I did wrong

Author : kikyuzaraaa

Cast : Kim Kibum/key, Kim Heechul, Park Yoo Rin, Lee jinki/Onew

Genre : sad, romance, family

~flash back~

*10 tahun yang lalu*

Kim kibum atau biasa dipanggil key menangis terisak sambil menuntun sepedanya terus berjalan dengan langkah pelan. Luka ditangan dan kakinya akibat terjatuh dari sepeda dirasanya sangat perih. Ia terus menangis tidak peduli dengan pandangan orang2 sekelilingnya.

“gwaechana?”. Seorang gadis kecil menghampirinya. Gadis itu bertubuh kecil mungil, rambutnya dikepang dua, dengan senyuman khas anak kecil menghiasi wajahnya.

key diam saja, tidak menjawab pertanyaan gadis kecil itu. Gadis itu tidak mempermasalahkannya, ia membantu key menuntun sepedanya.

“ya!! Siapa yang suruh kau pegang sepedaku?”. Bentak key pada gadis kecil itu.

“kau diam saja, diam itu berarti iya!”. gadis kecil itu bicara dengan suara cadelnya.

key diam, ia sudah berhenti menangis. Tapi ia meringis kesakitan saat ban sepedanya secara tidak sengaja menyentuh luka dikakinya.

“sakit ya?”. Gadis kecil itu menyadari ekspresi wajah key yang kesakitan. “kita duduk dulu disana. Nanti kubelikan obat”. Gadis itu menunjuk bangku yang ada didepan toko sekitar mereka.

Key tidak banyak bicara, ia menuruti kata2 gadis kecil itu. Key duduk diam saat gadis itu memasangkan plester pada lukanya.

“sekarang tidak sakit lagi kan?”. Kata gadis kecil itu sambil tersenyum.

“ne.. Gumawo”. Key malu2.

“Park Yoo Rin imnida”. Gadis kecil itu mengenalkan diri tanpa diminta. Key tersenyum padanya.

“kim kibum, tapi kau bisa memanggilku key”. Kata key dengan senyum mengembang.

Sejak itulah Yoo rin dan Key berteman. Tapi selang beberapa tahun, Yoo Rin dan keluarganya pindah kejepang. Key sedih sekali karena harus berpisah dengan sahabat kecilnya itu.

~flash back end~

******

Kim Heechul menguap lebar2. Matanya tidak sanggup lagi menahan kantuk. Ia mematikan laptopnya hendak pergi tidur. Tapi dilihatnya dongsaengnya key masih sibuk belajar dimeja belajarnya, mereka berdua memang tidur dalam satu kamar.

“sudah malam. Tidurlah”. Kata heechul pada key yang masih bergelut dengan soal2 matematika didepannya.

“aku ada ujian besok hyung. Kau tidur duluan saja”. Jawab key tanpa mengalihkan perhatiannya dari soal matematika.

Tipikal key, heechul sudah paham sekali. Adiknya ini sangat rajin belajar, hidupnya ia pakai hanya untuk belajar, bahkan pacarpun ia tak punya, padahal wajah key tergolong tampan.

Heechul menyerah, ia akhirnya membiarkan key dan pergi tidur.

******

“kenalkan key.. Ini yeoja chinguku!”. Heechul berkata pada key yang sedang duduk membaca daftar menu makanan restoran. Key sengaja diundang heechul datang kesebuah restoran karena ia ingin mengenalkan yeoja chingunya pada key. Namun ternyata key datang lebih dulu, heechul dan pacarnya baru datang 10 menit kemudian.

Key mendongak menatap kakaknya, lalu ditatapnya yeoja yang berdiri disamping kakaknya itu. Wajah yeoja itu tidak asing bagi key, apalagi matanya, key sangat mengenal mata itu.

“key!!! Kau benar key??”. Yeoja itu berkata dengan semangat, ia tersenyum lebar pada key. “sudah kuduga kau adik heechul oppa”. Katanya. pelan gadis itu mendekati key ia memeluk key dengan lembut.

key diam saja, ia masih terlalu shock untuk bicara.

“kalian sudah saling mengenal?”. Tanya heechul bingung dengan reaksi 2 orang didepannya ini.

“tentu saja. Key ini teman kecilku. Kau kenapa diam saja sih?”. Tanya gadis itu pada key.

“Park Yoo Rin, bisa kau lepaskan pelukanmu?”. Kata key pelan.

Yoo rin melepaskan pelukannya, key bangkit berdiri dari kursinya, segera pergi meninggalkan yoo rin dan heechul yang menatap kepergiannya dengan bingung.

