Chocolate love

 

Author : kikyuzaraaa

Cast : Kang Jiyoung, Lee Taemin, Choi Sulli, Shin Dongho, Lee Jinki/Onew

Genre : family, romance

 

”sebuah pertemuan yang diawali dari sebatang coklat”

******

 

Jiyoung berdiri didepan cermin, ia merasa tidak nyaman dengan gaun pesta yang ia kenakan. Hari ini adalah hari pernikahan ummanya. Setelah 4 tahun ayah jiyoung meninggal, akhirnya umma memutuskan untuk menikah lagi dengan seorang pengusaha korea yang lama tinggal di jepang.

Kata umma pengusaha itu mempunyai seorang anak laki2, dan jiyoung sama sekali belum pernah bertemu dengan anak laki2 yang umurnya lebih tua dari dirinya itu. Hari ini anak laki2 yang akan menjadi kakak jiyoung itu akan hadir dipernikahan. Dan jiyoung merasa gugup.

“umma, aku benar2 merasa tidak nyaman”. Kata jiyoung sambil bermanja dengan ibunya.

“kenapa? Kau cantik sekali dengan gaun itu jing”. umma tersenyum menenangkan anak gadisnya yang cantik ini.

“aku juga takut bertemu kakak tiriku”.

Umma mengelus rambut panjang jiyoung dengan lembut.

“tenanglah sayang, umma yakin kau akan cepat akrab dengan taemin. Dia anak yang baik”.

 

Tapi apapun yang dilakukan ummanya tetap saja belum bisa menghilangkan rasa gelisah dihati jiyoung.

 

Resepsi pernikahan dimulai, jiyoung harap2 cemas menunggu kehadiran kakak tirinya. Kini ummanya sedang mengucap janji suci pernikahan dengan appa barunya. Jiyoung senang akhirnya umma bisa menemukan laki2 yang menyayanginya, jiyoung tahu selama ini ummanya sangat kesepian setelah kepergian ayahnya.

 

Seorang pemuda duduk disamping jiyoung, ia datang terlambat. Jiyoung baru menyadari sesuatu. tempat duduk disebelahnya itu harusnya ditempati oleh kakak laki2nya, berarti pemuda yang duduk disampingnya ini adalah anak appanya.

Jiyoung memperhatikan pemuda yang duduk disampingnya, tatapan pemuda itu terfokus pada kedua mempelai yang sedang mengucap janji didepan altar. Ia sama sekali tidak menengok ke arah jiyoung.

“oppa”. Panggil jiyoung pelan. Tapi pemuda yang duduk disampingnya itu tidak menengok dan seakan tidak mendengar.

‘aduh bagaimana ini??? Aku gugup kalau harus menyapanya duluan’ gumam jiyoung dalam hati.

Pemuda itu melirik sekilas pada jiyoung, tapi mukanya terlihat datar dan sama sekali tidak ada senyum dibibirnya.

 

Setelah mengucap janji pernikahan, dan dinyatakan sebagai suami istri kedua mempelai langsung dirubung ucapan selamat dari tamu yang datang.

Jiyoung merasa kesulitan untuk menemui ibunya. Jadi ia putuskan untuk mengambil minuman yang disediakan.

Saat itu jiyoung melihat pemuda yang tadi duduk disampingnya sedang berdiri sendirian menjauhi keramaian. Jiyoung tertarik untuk mendekatinya.

“annyeong..”. Sapa jiyoung pada pemuda itu. Pemuda itu lagi2 hanya melirik jiyoung sekilas.

“taemin oppa?”.

Pemuda itu tidak merasa heran saat jiyoung memanggil namanya.

“jadi kau ya adik tiriku?”. Tanyanya tanpa ekspresi.

jiyoung merasa tidak suka dengan cara bicara taemin.

“ne, namaku kang jiyoung”. Jiyoung mengulurkan tangannya. Tapi taemin diam saja, jadi jiyoung menarik uluran tangannya kembali.

“oppa baru kembali dari jepang ya?”. Jiyoung tidak menyerah, ia tetap berusaha mengakrabkan diri dengan taemin. “bagaimana disana? Apakah kau betah tinggal disana?”. Jiyoung terus bertanya.

“berisik! Cerewet!”. Kata taemin ketus, ia lalu berjalan meninggalkan jiyoung. Jiyoung merasa sakit hati dengan ucapan taemin. Kenapa taemin seperti tidak menyukainya?

