my beloved oppa

Agak kecewa dengan respon para reader, terutama yang silent read 😥

Setelah lama mutusin hiatus, akhirnya aku putusin untuk posting ff yang udah ketumpuk belum dipublish.

Inget ya.. DONT BE SILENT READER!!!

Happy reading ^^

My beloved oppa

Author : kikyuzaraaa

Cast : Choi Minho , Kang Jiyoung

Genre : family, sad, angst

Jiyoung dan minho dibesarkan dikeluarga yang sama. meskipun jiyoung hanyalah anak angkat keluarga choi, namun kasih sayang keluarga choi pada jiyoung sangat besar. Mereka sudah menganggap jiyoung bagian dari keluarga mereka.

Begitu juga dengan minho, anak satu2nya keluarga choi ini sangat menyayangi jiyoung. Dari pertama saat umma dan appanya membawa jiyoung kerumah, minho tahu ia akan sangat menyayangi adik angkatnya ini.

Jiyoung yang memang mempunyai fisik yang lemah dan takut pada apapun, membuat minho merasa ingin selalu menjaganya.

Pernah suatu kali minho mengajak jiyoung kecil bermain ditaman. Minho meninggalkan jiyoung ditaman itu sebentar untuk membeli es krim kesukaan jiyoung. Tanpa terduga jiyoung menjerit2 ketakutan karena ada seorang badut menghampirinya. Dengan rasa marah karena adik kesayangannya diganggu orang, minho yang masih kecil namun bertubuh besar itu memukuli si badut sampai minho dibawa kepos keamanan. Semua itu dilakukannya untuk melindungi jiyoung, adiknya tersayang.

Disekolahpun begitu. Usia minho dan jiyoung terpaut jarak 4 tahun. Mereka sempat satu sekolah waktu SD. disetiap ada kesempatan jam kosong minho akan menghampiri kelas jiyoung, sekedar memastikan bahwa adiknya tidak diganggu orang.

Saat minho beranjak SMP, mereka terpaksa pisah sekolah. Namun rasa perhatian minho tidak pernah berkurang. suatu hari saat pulang sekolah jiyoung menangis terisak. Minho bertanya kenapa adiknya menangis. Ternyata jiyoung diganggu teman2 satu kelasnya, uang sakunya diambil. Minho geram, ia langsung mencari teman2 sekelas jiyoung, dipukulinya rombongan anak laki2 SD itu sendirian. Minho tidak peduli kalau akhirnya nanti ia akan dihukum oleh kedua orang tuanya karena berkelahi.

Pengorbanan minho untuk melindungi jiyoung begitu besar. Suatu hari minho pernah menggendong adiknya itu ditengah hujan, hanya karena kaki jiyoung terkilir dan tidak bisa berjalan. Jaraknya sangat jauh, bahkan minho memberikan jaketnya untuk menutupi kepala jiyoung, dan minho tetap menggendong jiyoung dalam derasnya hujan. Sampai besoknya minho sakit, jiyoung sangat merasa bersalah. Ia terus menjaga minho yg demam sampai tidak tidur semalaman. Sangat terlihat sekali kasih sayang diantara mereka berdua.

Tapi kini jiyoung sudah besar. Usianya sudah 16 tahun, dan minho sudah lulus dari SMA. Minho mendapat pengumuman bahwa ia mendapatkan beasiswa untuk kuliah diinggris. Jelas keputusan berat untuk minho. Karena ia tidak mau jauh2 dari adiknya, tapi disisi lain ia sangat ingin kuliah diluar negeri.

“oppa.. Oppa pergilah. Jangan khawatirkan aku! Aku sudah dewasa sekarang”. Kata jiyoung, mencoba tabah meskipun sebenarnya ia tidak ingin jauh dari minho. Tapi jiyoung sadar ia tidak boleh egois.

“tapi jing…”. Minho menatap mata jiyoung tajam.

“aku akan baik2 saja oppa”. Kata jiyoung dengan senyum tulus yang dipaksakan.

Minho menurut pada jiyoung. Akhirnya ia memutuskan untuk mengambil beasiswanya.

“jing, aku akan menitipkanmu pada sahabatku onew. dia akan menjagamu”. Kata minho pada malam sebelum keberangkatannya keinggris.

“arasseo”. Jiyoung tersenyum, senang karena kakaknya ini begitu melindunginya, tapi sedih karena besok minho akan meninggalkannya.