******

Key merasa dadanya sesak menahan tangis. Ia melangkahkan kakinya dengan cepat meninggalkan restoran. Hatinya benar2 kacau, key tidak pernah menyangka bahwa kakaknya akan memacari Park Yoo Rin gadis yang menjadi cinta pertamanya. selama ini key masih menyayangi yoo rin, namun key tidak pernah berhasil mengubuhi yoo rin sejak gadis itu pindah kejepang, ia kehilangan kontak dengan yoo rin.

key sampai disebuah rumah sederhana bercat putih. Ia menekan tombol bel, tidak lama kemudian sahabatnya muncul membukakan pintu.

“kibum?”. sapa onew. Onew memperhatikan penampilan key yg kacau, ia tahu ada yang tidak beres pada sahabatnya ini.

Onew mengajak key masuk kerumahnya, ia mempersilakan key duduk diruang tamu.

“ada apa denganmu?”. Tanya onew pelan, ia yakin sekali suasana hati sahabatnya ini sedang buruk.

Key tidak bercerita pada onew, ia hanya meminta onew untuk tidak banyak bertanya karena pikirannya sedang kacau.

******

Yoo rin menatap keluar jendela dengan cemas. Ia sedang berada dirumah Heechul. Key belum juga pulang padahal hari sudah malam.

“tenanglah chagi, mungkin dia sedang ada tugas kelompok. Dia sudah sering pulang malam seperti ini”. Kata Heechul mencoba menenangkan yeoja chingunya.

Tidak, Yoo Rin tahu ada yg tidak beres dengan key. Mengapa tiba2 ia pergi meninggalkan mereka direstoran tadi? Mengapa key bersikap ketus padanya padahal mereka sudah 10 tahun tidak bertemu. Pasti key TIDAK baik2 saja.

“oppa.. boleh aku menelpon key?”. Tanya yoo rin pelan. Heechul mengangguk, lalu mempersilakan yoo rin memakai telepon rumahnya.

key tidak mengangkat teleponnya. Yoo rin mencobanya berkali2 namun hasilnya sama. Akhirnya yoo rin frustasi, ia menutup telepon itu pelan.

“chagiya..lebih baik kau istirahat. Kau kan baru saja kembali dari jepang, aku akan mengantarmu kehotel”. Heechul memeluk yoo rin dari belakang. dengan lembut ia mengecup rambut yoo rin.

Yoo rin menurut, ia tahu tidak baik berada dirumah Heechul sampai larut malam, apalagi mereka hanya berdua.

******

Pagi2 sekali key kembali kerumahnya setelah semalam menginap dirumah onew. Rasa sakit hatinya tetap tidak mengurangi tekadnya untuk berangkat kuliah, bagaimanapun ia harus pulang dan mengambil buku2nya untuk kuliah.

Heechul masih tertidur saat key membuka pintu kamarnya. Ia tidak peduli pada kakaknya itu. Dengan cepat key mandi dan bersiap2 pergi kekampus.

Saat key membuka pintu rumah, ia sangat terkejut mendapati seorang gadis sudah berdiri didepan pintu rumahnya dengan pakaian rapih. Gadis itu tersenyum ceria menatapnya.

“Key!!!”.

“yoo rin?”. Kata key pelan. Dalam hati ia mengutuk dirinya sendiri yang merasa senang bisa bertemu yoo rin.

“aku bawakan makanan untuk sarapan. Apa kau sudah sarapan?”. Yoo rin menunjuk pelastik ditangannya.

“belum”.

“kalau begitu, ayo sarapan bersama!”. Yoo rin menarik tangan key, membawa pria itu masuk lagi kedalam rumahnya. Key tidak bisa menolak, ia tidak bisa berbohong pada hatinya yang merasa senang saat yoo rin menggandeng tangannya.

Yoo rin membuka bungkusan pelastik yg tadi ia bawa. Ternyata isinya bubur.

“aku tahu kau suka sarapan bubur”. Kata yoo rin sambil memberikan semangkuk bubur pada key.

Yoo rin menatap key yang ragu2 memakan bubur yang ia bawa. Lalu sebuah senyuman tersungging dibibir yoo rin.

“kau tahu?? Ini seperti dejavu!! Aku seperti kembali lagi kemasa lalu, saat menemanimu makan bubur dipagi hari sebelum berangkat sekolah. Apa kau ingat kejadian itu???”.

Key menatap yoo rin, gadis itu masih tersenyum dan menatapnya.

“ada yang kurang! Kau lupa bahwa aku tidak suka asin. Bubur ini terlalu asin!”.

“ya!!! Ini kan pertama kalinya aku membuat bubur. Lain kali akan kukurangi takaran garamnya”.