 

******

Jiyoung kaget saat ummanya bilang taemin akan pindah sekolah kekorea dan akan satu sekolah dengan jiyoung. Sebenarnya ia tidak keberatan, tapi kalau mengingat perlakuan taemin padanya rasanya ia jadi sakit hati.

“kau baik2 dengannya ya jing. Taemin terbiasa menyendiri, jadi wajar saja kalau dia tidak suka diganggu”. Kata umma

 

Sore itu taemin benar2 datang kerumah jiyoung, ia membawa semua barang2nya karena akan menetap dirumah jiyoung.

Rumah jiyoung memang lumayan besar,rumah itu adalah warisan dari ayah kandungnya .

Taemin menempati kamar yang berada persis disamping kamar jiyoung.

Jiyoung sudah berusaha untuk bersikap tidak peduli pada taemin. Tapi tetap saja ia tidak bisa. Bagaimanapun taemin adalah kakaknya sekarang.

 

“oppa, umma memanggilmu untuk sarapan”. Kata jiyoung didepan pintu kamar taemin pada suatu pagi. Ia sudah berpakaian seragam rapih.

Tidak ada jawaban dari taemin, jiyoung mengetuk pintu kamarnya.

“oppa.. Sudah bangun belum?”. Kata jiyoung agak keras agar taemin mendengarnya. tapi tetap tidak ada jawaban. Akhirnya jiyoung menggedor pintu kamar taemin, ia pikir taemin masih tidur.

Tiba2 pintu kamar terbuka, taemin berdiri dihadapan jiyoung sudah berpakaian seragam yang sama dengan jiyoung.

“tidak perlu keras2. Aku sudah bangun!!!”. Kata taemin kesal karena jiyoung menggedor pintunya terlalu keras.

Taemin lalu melengos pergi, lagi2 jiyoung hanya menatap punggung kakak tirinya itu dengan tampang sebal.

”kenapa harus membentak? Kan dia bisa bicara baik2”. Gerutu jiyoung.

 

******

Taemin dan jiyoung diantar supir mereka kesekolah. Ini pertama kalinya bagi jiyoung satu mobil dengan seorang pemuda. Dan jiyoung gugup karenanya.

Mereka sampai disekolah, taemin sama sekali tidak bicara pada jiyoung. Ia langsung berjalan masuk tanpa menunggu jiyoung.

“oppa..”. Jiyoung mengejar taemin yang berjalan cepat. “memangnya oppa tahu dimana letak kelas oppa?”. Tanya jiyoung begitu langkahnya sudah sejajar dengan taemin.

“memangnya aku tidak punya mulut untuk bertanya?”. Jawab taemin ketus.

“biar aku antar”. Jiyoung menggandeng tangan taemin, tadinya taemin ingin melepaskan tangannya dari tangan jiyoung, tapi pegangan jiyoung terlalu keras, sehingga akhirnya taemin pasrah saja saat jiyoung menggandengnya.

“ini kelasmu”. Kata jiyoung saat mereka tiba didepan ruang kelas bertuliskan ‘3-a’

taemin langsung masuk kekelasnya tanpa bicara apapun pada jiyoung.

‘dia kenapa sih?’ kata jiyoung dalam hati. Ia sebal karena taemin selalu cuek padanya.

 

******

Jiyoung sedang duduk dikantin bersama temannya sulli, saat tiba2 mendadak kantin ramai. Mata jiyoung terbelalak saat melihat taemin sedang dikeroyok kakak kelasnya disudut kantin. Jiyoung segera berlari mendekati mereka.

“ya!!! Apa2an ini?”. Teriak jiyoung pada mereka.

Gerombolan kakak kelas jiyoung itu tidak mendengar, ia terus memukul taemin.

“HENTIKAN!!!”. Jiyoung menerobos masuk diantara kakak kelasnya itu, ia berusaha melindungi taemin dari pukulan. Hasilnya, jiyounglah yang akhirnya kena pukul.

“jangan pukul kakakku!!!”. Kata jiyoung sambil menangis, ia menahan sakit akibat terkena pukulan. Sementara taemin sudah babak belur dan lemas.

Untunglah tidak lama kemudian, ketua osis datang dan melerai perkelahian itu.

“kalian tidak apa2?”. Tanya onew sang ketua osis pada jiyoung dan taemin.

Jiyoung masih menangis, sementara taemin diam saja menahan sakit.

Onew membawa jiyoung dan taemin ke ruang UKS, untuk mengobati luka2 mereka.

