cause i’m stupid

 

Author: kikyuzaraaa

Cast : Yoo Seungho, Park Jiyeon, Lee Taemin

Genre : romance, sad, angst

 

*Cerita ini original punyaku, tapi udah pernah diposting dibeberapa blog. aku repost lagi di wp yang ini, yg udah pernah komen, tetep komen lagi ya ^^*

 

 

 

-yoo seung ho pov-

Gadis itu bernama park jiyeon, gadis yang sudah 5 tahun aku cintai. Dia gadis yang sudah 2 tahun kunikahi. Pernikahan ini bukan keinginan kami, aku memang mencintainya tapi tidak pernah ada keinginan untuk menikahinya secara paksa.

2 tahun yang lalu, saat itu orang tuaku mengetahui bahwa aku sangat mencintai jiyeon teman satu sekolahku. Kami baru saja lulus SMA saat kedua orang tuaku dan orang tua jiyeon menjodohkan kami. Orang tua jiyeon adalah kerabat dekat keluargaku. Keduanya sama2 setuju untuk menikahi kami meskipun saat itu kami masih sangat muda.

Hari pernikahan itu pun datang, aku tidak bisa menyembunyikan rasa bahagiaku karna akhirnya jiyeon menjadi milikku. Namun kebahagianku tidak bertahan lama, karna aku melihat jiyeon yang duduk disampingku sambil menangis. Aku tahu apa yang ada dihati jiyeon, ia tidak mencintaiku dan dihatinya hanya ada lee taemin. Aku tahu jiyeon dan taemin saling mencintai, tp jiyeon tidak bisa membangkang keinginan orang tuanya untuk menikah denganku.

 

2 tahun kami menikah, belum pernah sekalipun aku menyentuh tubuh jiyeon. Yang kulakukan hanyalah menjaganya agar tetap tersenyum. Tapi aku bodoh, karna aku tidak tahu bagaimana caranya membuat jiyeon tersenyum. jiyeon selalu diam saat kuajak bicara, jiyeon tidak pernah tertawa saat aku melucu, yang ia lakukan hanyalah melamun.

 

suatu hari jiyeon mencoba bunuh diri, ia sengaja berdiri dijalan raya dan tertabrak sebuah mobil yang sedang melaju kencang. Untunglah nyawanya terselamatkan. Tapi kakinya patah, ia tidak bisa berjalan untuk sementara waktu. Aku selalu menemaninya, menjaganya dengan penuh kasih sayang sampai akhirnya jiyeon sembuh.

 

Belakangan ini aku merasakan tubuhku semakin lemas, dadaku sering sakit. Entah apa yang terjadi padaku, aku tidak terlalu memikirkannya. Yang terpenting bagiku adalah menjaga jiyeon.

 

Suatu hari kutemukan jiyeon berada didapur, ia membuatkan sarapan untukku dan tersenyum padaku. Ia berkata padaku sambil menatap kedua mataku.”mianhae, cause im stupid”.

Lalu ia mendekat padaku dan memelukku. “saranghae”. Bisiknya ditelingaku.

Entah apa yang terjadi padaku, mungkin aku terlalu senang sampai jantungku berdetak tidak normal dan terasa sakit sehingga membuat dadaku sesak. Detik kemudian aku merasa pandanganku gelap.

 

-jiyeon pov-

Hatiku sakit saat kedua orangtuaku mengatakan bahwa mereka akan menjodohkanku dengan anak kerabat mereka. Aku ingin memberontak karna aku tidak mencintai lelaki yang akan menjadi suamiku itu. Aku hanya mencintai lee taemin.

Tapi hatiku tak tega menolak permintaan mereka. Aku sadar jika aku menolaknya mereka akan sangat kecewa padaku. Akhirnya aku menyetujui pernikahan itu.

Aku dan seung ho menikah. Bahkan kami saat itu masih sangat muda, kami baru lulus SMA. Aku tahu seung ho mencintaiku, tapi hatiku menolak untuk mencintainya.

Sudah 2 tahun aku menikah, seung ho selalu berusaha membuatku bahagia. Ia bahkan tidak pernah menyentuh tubuhku. Dalam hati aku merasa kasihan padanya, tp aku tetap tidak bisa berakting manis didepannya. Aku tetap diam, dan sibuk dengan duniaku sendiri. Aku sadar aku banyak melamun, tapi seung ho dengan sabar berusaha membuatku tersenyum meskipun selalu gagal. Rasanya aku masih tertekan dengan pernikahan ini.