Key tersenyum pada yoo rin. Gadis itu tidak berubah, caranya bicara tetap seperti dulu ketika ia masih kecil.

momen indah yang key rasanya bersama yoo rin harus terusik dengan kedatangan heechul. Heechul baru bangun tidur, ia tersenyum pada key dan yoo rin yang sedang duduk dimeja makan. Heechul sama sekali tidak menyadari kehadirannya sangat mengganggu key.

“pagi oppa!”. Seru yoo rin, ia menghampiri Heechul yang langsung memeluknya.

Key menatap pemandangan didepannya itu dengan sinis. Ia menggebrak meja makan, mengambil tasnya, lalu pergi meninggalkan mereka tanpa pamit.

Yoo rin menatap kepergian key bingung, begitu juga dengan heechul.

“dia kenapa sih?”. Tanya yoo rin bingung.

Heechul hanya menggeleng, tanda ia juga tidak tahu mengapa dongsaengnya bersikap seperti itu.

******

Key berusaha berkonsentrasi mengerjakan soal2 matematika didepannya, otaknya sulit sekali untuk berpikir dan mencerna soal membuatnya frustasi.

Onew yang duduk disamping key meliriknya.

“kau kenapa sih??”. Tanya onew, yang sedari tadi menyadari bahwa sahabatnya itu tidak fokus pada soal2 yang sedang mereka kerjakan diperpustakaan kampus.

“entahlah”. Jawab key pelan.

Pandangan key tiba2 menjadi tidak jelas, kepalanya terasa sakit. Key menggelengkan kepalanya yang sakit, berharap dapat mengurangi rasa sakitnya. Ternyata tidak, kepalanya terasa makin sakit, pandangannya pun makin buram.

“key… Gwaechana?”. Onew menepuk pundak key.

Tiba2 key ambruk. Ia jatuh dari kursinya sebelum onew sempat menahan tubuh key.

******

Key dibawa kerumah sakit. Heechul dan yoo rin segera menyusulnya.

Menurut dokter key terkena gejala anemia, namun dokter masih melakukan pemeriksaan lebih lanjut untuk mengetahui kondisi key yang sebenarnya.

Yoo rin yang tadi sempat panik saat mendengar key pingsan kini bisa bernapas lega. Ia masuk kedalam ruang rawat key diikuti Heechul.

Key berbaring lemah diranjang rumah sakit itu, wajahnya pucat sekali, ditangan kanannya dipasangi infus.

Yoo rin mengelus rambut key dengan lembut, sementara Heechul terus berdiri memandangi adik laki2nya itu.

“untunglah kau tidak apa2”. Bisik Yoo rin sambil tersenyum pada key yang matanya masih terpejam.

******

Key pelan2 membuka matanya, kepalanya masih terasa sakit. Pelan ia melihat cahaya, matanya mengerjap belum bisa beradaptasi dengan cahaya.

“key.. “. Suara bersemangat terdengar menyambutnya. Key melihat Yoo Rin berdiri disamping ranjangnya.

“kenapa aku bisa disini?”. Tanya key pelan.

“anemiamu kambuh. Kau sih kebanyakan begadang”. Kata Yoo rin galak. Ia mengelus kepala key dengan lembut. Ia sangat bersyukur sahabatnya ini baik2 saja.

“hyung mana?”.

“hyungmu sedang menemui dokter”.

Tidak lama kemudian Heechul masuk ke kamar rawat key. Ekspresinya datar2 saja melihat key sudah sadar.

“hyung apa kata dokter?”.

Heechul menatap key, lalu tersenyum.

“gwaechana key. Kau hanya anemia”. Kata Heechul. Yoo rin dalam hati mengucap syukur karena sahabatnya ini baik2 saja.

“kapan aku bisa pulang?”. key bertanya lagi.

“secepatnya, asalkan kau menurut meminum semua obatmu”.

Key menatap heechul pasrah. Dari kecil ia memang benci sekali minum obat.

******

Key akhirnya diperbolehkan pulang oleh dokter. Yoo rin dan Heechul menjemputnya. Key senang sekali akhirnya ia bisa menikmati udara bebas, dirumah sakit rasanya pengap, dimana2 bau obat.

“Yoo rin, kau tolong berikan obat ini pada key. Pastikan ia benar2 meminumnya!”. Kata Heechul pada Yoo rin. Yoo rin hanya mengangguk lalu tersenyum pada Heechul.

“aku pergi ke apotik dulu . ada obat untuk key yang harus kubeli”. Kata heechul sebelum ia pergi.