“gumawo oppa”. Kata jiyoung pada onew.

Onew tersenyum, “lain kali kalau ada perkelahian lagi, kau jangan melerai sendirian. Panggil aku”. Kata onew ramah. Jiyoung tersenyum pada onew, berterima kasih karena ketua osisnya ini sangat baik.

Onew meninggalkan jiyoung dan taemin berdua di UKS. Luka taemin cukup parah, hidungnya terus menerus mengeluarkan darah.

“bodoh!!!”. Tiba2 taemin bersuara. “kenapa kau malah menolongku?”. Taemin menatap jiyoung.

“aku tidak bisa membiarkan oppa dikeroyok begitu saja”. Kata jiyoung pelan.

Ada rasa bersalah dihati taemin karena membiarkan jiyoung terlibat masalahnya, terlebih lagi wajah jiyoung memar karena terkena pukulan.

“lain kali tidak usah membantu”. Kata taemin, kali ini nada bicaranya agak melunak karena rasa bersalahnya pada jiyoung.

“memangnya tadi kenapa sih? Kenapa oppa sampai dipukuli?”.

“mana kutahu”. Jawab taemin seadanya. Jiyoung tidak bertanya lagi, mereka sama2 diam.

 

******

Taemin dan jiyoung baru sampai rumah, mereka dapat mendengar suara kedua orangtua mereka yang sedang berbincang diruang tamu dari luar.

Taemin tiba2 menghentikan langkahnya saat mereka sampai didepan pintu.

“kau masuk duluan?”. Kata taemin pada jiyoung. Taemin memberikan tatapan seakan ia tidak mau dibantah. Jadi tanpa banyak tanya, jiyoung masuk kerumahnya sendirian sementara taemin malah berjalan keluar kembali.

 

Taemin belum pulang sampai larut malam. jiyoung sangat mengkhawatirkan kakaknya itu. Ia merasa bersalah, karena seharusnya ia tadi bertanya kemana taemin pergi.

“dia tidak mengaktifkan handphonenya, kemana sebenarnya ia pergi? Kalau appanya tahu ia bisa dimarahi”. Umma jiyoung sama cemasnya dengan jiyoung. Ia terus berjalan mondar mandir tidak karuan saking cemasnya. Untungnya appa tiri jiyoung sedang tidak ada dirumah.

Saat itu pintu rumah terbuka, taemin masuk dengan tampang sama sekali tidak bersalah karena sudah membuat orang rumah cemas.

“kau kemana saja?”. Tanya umma, ia bersyukur karena taemin pulang dengan semangat.

Taemin hanya menatap umma sekilas, lalu menaiki tangga dan masuk kekamarnya tanpa mengatakan apapun.

“apa yang salah denganku”. Kata umma jiyoung pelan. Ia merasa gagal menjadi ibu bagi taemin.

Jiyoung mendekati ummanya, ia memeluk ummanya itu dari belakang.

“tidak ada yang salah, memang sikapnya seperti itu”. Bisik jiyoung meyakinkan ummanya.

Umma hanya tersenyum. Bersyukur karena ia memiliki anak sebaik jiyoung.

 

******

 

Taemin tidak bicara sama sekali pada jiyoung. Meskipun besoknya mereka pergi kesekolah bersama seperti biasa, tapi sama sekali tidak ada interaksi diantara mereka.

 

Sore itu suasana rumah terasa sepi. Jiyoung dan Taemin duduk berdua dimeja makan. Sibuk menyantap makanannya masing2.

“umma dan appa tidak pulang, mereka akan menginap dijaeju”. Jiyoung hanya sekedar memberi informasi, tidak mengharapkan jawaban dari taemin. Tapi justru taemin kali ini menjawabnya.

“pembantu?”. tanyanya singkat.

Jiyoung agak kaget mendengar taemin bicara.

“pembantu kan tidak menginap, ia pulang setelah pekerjaannya selesai. Sekarang kita benar2 berdua”.

Taemin tidak menjawab lagi, sibuk menyantap makanannya.

 

Tengah malam, taemin masih belum tertidur. Diluar hujan turun dengan deras, kilat menyambar terdengar mengerikan.

Samar2 taemin dapet mendengar suara isakan. Ia penasaran, siapa yang menangis ditengah malam seperti ini. Setelah dicari sumber suaranya ternyata berasal dari kamar jiyoung yang terletak disamping kamar taemin.