Suatu hari rasa tertekanku semakin memuncak, aku ingin bebas. Aku ingin menentukan pilihanku sendiri. Terpikir olehku jalan satu2nya adalah kematian.

Aku berdiri dijalan raya, saat itu banyak mobil yang melaju kencang dan aku dapat merasakan hantaman menyakitkan saat tubuhku tertabrak mobil.

Aku gagal, aku tidak mati. aku tersadar, dan berada dirumah sakit dengan kondisi kakiku yang patah. Seung ho menyambutku dengan senyumannya, ia membelai rambutku dan berjanji akan menjagaku.

Hari demi hari berlalu, seung ho selalu menemaniku dan dengan sabar ia membantuku agar bisa berjalan lagi. Ia selalu menuntunku dan memegangku saat aku belajar berjalan. Pelan2 aku merasakan hatiku mulai mencintainya, aku mencintai suamiku.

 

Pagi itu aku sengaja bangun lebih pagi, kakiku sudah sembuh dan aku sudah bisa berjalan kembali. Aku membuatkan sarapan untuk seung ho dan saat seung ho sampai diruang makan aku menyambutnya dengan senyuman.

Aku menatap kedua bola matanya, lalu berkata ”mianhae, cause im stupid”.

Lalu aku berjalan mendekat kearahnya dan memeluknya lalu berbisik ditelinganya ”saranghae”.

Tiba2 tubuh seung ho terlepas dari pelukanku. aku menahan tubuhnya agar tidak jatuh, kulihat ia seperti sesak napas lalu pingsan.

“jagiyaa.. Ireonaseyoo..”. Kataku panik sambil mengguncang tubuhnya. Tapi tubuh seung ho sama sekali tidak bergerak.

 

Aku membawa seung ho kerumah sakit. kedua orang tua seung ho yang sudah kukabari segera datang.

“jiyeon-aa eotteokhae dwaengoya??”. *jiyeon kenapa bisa begini* . Kata ibu seung ho sambil menangis.

aku hanya diam, karna aku sendiri tidak tahu apa yang terjadi.

lalu dokter keluar dan memberi tahu bahwa seung ho sedang sekarat karena penyakit jantungnya sudah sangat parah. Aku kaget mendengarnya karna aku tidak tahu seung ho menderita penyakit jantung.

“jiyeon-aa mianhae, kami tidak memberitahumu, bahkan seung ho sendiri tidak tahu tentang penyakitnya”. Kata ibu seung ho .”dari lahir jantung seung ho memang lemah dan dokter bilang usianya tidak akan lama lagi”.

Ibu seung ho menangis, tapi ia tetap berusaha tegar menceritakan semuanya padaku.

“dulu aku dan ayah seung ho sangat takut seung ho tidak bisa hidup lama, lalu saat SMA aku tahu seung ho mencintaimu dan akhirnya kami menikahkan kalian meskipun saat itu kalian masih sangat muda dengan harapan agar seung ho bisa terus hidup bahagia sampai akhir hayatnya dengan wanita yang ia cintai”.

deg.. Hatiku mencelos mendengar pernyataan ibu seung ho. Ternyata aku dinikahkan dengan seung ho pada akhirnya untuk ditinggal mati oleh nya. Tentu hal itu menjadi pukulan besar bagiku, fakta bahwa hidup seung ho tidak lama lagi membuatku membenci diriku sendiri yang telah menyia2kan waktuku bersama seung ho selama 2 tahun.

 

Aku membuka pintu ruang rawat seung ho. Kulihat seung ho tertidur diatas ranjang pasien dengan macam2 kabel yang entah apa namanya memenuhi tubuhnya. Sementara dimulutnya di masukan selang oksigen yang membuat pipinya agak menggembung.

Suara mesin pendeteksi jantung mendominasi diruangan ini, tapi bagiku suaranya terdengar menyeramkan.

Aku mendekati tubuh seung ho, berdiri disampingnya, menggenggam tangan kanannya yang tidak dipasang infus.

kurasakan air mataku menetes, segera aku menghapusnya. Aku tidak mau saat seung ho sadar nanti ia melihatku menangis.