Key menurut saja saat yoo rin memberikannya 5 macam obat. Ia meminum obat itu dengan ekspresi tidak suka.

“pabboya.. dari dulu tidak pernah berubah. Dasar kau ini..”. Kata Yoo rin sambil tertawa melihat ekspresi jijik key pada obat2nya.

Key melirik kearah yoo rin yang masih tertawa.

“senang?? Dari dulu kau ini paling suka menggodaku ya? Jangan2 kau suka padaku?”. kata key sambil cemberut.

“aku selalu suka padamu key. Kalau aku tidak suka mana mungkin aku mau jadi sahabat orang jutek sepertimu!”.

“suka seperti apa?”. Kali ini key bertanya serius. Ia menatap yoo rin.

“suka seperti layaknya sahabat menyukai sahabatnya”. Jawab yoo rin sambil tersenyum.

hati key mencelos. Tadinya ia mengharapkan jawaban yang berbeda, ia berharap yoo rin benar2 menyukainya bukan sebagai sahabat.

******

“key sebaiknya kau istirahat. Nanti saja kuliahnya”. Kata Heechul pada key. Key sudah berpakaian rapih untuk pergi kuliah.

“aku baik2 saja hyung.. Lagipula aku tidak mau ketinggalan pelajaran”.

“tapi key..”. Heechul menatap Key memohon agar adiknya ini tidak keras kepala.

“oppa! Biarkan saja key berangkat kuliah. Aku akan menemaninya. Aku akan menunggunya didepan kelas”. Yoo rin yang sedang menyiapkan sarapan ikut bicara.

“kau yakin tidak apa2?”. Tanya Heechul pada key.

“ne.. Tentu saja”. Jawab key mantap.

“baiklah, kau boleh berangkat kuliah asalkan ditemani yoo rin. Yoo rin akan menjagamu, agar kau tidak melakukan hal macam2 dikampus yang bisa mengganggu kesehatanmu”. Kata heechul sambil menatap key tajam.

Key mengembangkan senyuman dibibirnya, ia melirik ke arah yoo rin yang terlihat bersemangat.

“baiklah”. Kata key akhirnya.

******

Yoo rin terus menggandeng tangan key. seakan takut pria itu akan berlari meninggalkannya kalau ia melepaskan gandengan tangannya.

“Yoo rin! Ini sudah didepan kelas. Masa mau terus menggandeng tanganku?”. Kata key sambil melirik tangan yoo rin yang menggandeng erat tangan kirinya.

“oh ini kelasmu ya?”. Yoo rin melepaskan tangannya dari tangan key. “baiklah, aku tunggu disini. Sampai nanti”. Kata yoo rin bersemangat.

Sebenarnya key merasa tidak tega membiarkan yoo rin menunggunya sendirian. Tapi mau bagaimana lagi, Yoo rin juga terlihat senang mengantar key kuliah.

******

Key merasa ada yang tidak beres dengan matanya. Ia tidak bisa melihat kearah papan tulis tempat dosennya sedang menerangkan dengan baik.pandangannya agak buram. Berkali2 key mengucak2 matanya, tapi tetap tidak ada perubahan.

“ukh! Mataku sepertinya perlu kacamata”. Key bergumam pada dirinya sendiri.

Onew yang duduk disampingnya melirik kearah sahabatnya itu.

“kau kebanyakan belajar sih”. Kata onew sambil menepak kepala key pelan.

Key menatap onew sengit. Kebiasaan onew, dia senang meledeknya sama seperti Yoo rin.

******

Yoo rin menyambut key begitu pria itu keluar dari kelasnya. Tadinya key berpikir yoo rin akan bosan menunggunya, tapi ternyata tidak, gadis itu tetap terlihat ceria seperti biasanya.

“yoo rin,kau tidak keberatan kalau menemaniku ke optik kan?”.

“mwo? Optik?”. Tanya yoo rin tidak mengerti kenapa key tiba2 ingin pergi ke optik.

“aku perlu kacamata. Mataku agak bermasalah”. Jelas key.

“oh baiklah”. yoo rin mempererat penggangan tangannya pada tangan key.

Yoo rin dengan setia menunggu key melakukan pemeriksaan dengan matanya. gadis itu membaca majalah yang ada di optik untuk menghilangkan kebosanannya.

setelah 30 menit, akhirnya key keluar dari ruang pemeriksaannya.

“bagaimana? Sudah dapat kacamata yang cocok?”. tanya yoo rin.

“aneh.. kacamata tidak berpengaruh pada mataku. Petugas optik menyarankanku untuk memeriksakan mataku ke dokter”. Kata Key terlihat agak frustasi.