Taemin khawatir dengan jiyoung, ia mengetuk pintu kamar jiyoung. Tidak ada jawaban, tapi masih terdengar suara tangis. Akhirnya taemin membuka pintu kamar jiyoung yang tidak terkunci.

Taemin melihat jiyoung duduk disudut lantai kamarnya, ia menutupi wajahnya dengan tangan. Tubuhnya bergetar. Suasana kamar jiyoung gelap karena lampunya dimatikan. Taemin menyalakan lampu kamar jiyoung, lalu mendekati jiyoung.

“hei..”. Taemin menepak bahu jiyoung pelan. Jiyoung tidak bereaksi, ia terus menangis. “kau kenapa?”.

Jiyoung perlahan menatap taemin, matanya sembab karena air mata.

“a..ku ta..kut”. Kata jiyoung masih gemetaran.

“kenapa?”. Taemin benar2 terdengar seperti seorang kakak yang mencemaskan adiknya.

“mimpi buruk”.

Taemin mengusap pipi jiyoung yang basah karena air mata. “sudahlah, kan sekarang sudah terbangun. Sudah tidak mimpi buruk lagi”.

“tapi aku takut tidur, aku takut mimpi buruk lagi”. air mata jiyoung kembali menetes dari sudut matanya.

“jangan menangis, ayo keluar dari sini. Ikut aku”. Taemin menuntun jiyoung membawanya keruang TV, ia mendudukan jiyoung disofa lalu menyalakan TV. “tunggu sebentar”.

Taemin masuk kedalam kamarnya, ia mengambil sesuatu lalu membawanya keruang TV.

“makan ini jing, kau akan merasa lebih baik”. taemin menyerahkan sesuatu yang tadi ia ambil dari kamarnya, ternyata itu adalah sebatang coklat.

Jiyoung menurut, ia memakan coklat yang taemin berikan. Coklat memang memberi efek lebih baik pada perasaan. Pelan2 ia sudah bisa melupakan ketakutan akan mimpinya tadi.

“gumawo oppa”. Jiyoung senang karena taemin malam ini bersikap baik padanya. Ia benar2 seperti seorang kakak.

 

Jiyoung dan taemin tertidur disofa sampai pagi. Saat bangun jiyoung tersenyum melihat taemin yang tertidur disofa yang ada disampingnya. Ia sekarang merasa benar2 mempunyai seorang kakak.

 

******

 

Taemin sedang berjalan melewati kelas jiyoung, dan saat itu ia melihat jiyoung menangis dan berlari kekamar mandi. Taemin mengejar jiyoung, ia menunggu jiyoung didepan kamar mandi.

Saat jiyoung keluar ia kaget melihat taemin menunggunya. Mata jiyoung masih merah karena habis menangis, tapi ia memaksakan diri tersenyum pada taemin.

“kau kenapa?”. Tanya taemin pada adiknya itu.

jiyoung menunduk, menyembunyikan wajahnya dari taemin.

“bukan urusan oppa”. Katanya, ia tidak ingin taemin tahu masalahnya.

“tentu saja ini urusanku. Kau itu adikku!”.

Jiyoung mengangkat wajahnya, tidak percaya dengan yang taemin katakan. Barusan taemin mengatakan bahwa ia adalah adiknya, entah mengapa jiyoung senang mendengar taemin mengatakan itu.

“aku baik2 saja oppa. Jangan khawatirkan aku”. Lagi2 jiyoung memaksakan senyuman. Taemin tidak memaksa jiyoung untuk menceritakan masalahnya, tapi ia berjanji dalam hati akan mencari tahu penyebab jiyoung menangis.

 

Taemin berpapasan dengan sulli sahabat jiyoung. Ia mengajak sulli bicara berdua, untuk menanyakan apa yang menyebabkan jiyoung menangis tadi.

“jiyoung menangis karena dongho”. Kata sulli.

“dongho?”. Taemin merasa asing dengan nama dongho.

“dongho itu pacar jiyoung, tapi sekarang sudah jadi mantan. Dongho berselingkuh dengan suzzy”. Jelas sulli.

Setelah berterima kasih pada sulli karena telah menjelaskan semuanya, taemin segera mencari anak laki2 bernama dongho itu. Ia ingin membuat perhitungan dengannya karena telah menyakiti hati jiyoung.

 

Taemin memukuli dongho, saking kesalnya sampai ia tidak sadar dongho sudah babak belur karena pukulannya. Saat itu jiyoung datang melerai mereka. Jiyoung menangis melihat taemin yang memukuli dongho sampai ia terluka parah.

