa tahu pemuda itu jahat?? Tapi wajah pemuda itu terlalu tampan untuk menjadi seorang penjahat, Pikir Jiyoung.

 

Jiyoung agak kaget saat keluar dari gerbang sekolahnya ia melihat pemuda yang kemarin berdiri didepan sekolahnya. Pemuda itu melambai pada Jiyoung seakan memanggilnya. Tapi Jiyoung hanya diam saja, ia teringat kata-kata Hara.

“hai”. Pemuda itu menghampiri Jiyoung. “aku menunggumu”.

“ehm.. oppa mau menagih uang taksi ya?”. Tanya Jiyoung pelan.

Bukannya menjawab, pemuda itu malah tertawa.

“tentu saja tidak, aku hanya ingin berkenalan denganmu”. Pemuda itu mengulurkan tangannya. “namaku Choi Minho”. Katanya sambil tersenyum.

Dengan ragu Jiyoung menyambut uluran tangan pemuda itu.

“Kang Jiyoung”. Katanya pelan.

“kau suka es krim? Mau menemaniku makan es krim?”.

es krim?? Makanan favorit Jiyoung. Tapi sayangnya Hara tidak mengijinkan Jiyoung makan es krim terlalu banyak, sejak kecil Jiyoung hanya pernah memakan es krim beberapa kali. Dan sekarang ada yang menawarinya makan es krim. Mana bisa Jiyoung menolak.

 

Minho mengajak Jiyoung makan es krim ditoko es krim yang tidak jauh dari sekolah Jiyoung. Jiyoung sangat bersemangat, sudah lama ia ingin makan es krim disini.

“kau bisa pesan es krim sepuasmu. Aku yang traktir”. Kata Minho, ia perhatikan Jiyoung sangat menikmati es krimnya.

“kenapa oppa baik sekali padaku?”. Jiyoung bertanya dengan mulut penuh es krim.

Minho tersenyum, ia sendiri menikmati es krimnya dengan santai.

“karena aku menyukai anak manis sepertimu”.

Jiyoung membalas senyuman Minho, dalam hati ia berkata, “mana mungkin pemuda sebaik ini berniat jahat padaku”.

 

******

 

Hara agak curiga pada Jiyoung, semalaman Jiyoung batuk. Pasti adiknya ini makan sembarangan. Tenggorokan Jiyoung sangat peka. Tidak sembarangan makanan bisa diterima tenggorokannya.

“kau makan apa tadi?”. Hara menatap adiknya itu cemas.

Jiyoung menunduk, tidak menatap Hara. Itu pertanda Jiyoung telah melakukan sesuatu yang dilarang oleh Hara.

“kau harus menurut Jing, lihatkan bagaimana akibatnya? Kau jadi tidak bisa tidur karena terus terbatuk”.

Jiyoung diam saja, ia tidak mau menceritakan pada Hara bahwa tadi siang ia ditraktir es krim oleh pemuda asing. Jiyoung takut Hara marah.

Dengan sabar malam itu Hara menjaga Jiyoung. Ia menemani Jiyoung sampai adiknya itu tertidur.

Hara agak khawatir pada Jiyoung, adiknya ini sudah mulai tidak jujur padanya.

 

******

 

To Goo Hara

 

Kau harus menyaksikan adikmu mati. Datang ke atap gedung sekarang juga.

 

 

Hara mengernyit, wajahnya tegang. Apa maksud pesan yang baru diterimanya melalui sms ini. Jiyoung?? Harusnya Jiyoung sekarang berada disekolahnya.

Dengan panik Hara berusaha menghubungi handphone Jiyoung,tapi tidak aktif. Sampai akhirnya Hara menghubungi sekolah Jiyoung, guru Jiyoung bilang hari ini Jiyoung tidak sekolah. Padahal jelas tadi pagi Hara mengantarnya kesekolah.