“gwaechana key.. Mungkin ini efek dari anemiamu”. Yoo rin berusaha menenangkan key.

“ya.. Mungkin”. Jawab key datar.

Yoo rin tahu key sedang tidak tenang. Gadis itu membawa key kesebuah kedai es krim. Ia tahu key sangat menyukai es krim.

“kau boleh pilih rasa sesukamu. Aku yang akan membayarnya!”. Seru yoo rin bersemangat.

“aku pesan rasa coklat saja”. Kata key, semangat key muncul lagi saat ia melihat gadis didepannya ini tersenyum ceria.

“baiklah.. Aku juga coklat”. Kata yoo rin pada pelayan kedai es krim itu.

Sambil menunggu es krim yang mereka pesan datang. Yoo rin bercerita tentang pertemuan pertamanya dengan Heechul. Dari situ key tahu bahwa Heechul bertemu dengan Yoo rin, saat Heechul mengunjungi jepang 2 tahun yang lalu.

“kau tahu key.. Sebenarnya aku menyukai Heechul oppa karena dia sangat mirip denganmu”. Kata Yoo rin malu2. “kau itu tipe cowok idamanku sejak kecil”.

Key menatap yoo rin. Dalam hati ia sangat gembira mendengar pernyataan yoo rin.

“aku pernah menyukaimu key”. Wajah yoo rin memerah karena malu.

“apa sekarang kau masih menyukaiku?”. Tanya key pelan. Jantungnya berdebar2 menunggu jawaban yoo rin.

“mungkin.. Tapi aku sudah punya Heechul oppa sekarang dan kau adalah adik Heechul oppa. jadi mana mungkin..”. Jawab Yoo rin jujur.

Key diam saja. Hatinya sakit mendengar jawaban yoo rin. Ternyata ia memang tidak ada harapan lagi untuk bisa memiliki Yoo rin.

******

Key diam saja saat perjalanan pulang. Yoo rin juga tidak banyak bicara.

Sampai ketika key hendak menaiki tangga, ia hampir terjatuh karena pandangannya yang tidak jelas. Yoo rin yang berjalan dibelakang Key menahan tubuh key. Posisi mereka seperti berpelukan.

Lama Key diam saja, tidak mencoba berdiri, sementara Yoo rin juga hanya diam dan menatap mata key yang berada persis didepan wajahnya.

“apa yang sedang kalian lakukan?”. Suara Heechul tiba2 muncul membuat mereka berdua sama2 salah tingkah. Key segera berdiri, sementara Yoo rin terus menunduk. Mereka berdua salah tingkah.

Key tidak peduli dengan Heechul, ia segera menaiki tangga masuk kedalam kamarnya. Samar2 ia dapat mendengar suara yoo rin yang berkata dengan gugup.

“oppa.. ini tidak seperti yang kau pikirkan”.

Key tersenyum sinis. Mengapa yoo rin sangat takut menyakiti hati kakaknya, sementara ia tidak peduli ketika bermesraan dengan Heechul didepannya, padahal jelas hal itu sangat menyakiti hatinya.

******

Key tidak bisa tidur dimalam harinya. Ia gelisah, keringat dingin memenuhi tubuhnya membuat kaos yang ia kenakan basah oleh keringatnya.

Entah mengapa key merasa mual. Pelan ia bangkit dari tempat tidurnya, tubuhnya oleng dan hampir terjatuh, untungnya key berpeganya pada samping ranjangnya.

Pelan2 dengan merambat pada tembok key menuju kamar mandi. Ia muntah2 disana. Rasanya tidak karuan, ia merasa sangat pusing dan lemas sekali, pandangannya juga mulai buram.

“key..”. Heechul muncul, ia segera mendekati adiknya yang sedang sekarat itu.

“hyung.. hhh..pusing sekali”. Kata Key sambil mengernyit kesakitan.

Heechul memapah key menuju tempat tidurnya. Ia segera menyiapkan obat2an key dan memberikannya pada key.

“kau lupa meminum obatmu ya?”. Kata Heechul. Key tidak menjawab, ia bukannya lupa melainkan sengaja tidak meminum obatnya.

Key menurut pada heechul saat heechul menyuruhnya meminum obatnya, apapun saat ini akan ia lakukan untuk membuat keadaan tubuhnya menjadi lebih baik.

“istirahatlah key.. Kumohon jangan lalai untuk meminum obatmu. Ini sangat penting untuk kesehatanmu”. Kata heechul pelan. Ia menarik selimut sampai menutupi setengah tubuh key.

“hyung, sebenarnya aku sakit apa? Kenapa sepertinya bukan anemia biasa. Rasanya lebih parah dari anemia”. Suara key terdengar berbisik karena lemas.