“oppa.. Tolong berhenti”. Pinta jiyoung sambil menangis. Tapi taemin terus memukuli dongho. Sampai akhirnya jiyoung memeluk taemin, menahan tubuhnya agar tidak memukul dongho lagi.

“jangan oppa.. Tolong”. Kata jiyoung, ia masih memeluk tubuh taemin. “dongho.. Kau pergilah!”. Jiyoung menyuruh dongho pergi agar taemin tidak memukulinya lagi. Dongho segera bangkit berdiri dan pergi meninggalkan mereka dengan langkah pincang karena kakinya terkena pukulan taemin.

“kenapa oppa memukulinya?”. Jiyoung melepaskan pelukannya, ia masih menangis.

Taemin menatap wajah jiyoung, ia menghapus air mata yang keluar dari sudut mata jiyoung.

“itu semua karena aku sayang padamu”. Jawab taemin pelan.

“kenapa oppa seperti ini?? kenapa sikap oppa mendadak berubah? Dulu oppa tidak peduli padaku, mengapa sekarang oppa peduli padaku?”.

Taemin terduduk lemas, ia menunduk.

“ternyata benar.. Kau telah melupakanku. Kau sama sekali tidak mengingatku. Padahal semalam aku sengaja memberikanmu coklat, tapi ternyata tetap saja kau tidak ingat”. Kata taemin sambil menunduk, air matanya menetes.

Jiyoung tidak mengerti maksud dari ucapan taemin, tapi ia ikut terduduk disamping taemin.

“apa maksud oppa?”. Tanya jiyoung bingung.

“11 tahun yang lalu, seorang anak laki2 memberikanmu sebatang coklat saat kau sedang menangis. Apa kau tidak ingat itu?”. Suara taemin terdengar serak.

Jiyoung mulai berusaha mengingat2 kejadian dimasa lalunya.

 

*flashback*

 

Seorang gadis kecil menangis didepan sekolah TKnya, pipinya basah karena air matanya. Wajah gadis itu benar2 kusut karena terus menangis.

Tiba2 ada sebuah tangan yang mengulukan sebatang coklat pada gadis itu. Gadis kecil itu manatap kearah si pemilik tangan.

Pemilik tangan itu adalah seorang anak laki2 yang mengenakan seragam TK yang sama dengan yang dipakai si gadis kecil. Tapi usia anak laki2 itu sepertinya lebih tua daripada usia si gadis kecil.

“jangan nangis.. Ini untukmu”. Kata si anak laki2 dengan gaya bicara khas anak kecil.

“tidak mau, kata umma aku tidak boleh sembarangan menerima pemberian orang yang tidak dikenal”. Si gadis kecil bicara dengan agak cadel.

Tiba2 si anak laki2 mengulurkan tangannya ke arah si gadis kecil. Gadis kecil itu menatap tangan anak laki2 itu dengan tatapan tidak mengerti.

“kalau begitu kita kenalan dulu”. Kata anak laki2 itu, “namaku Lee Taemin”.

Si gadis kecil menyambut uluran taemin dengan ragu.

“Kang Jiyoung”. katanya pelan.

“jadi sekarang kau sudah mengenalku kan jiyoung? Kau bisa ambil coklat pemberianku”. Taemin tersenyum lebar. Jiyoung menghapus sisa air mata dipipinya, ikut tersenyum dan mengambil coklat yang taemin berikan.

“gumawo taemin~ssi”.

 

*flashback end*

 

Jiyoung tidak percaya sebelumnya ia pernah bertemu Taemin. Bahkan dulu taemin pernah memberinya sebatang coklat. Jiyoung benar2 tidak percaya.

“dari saat pertemuan pertama kita itu, aku selalu mengingatmu. Meskipun kita hanya bertemu sekali, tapi pertemuan itu sangat berbekas dihatiku. Aku selalu mengingat wajahmu yang polos itu”. Taemin tersenyum, meskipun air matanya masih menetes. “aku menyukai seorang gadis bernama Kang Jiyoung, dia adalah first love ku”.

Jiyoung tidak percaya taemin menyukainya, jadi itu alasan taemin ketus padanya.

“aku kecewa saat kau tidak mengingatku. Aku juga sangat kecewa karena sekarang kau adalah adikku. Mana mungkin seorang kakak mencintai adiknya sendiri”.

Jiyoung memeluk taemin, dalam pelukan jiyoung taemin masih menangis.