 

Hara membaca pesan itu sekali lagi. Si pengirim pesan menyuruhnya datang ke atap gedung. Apa yang dimaksud adalah gedung kantor Hara.

Tanpa pikir panjang Hara berlari menuju lift yang membawanya ke atap gedung. Dengan napas tersengal-sengal karena panik. Ia menyaksikan Jiyoung sedang dalam pelukan seseorang, orang itu seperti siap mendorong Jiyoung ke bawah dari atas gedung.

“kau datang”. pemuda yang menyekap Jiyoung tersenyum pada Hara.

“Jiyoung.. Mengapa??”.

“adikmu ini terlalu bodoh, dia mudah saja percaya padaku saat aku mengajaknya bolos sekolah. Dia tidak semanis yang kau pikirkan Goo Hara”.

Mata Jiyoung menatap eonnienya dengan tatapan takut. Wajahnya pucat saking takutnya.

“eonnie..”. Jiyoung mulai menangis terisak.

“siapa kau? Mengapa kau lakukan ini?”. Teriak Hara histeris.

“kau ingat kejadian bunuh diri setahun yang lalu ditempat ini?”. Minho menatap Hara sengit.

Hara memutar otaknya, mengingat kejadian yang dimaksud pemuda ini.

Satu tahun yang lalu, saat itu Hara sedang menangani kasus korupsi. Seorang mafia yang menjadi tersangka memohon padanya agar Hara tidak menyeretnya kepengadilan. Namun Hara menolak, dan beberapa jam kemudian mafia itu ditemukan tewas bunuh diri dari atap gedung kantornya. Tempat dimana sekarang Hara berada.

“orang yang bunuh diri itu adalah ayahku. Aku ingin kau juga merasakan bagaimana sakitnya melihat orang yang kau sayangi mati”.

“TIDAK!!! Bukan Jiyoung yang salah. Jiyoung tidak ada hubungannya dengan ini”. Hara mulai menangis, ia takut terjadi sesuatu pada Jiyoung. Dan saat itulah Jiyoung melakukan gerakan tidak terduga. Ia menggigit tangan Minho dan mendorongnya sehingga Jiyoung bisa melepaskan diri dari Minho. Tapi Minho yang sedang tidak siap, justru malah terjatuh. Beruntung tangannya sempat memegang atap, Kini tubuhnya menggantung.

Hara memeluk Jiyoung, ia benar-benar merasa lega karena adiknya ini selamat.

Tanpa diduga Hara menghampiri Minho yang masih menggantung. Ia mengulurkan tangannya.

“kau..”. Minho menatap tangan Hara yang terulur.

Tangan Minho semakin tidak kuat menahan beban tubuhnya, dan akhirnya ia menyambut uluran tangan Hara. Dengan sekuat tenaga Hara menarik Minho, Jiyoung juga membantu Hara. Sampai akhirnya tubuh Minho terangkat dan selamat.

“kenapa kau menolongku?”. Minho menatap gadis berbadan mungil dihadapannya ini tidak percaya. Gadis itu adalah gadis yang ingin ia sakiti hatinya, tapi ternyata gadis itu malah menyelamatkan nyawanya.

“Jika dendam dibalas dengan dendam. Tidak akan pernah selesai”. Jawab Hara pelan. Matanya menatap Minho tajam. “aku minta maaf karena telah membuat ayahmu bunuh diri”.

Minho menunduk, ia merasa bodoh berhadapan dengan Hara. Gadis ini benar-benar istimewa, ia bahkan telah berbesar hati memaafkan Minho dan menolongnya.

“apa kau akan melaporkanku pada polisi?”. Tanya Minho lirih.

Hara tersenyum, “tidak ada yang jadi korban, untuk apa melapor pada polisi”.

Minho benar-benar kagum pada Hara, gadis ini berbeda. Ia sangat mengagumkan. Dan Minho dapat melihat ketulusan dari matanya.