“kau begitu karena kau tidak meminum obatmu. Makannya jangan pernah lupa meminum obatmu kibum!”. Kata Heechul tegas.

Key memejamkan matanya, ia mencoba untuk tidur. Heechul menemani Key sepanjang malam itu, ia benar2 cemas dengan keadaan adiknya.

******

Heechul mengajak Yoo rin bertemu disebuah restoran. seperti biasa yoo rin datang terlambat, gadis itu selalu membuatnya menunggu.

5 menit kemudian Yoo rin datang. Gadis itu terus tersenyum ceria seperti biasanya.

“tumben sekali oppa, kau mengajakku makan siang bersama direstoran semewah ini”. Seru yoo rin gembira.

Heechul hanya tersenyum kecil.

Mereka berdua makan dalam diam. Saat makanan mereka sudah habis, Heechul menatap mata Yoo rin dalam.tujuan sebenarnya ia mengajak yoo rin makan siang bersama adalah untuk menyampaikan suatu hal, tapi Ia tidak tega menyampaikan apa yang akan disampaikannya itu pada yoo rin.

“Yoo Rin.. Lebih baik kita sudahi saja hubungan kita”. Kata heechul pelan.

Yoo rin tersontak kaget.

“mwo?”. Tanya yoo rin memastikan ia tidak salah dengar.

“kita sudahi saja hubungan kita”. Ulang Heechul.

“mengapa? Apa karena kejadian kemarin? Oppa.. Itu benar2 tidak sengaja”. Jelas yoo rin, ia teringat kejadian kemarin saat heechul memergokinya sedang berpelukan dengan key.

“bukan karena itu. Ini karena key..”. Heechul menghela napas sebelum ia melanjutkan. “key mederita kanker otak stadium akhir! Dia sudah tidak ada harapan lagi”. Kata Heechul berusaha menahan air matanya.

“key tidak tahu soal penyakitnya. Kalau dia tahu, dia akan putus asa. Kau tahu bagaimana sifat key? Dia akan berhenti meminum obatnya, dia akan menyerah begitu saja pada penyakitnya”

“Key mencintaimu yoo rin. Aku tahu ia mencintaimu. Yoo rin, maukah kau mencintai key? Bahagiakan dia yoo rin”. Pinta Heechul, air mata yang sedari tadi berusaha ia bendung akhirnya tidak tertahan lagi. Heechul mulai menangis terisak.

Sementara Yoo Rin hanya diam, ia mendekap mulutnya dengan tangannya. Tidak tahu harus berkata apa. Kenyataan sahabatnya menderita kanker otak, benar2 membuat yoo rin shock.

******

Perlahan Yoo rin mendekati key yang masih tertidur dikamarnya. Heechul menceritakan pada yoo rin bahwa semalam key muntah2 dan sekarang ia masih tertidur karena efek obat yang ia minum.

“kibum..”. Panggil yoo rin. Ia benar2 tidak percaya melihat wajah key sangat pucat dipenuhi keringat dingin. Yoo rin mengelap keringat dingin dari wajah key dengan sapu tangannya.

pelan2 key mulai membuka matanya. Ia melirik ke arah yoo rin yang sedang tersenyum pada key.

“hai..”. Sapa key lirih.

“kau mau sakit sampai kapan? padahal aku ingin mengajakmu makan es krim lagi”. Kata yoo rin. Ia berusaha sekuat yang ia bisa untuk menyembunyikan rasa sedihnya. Rasa sedih melihat wajah sahabatnya yang pucat, suaranya yang lirih, dan tubuhnya yang lemas. Yoo rin benar2 tidak sanggup melihat key yang seperti ini.

“aku sudah sembuh kok”. Kata key pelan, ia berusaha duduk tapi tubuhnya lemas. Yoo rin membantu key agar pria itu bisa duduk.

“kalau begitu ayo kita pergi”. Seru yoo rin.

Key mengganti pakaiannya. Sementara Yoo rin menunggu diluar kamar.

Tidak lama kemudian key keluar dari kamar, Key sudah berpakaian rapih.

“sudah siap?”. Seru Yoo rin pada key

“tentu”. Jawab key sambil tersenyum lemah.

Yoo rin menggandeng tangan key erat, seakan takut pria disampingnya ini tiba2 roboh.

mereka memasuki kedai es krim yang kemarin mereka kunjungi, mereka mengambil tempat duduk yang sama seperti kemarin.

“mau es krim coklat lagi?”. Tanya yoo rin pada key.