“aku berbuat kasar padamu sebenarnya untuk menutupi perasaanku padamu. Aku bodoh kan?”.

Jiyoung dapat merasakan helaan napas taemin dilehernya. Ia masih menangis.

“oppa, mianhae. Aku tidak mengingatmu”. Kata jiyoung pelan.

“tapi sekarang perasaanku sudah berubah jing, aku mulai bisa menyayangi sebagai adikku. Tapi aku benar2 tidak rela jika seseorang membuatmu menangis”.

“jinja? Oppa sekarang sudah bisa menerimaku sebagai adik oppa?”.

Taemin melepaskan pelukan jiyoung, ia menatap wajah jiyoung.

“ne, aku tahu kau lebih pantas menjadi adikku”. Taemin tersenyum.

“kalau begitu mulai saat ini kita harus akur sebagai kakak dan adik”. Kata jiyoung dengan senyum cerianya.

Ia mengulurkan jentiknya kedepan wajah taemin. “janji??”.

Taemin juga mengulurkan jentiknya, jentik mereka saling bertautan.

“janji”. Kata taemin.

 

*flashback*

 

Gadis bernama jiyoung itu dengan senang hati memakan coklat pemberian taemin. Sementara taemin terus memandangi wajah jiyoung. Taemin menganggap Jiyoung adalah gadis tercantik yang pernah ia temui, tidak bosan ia memandangi wajahnya.

 

Setelah bermain selama 2 jam, jiyoung dan taemin berpisah jalan untu pulang.

“jiyoung, janji ya jangan melupakanku?”. Kata taemin. Ia mengulurkan jentiknya ke arah jiyoung.

“tentu saja tidak akan!”. Kata jiyoung sambil tersenyum, ia juga mengulurkan jentiknya. Jentik mereka saling bertautan.

“kalau kau melupakanku, aku akan menjauhimu”. Taemin berkata dengan serius, meskipun saat itu mereka masih kecil. Tapi taemin benar2 serius dengan janji yang ia ucapkan.

 

Mereka berdua tidak pernah menyangka bahwa pertemuan itu adalah pertemuan pertama dan terakhir mereka, karena tidak lama kemudian taemin dan keluarganya pindah kejepang.

Mereka juga tidak pernah tahu bahwa nantinya takdir akan mempertemukan mereka dalam situasi yang tidak terduga.

 

*flash back end*

 

_END_

 

Dont forget leave your comment!!! ^^

Iklan

9 thoughts on “Chocolate love

  1. rhaeFISHY 이동해 berkata:

    Ah coba jangan jadi kakak adik ._. Kan bisa pacaran, Taem disini karakternya dewasaan dikit yah 😀 eh itu kenapa juga taem dikeroyok tanpa sebab.

  2. wahhhh pengennya jimin jadian , terus ortu mereka setuju (?) lol
    ehmm si taetae disini dewasa sekaleee jadi pengen nyubit pipinya (?????) #apaini
    bagus ceritanya, aku suka 😀
    tapi agak gantung yah.. penjelasan tentang kenapa taemin dikeroyok dan sama siapa juga gak dijelasin , jadi bingung..
    terus endingnay juga agak ngegantung..
    yang lainnya sih, GOOD !! XD

  3. myonewworld berkata:

    ada yang lupa aku jelasin disini, *maklum ff kilat*
    #bow
    taemin itu dibullying sama temen2nya karena dia murid baru.
    mianhae atas ketidak sempurnaan ffnya 🙂

  4. karalove berkata:

    keren yah punya kakak kaya taemin ^^
    jing…sabar juga ngadepin si taem.
    suka deh karakter mereka berdua disini.

  5. _biepearl berkata:

    oh karena dia anak baru ya eon ?
    Kecewa sih , kan bisa incest eh si taem malah udah nganggep jiyoung sebagai adiknya , ikhlas yah taeminnie :DD
    nice fic walau kilat .. ahahaha 😀
    share more yah kak , couple fav aku ini di shinra 😀

  6. Reader berkata:

    Yahhhh, aku ngarepin mereka jadian….

  7. keiriangel_ berkata:

    Waaah.. maunya incest aja.. XD
    ak terima kok baby jing and baby taem incest.. :3

  8. lili berkata:

    eonni..ini ff bagus>.<
    sayang cmn kakak-adik._.
    ngarepinnya nikah aja sekalian-.-

  9. trzaprlanti berkata:

    huwaa keren banget><
    akhirnya taemin bersikap baik sama jiyoung :3

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s