“Minho oppa”. Jiyoung menghampiri Minho. Ia memegang tangan Minho erat. “aku tahu sebenarnya oppa tidak jahat”. Katanya sambil tersenyum.

“aku mau Minho oppa jadi oppaku. Eonnie.. Dia tampankan?”. Jiyoung menarik tangan Hara dan menyatukannya dengan tangan Minho.

“Jiyoung~aa”. Minho menatap Jiyoung, “aku tidak bisa, aku terlalu jahat untuk menjadi oppamu”.

Hara tersenyum pada Minho.

“kau bukan orang jahat, kalau kau memang jahat mengapa tadi kau tidak langsung mendorong Jiyoung? Aku tahu hatimu tidak jahat, hanya saja kau dipenuhi dendam”.

Minho menatap Hara tidak percaya, gadis ini benar-benar mengagumkan. Ia bahkan terlihat sama sekali tidak marah padanya.

“jika dendam dibalas dendam tidak akan pernah ada habisnya”. Kini Hara menggandeng tangan Jiyoung, mengajaknya pergi.

Tapi sebelum Hara berbalik pergi Minho memanggilnya.

“Mianhae..”. Kata Minho pelan, tapi bibirnya tersenyum lemah.

 

Inilah pelajaran yang Minho dapat dari seorang Goo Hara. Gadis yang terlihat biasa namun ternyata berjiwa besar. Diam-diam Minho mulai mengagumi Hara.

Dan detik itu juga Minho telah melupakan dendamnya. Hara benar, jika dendam dibalas dendam tidak akan ada habisnya.

 

_end_

Iklan

8 thoughts on “hate you!

  1. MinHara.IS.Love berkata:

    Ide ceritanya menarik. Tpi sayang cm dijadiin OS jdi plotnya terasa kurang jelas karena alurnya agak terburu-buru.
    Kalo ini dijadiin series, pasti jd lebih bagus lagi..
    Jing sih, makanya Jing nurut apa kata org tua..
    Jgn mau aja ikut sm org asing.. Mentang2 cakep stranger-nya maen ikut-ikut aja..
    Emang org cakep pikirannya ga bs aneh2?? Hahahaha..
    Jdi ceritanya akhirnya Minho mulai tertarik nh yee sm Rara…
    hhahahaha ssip lah..
    Share more Minra fic please…

  2. Tiya Hazlee berkata:

    menarik ceritanya…..tapi ceritanya sedikit tergantung…tapi tetap best…

  3. dini berkata:

    ceritanya nanggung…cb kalo sdikit lebih panjang mungkin lebih bagus…tapi idenya okelah…

  4. _mymiki berkata:

    ikutan baca yah!
    jingnya imut disini, suka sama karakter dia. bener kata vee di atas, kalo dipanjangin dikit bakal lbh bgus. tapi ini udah bagus kok, aku suka ide ceritanya. cuma sayang aja karakter bencinya minho kurang menonjol.
    thx for share!

  5. keiriangel_ berkata:

    persis kayak kata kak firli..
    plot ceritanya uda bagus.. tapi sayang dibuat onesoot, jadi plot nya kurang jelas.. istilahnya sih kurang gregetnya.. masih di tengah jalan..
    kalau misalnya dipanjangin lg pasti bgus tuh.. ^^

  6. oktaphan berkata:

    Cie cieeeeeeeeee. . Si hara dewasa bgd y. . Ntu si minho aj smpe terpesona.

  7. setuju sama kak vee dan kak miki.. alurnya kalo dijadiin series bisa lebih bagus lagi.. kesannya gak keburu-buru gitu.
    bikin versi seriesnya unn haha..

  8. Cicicipta berkata:

    Kereeeen!!! Kyaaaaa hara baik banget yaaa ngelindungin jjing xD aaaah aaaaaaah kenapa ini fic daebak sekaliii??? Karakter minho ngena banget dihati! Apalagi pas dia ditolong hara uhh kebayang banget >< Keren banget DAEBAKKK!!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s