“hmmp.. Tidak kali ini aku mau vanila”. Kata key dengan senyuman cerianya. Seandainya Yoo rin tidak mengetahui tentang penyakit Key, ia pasti akan percaya pria didepannya ini baik2 saja.

“baiklah aku juga. 2 es krim vanila”. Yoo rin berkata pada pelayan.

Sementara pelayan tersebut mengambilkan pesanan mereka. Yoo rin berusaha mengajak key mengobrol seperti biasanya. Key menanggapi obrolan Yoo rin seperti biasa, tapi ada yang aneh saat key menatap kedalam mata yoo rin. Yoo rin sadar benar bahwa hatinya merasakan sesuatu. Apa mungkin yoo rin mulai mencintai key?

******

“key.. Apakah kau mencintaiku?”. Tanya Yoo rin tiba2, saat ini mereka sedang duduk ditaman belakang sekolah SD mereka dulu.

“kenapa bertanya seperti itu?”. Tanya key pelan.

“kau tahu? Sepertinya aku mulai mencintaimu key”. Yoo rin menatap mata key dalam.

“park yoo rin, ini tidak boleh! Kau milik hyungku”.

“aku sudah putus dengan Heechul oppa”.

“mwo?”. Key kaget mendengar apa yang barusan yoo rin ucapkan.

“aku sadar bahwa ternyata aku mencintai pria lain, pria itu adalah kau”.

key berusaha berdiri dengan perlahan ia mendekati tanaman bunga mawar yang ada didepan mereka.

“ingatkah kau? Dulu kita yang menanam ini ketika kita masih bersekolah disini. Sekarang bunga mawarnya sudah tumbuh sangat banyak. Dari awal, aku sangat ingin memberikan bunga2 mawar ini untukmu”. Kata key, ia memetik setangkai bunga mawar yang paling besar, lalu memberikannya pada Yoo Rin.

“dari kecil aku selalu berhayalan kaulah wanita yang akan menjadi pengantinku nanti”. Kata sambil tersipu malu. Yoo rin tersenyum mendengar pengakuan key, tapi ada rasa takut dihatinya, rasa takut kehilangan key.

perlahan key mendekati wajah yoo rin, bibir mereka saling bersentuhan. Yoo rin membiarkan key saat pria itu mulai menciumnya.

******

Penyakit key kambuh. Pria itu merasakan sakit yang amat sangat dibagian kepalanya.

Yoo rin yang saat itu sedang berada disamping key merasa panik, terlebih lagi mereka hanya sedang berdua ditaman belakang sekolah mereka dulu.

“Key..”. Yoo rin terus memanggil2 nama key, sementara key terus menjambak2 rambutnya berharap sakit dikepalanya segera mereda.

“sakit sekali Yoo Rin”. Kata key pelan. Key mulai mengerang kesakitan, ia menangis menahan rasa sakit yang luar biasa dikepalanya.

“key.. tenanglah.. Aku akan menelpon ambulance”. Yoo rin dengan panik mengeluarkan handphone dan menelpon ambulance.

Keadaan key makin parah, Hidungnya mengeluarkan darah. Yoo rin membaringkan kepala key dipangkuannya, ia mengelus rambut key dengan lembut sambil terus menangis.

“kumohon key.. jangan tinggalkan aku, bertahanlah key”. Kata yoo rin sambil terisak.

Key sudah setengah sadar saat ambulance membawanya kerumah sakit. Begitu sampai dirumah sakit key langsung dibawa masuk ke ruang ICU.

Yoo rin menunggu diluar sambil terduduk lemas dan terus menangis. Tidak lama kemudian Heechul datang, pria itu tampak kacau, pasti Heechul sangat mencemaskan Key.

“oppa..”. Yoo rin menangis dalam pelukan Heechul. “Key.. Aku..”. Yoo rin tidak sanggup lagi bicara, ia terus terisak dalam pelukan Heechul.

******

Dokter bilang usia key hanya tinggal menunggu waktu. Hal itu membuat Yoo rin dan Heechul makin frustasi. Belum lagi sekarang Key sudah tahu tentang penyakitnya. Apa yang akan mereka katakan pada key nanti? Apa mereka sanggup melihat keadaan key yang seperti itu.

Yoo rin dan Heechul masuk ke dalam ruang rawat key. Ruangan itu terasa dingin.

Key.. Terbaring lemah dengan berbagai kabel mengelilingi tubuhnya. Ia terlihat benar2 tidak berdaya sekarang.

“uljima.. Kau tidak boleh menangis didepan key”. Bisik Heechul pada Yoo rin. Yoo rin mengangguk lemah, sebenarnya ia tidak sanggup menahan tangis, tapi ia tahu key butuh kekuatan, ia tidak boleh menangis didepan key.