“gwaechana, aku tegar menghadapi ini”. Kataku sambil memaksakan senyuman.” Aku yang salah karna tidak menjagamu selama ini, aku yang salah karna tidak pernah menganggapmu ada, aku yang bodoh karna menyia2kan cintamu. Mianhae”. Bisikku ditelingannya.

“jeongmal mianhae seung ho-yaa .Jeongmal saranghae jagiya..”. Aku terus mengulang2 kalimat2 itu. Memohon maaf dan menyatakan cintaku, dengan harapan seung ho dapat mendengarnya.

 

Ternyata tuhan mendengar permohonanku untuk membuat seung ho sadar. setelah 2 hari tidak sadarkan diri akhirnya seung ho sadar, ia terbangun saat aku sedang membelai rambutnya. Ia menyadari kehadiranku, mencoba tersenyum tapi tidak bisa karna dimulutnya ada selang oksigen.

“jangan memaksa, sudahlah”. Kataku.

Tapi seung ho terus memaksa, ia memberi kode padaku untuk meminta suster melepas selang dimulutnya. Aku menurut, segera kupanggilkan suster. Tadinya suster tersebut tdk mau menuruti kata seung ho dengan alasan bisa berbahaya jika selangnya dilepas.

Tapi seung ho memberi gerakan memberontak. Akhirnya selang tersebut dilepas, dan diganti dengan selang oksigen yang ukurannya lebih kecil dan dimasukkan melalui hidung.

“kau nakal ya!”. Kataku sambil membelai pipi seung ho. Ia tersenyum padaku, mata sipitnya tenggelam dalam senyumannya. Benar2 membuatku gemas sekaligus menyesal karna selama ini telah menyia2kan senyuman manisnya.

“jeongmal mianhae, mianhae..”. Aku terus meminta maaf padanya.

“annio, kau tidak salah”. Bisiknya pelan. ”uljima!”. Katanya saat melihatku mulai menangis. Pelan2 jari jangannya berusaha menghapus air mata dipipiku.

“gomawo”. Kataku, memegang tangan seung ho dipipiku.

seung ho menggangguk pelan sambil tersenyum. Lalu ia menyuruhku menunduk, aku mendekatkan wajahku ke wajahnya.

Seung ho mengecup keningku pelan, lalu membelai rambutku.

“kau harus tau ini park jiyeon, aku selamanya akan mencintaimu. Jeongmal saranghae”. Katanya.

aku memejamkan mataku, merasakan hatiku bergetar saat mendengarnya mengatakan itu.

Detik kemudian semuanya seperti mimpi, aku melihatnya memejamkan mata, lalu terdengar bunyi nyaring dari alat pendeteksi jantung, dan saat itu juga dokter datang memeriksa seung ho lalu memberi tahukan padaku bahwa seung ho sudah meninggal.

—-

Dear park jiyeon

 

Seandainya aku bisa menukar hidupku dengan kebahagianmu, pasti akan kulakukan. Karna aku ingin membuatmu tersenyum seperti saat kau belum menikah denganku.

Mianhae, membuatmu menderita karna menikahiku.

Tapi kau harus tahu bahwa aku selamanya mencintaimu. Bahkan jika harga yang kubayar untuk mencintaimu adalah kematian, aku akan tetap mencintaimu.

Jeongmal saranghae..

 

Your husband.

Seung ho

 

Jiyeon menangis terisak membaca surat seung ho yang ia temukan terselip disalah satu buku miliknya. Ia tahu seung ho menyelipkan surat ini saat ia berada dirumah sakit karna kecelakaan.

Dalam hati jiyeon berjanji akan menyimpan surat ini baik2, surat yang berisi pernyataan cinta seung ho.

“jeongmal saranghaeyoo”. Bisiknya sambil menatap foto seung ho yang terpajang didinding kamarnya.

 

_end_

dont forget leave your comment!

Iklan

3 thoughts on “cause i’m stupid

  1. widia berkata:

    so sad :(.. kasian bgt sih mereka..
    tp ceritanya keren kok ..
    2 jempol deh bwt authornya ^^

  2. myonewworld berkata:

    gumawo ya buat first komennya ^^

  3. yuniarharyanti berkata:

    kenapa biasku mendapatkan akhir cerita yang selalu seperti ini ya ? 😦

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s