“sakit hyung..”. Ujar key pelan ketika ia menyadari kehadiran Heechul dan Yoo rin. “rasanya aku mau mati sekarang saja. Aku tidak sanggup hyung..”. Key mulai menangis. Yoo rin menggenggam tangan key yang tidak dipasangi infus.

“key.. Jangan bicara seperti itu. Disini masih ada aku yang membutuhkanmu”. Kata yoo rin sambil menatap mata key yang terlihat sayu.

“kenapa kalian tidak mengatakannya padaku dari awal? Sekarang penyakitku sudah benar2 parah, aku harus bagaimana?”. Air mata terus keluar dari sudut mata key, membuat pertahan Yoo rin semakin melemah. Ia benar2 ingin ikut menangis.

“kami ingin kau terus bahagia key. mengertilah, kami sangat sayang padamu”. Heechul akhirnya bicara, ia daritadi hanya diam. Hatinya sakit melihat adik satu2nya tidak berdaya seperti ini.

******

“Hyung.. Aku salah sudah merebut yoo rin darimu. Harusnya aku tidak melakukan itu! Aku bersalah padamu hyung..”. Kata key lirih saat Heechul menjenguknya sendirian, sementara Yoo rin sedang pulang ke hotel.

“tidak key, aku yang bersalah. Aku tidak bisa menjagamu, sampai kau jadi seperti ini. Aku terlalu babo dan egois. Mianhae key..”. Heechul berusaha sekuat tenaga agar air matanya tidak menetes. Ia tidak mau menangis dihadapan key.

“hyung.. Tolong jaga Yoo Rin. kau baik2 dengannya, kalian harus menikah”. Key menggenggam tangan kakaknya itu. ”Berjanjilah…”. Lagi2 key menangis. Heechul benar2 tidak kuat melihat adiknya seperti ini.

“tentu saja key. Aku akan menjaganya”. Kata Heechul sambil memaksakan untuk tersenyum.

******

Yoo rin menghela napas dalam2 sebelum ia membuka pintu kamar rawat key. Ia harus bisa menahan air matanya, ia tidak boleh menangis dihadapan key.

“hai..”. Sapa key lirih begitu ia melihat yoo rin. Hati yoo rin terasa perih melihat tubuh key yang semakin kurus.

“aku kangen padamu key”. Kata yoo rin pelan. “padahal baru satu hari tidak melihatmu”.

Key tersenyum lemah pada yoo rin, “apakah aku sebegitu tampannya sampai kau terus merindukanku?”.

Yoo rin memaksakan diri untuk membalas senyuman key.

“makannya kau jangan pergi, kau harus selalu disisiku”.

key berusaha menyentuh wajah yoo rin, ia mengelus pipi yoo rin perlahan.

“jangan cengeng! Park Yoo Rin yang kukenal dulu bukanlah seorang gadis yang cengeng”.

Yoo rin menggenggam tangan key, tangan itu terasa hangat.

“aku ngantuk Yoo rin. Maukah kau menemaniku disini sampai aku tertidur?”.

Yoo rin menatap mata key yang terlihat lelah.

“apapun untukmu key”. Yoo rin tersenyum lemah pada key.

Perlahan key mulai memejamkan matanya. Yoo rin tersenyum menatap wajah key yang terlihat tenang saat tertidur.

Tuuuuuuutttttttttt

Mesin dimonitor berbunyi panjang. Yoo rin hanya diam saja saat mendadak suasana dikamar yang tadinya sepi menjadi ramai oleh kedatangan para suster dan dokter.

Mereka melakukan segala macam pertolongan untuk menolong key.

Sampai..

“dia sudah tidak ada”. Kata suster pada Yoo rin.

mata Yoo rin membelalak tidak percaya, ia hampir saja terjatuh karena lemas kalau tidak ada Heechul yang muncul dan menahannya.

******

“Yoo Rin jangan menangis!! Kau harus bisa menerima kepergian kibum”. Kata Heechul berusaha menenangkan Yoo rin yang langsung histeris begitu dia tersadar.

Yoo rin menghela napas, berusaha menenangkan diri. Ia sadar key tidak mungkin kembali lagi.

Heechul memeluk Yoo rin dari belakang, Yoo rin tersenyum.didunia ini ia masih memiliki Heechul yang menyayanginya. Yoo rin mulai bisa menerima keadaan bahwa key sudah tidak ada lagi didunia ini.

“key.. gumawo. Sampai kapanpun kau akan selalu menjadi sahabat terbaikku”. Kata Yoo rin dalam hati.

End

dont forget leave your comment ^^

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s