Jiyoung tidak mengantar minho kebandara. Ia beralasan ada kerja kelompok disekolah, padahal sebenarnya ia tidak kuat harus berpisah dengan minho. Minho sendiri tidak mempermasalahkannya. Ia tahu jiyoung sangat sedih tapi gadis itu tetap berusaha tegar.

Jiyoung pulang kerumah. Rumahnya masih sepi. Umma dan appanya pasti sedang ada dibandara. Pelan2 jiyoung berjalan menuju kamar minho yang terletak persis disamping kamarnya. Ia membuka pintu kamar minho. Air matanya menetes melihat setiap sudut kamar itu.

“oppa.. Belum apa2 aku sudah sangat merindukanmu”. Kata jiyoung lirih sambil terisak.

Siang itu jiyoung tertidur diatas ranjang minho. Kedua orangtuanya yang baru sampai rumah hanya bisa memandang jiyoung yang sedang tertidur dengan perasaan kasihan.mereka tahu jiyoung sangat sedih karena ditinggal minho.

~~~~~

Jiyoung jatuh sakit. Ia sempat pingsan disekolah dan langsung dilarikan kerumah sakit. Menurut dokter jiyoung terkena penyakit kanker darah atau leukimia. Tentu saja hal itu membuat kedua orang tua jiyoung shock, mereka tidak berani memberitahukan penyakit jiyoung tersebut pada jiyoung.

“umma.. Aku kenapa? Kenapa rasanya tubuhku sakit semua.” jiyoung berkata pelan, ia baru saja sadar dari pingsannya.

“gwaechana. Kau hanya butuh istirahat”. Umma berbohong pada jiyoung. Ia menatap wajah anak gadisnya dengan tatapan sedih. Benar2 tidak menyangka anak gadisnya ini akan menderita penyakit separah ini.

Sekeras apapun umma dan appanya berusaha menyembunyikan penyakit jiyoung. Akhirnya jiyoung tahu ia menderita leukimia. Tentu saja jiyoung shock dan sangat sedih. Apalagi dokter bilang usianya hanya tinggal beberapa bulan lagi. Hati jiyoung hancur, semua harapan dan cita2nya musnah sudah tidak bisa menjadi kenyataan lagi.

“umma.. Appa.. Kumohon jangan beritahu minho oppa. Aku ingin ia belajar dengan baik disana. Tolong jangan membebani pikirannya”. Pinta jiyoung pada kedua orang tuanya.

Satu2nya jalan agar jiyoung sembuh adalah dengan melakukan operasi sumsum tulang belakang. Namun sayangnya itu tidak mungkin, karena tidak ada lagi keluarga kandung jiyoung yg dapat mendonorkan sumsum tulangnya untuk jiyoung. Kedua orang tua kandung jiyoung sudah meninggal, dan jiyoung tidak punya kakak maupun adik kandung.

Onew sahabat minho selalu datang menjenguk jiyoung. Onew telah berjanji pada jiyoung tidak akan memberitahukan penyakit jiyoung pada minho.

Suatu hari penyakit jiyoung sudah benar2 parah. Bahkan rambut jiyoung sudah mulai botak karena efek kemotrapinya.

Jiyoung sadar ia tidak akan bisa bertahan lama. Saat ini ia sudah tidak mampu berjalan, kakinya terlalu lemas untuk berjalan.

Dengan sekuat tenaga jiyoung menulis surat untuk minho, ia menitipkan surat tersebut pada onew.

kedua orang tua jiyoung sudah tidak tahan lagi. Mereka akhirnya menghubungi minho, dan memberitahukan tentang penyakit jiyoung.

Minho hari itu juga segera kembali kekorea. Dengan panik ia berlari menuju rumah sakit tempat jiyoung dirawat.

Diluar kamar jiyoung ia dapat melihat kedua orangtuanya sedang menangis, dan onew terduduk lemas. Minho menghampiri mereka.

“ada apa??? dimana jiyoung???”. Kata minho tidak sabar. Umma memeluk minho sambil terus menangis.

“MANA JIYOUNG???”. Minho mulai berteriak tidak sabar. Ia melepaskan pelukan ummanya dan memaksa membuka pintu kamar rawat jiyoung. Akhirnya pintu itu terbuka. Betapa shocknya minho melihat tubuh adiknya sudah ditutupi kain putih oleh para suster.

“Jiyoung.. Jing.. Ini oppamu jing!!! Bangun jing!!bangun!!”. Minho mengguncang2 tubuh jiyoung yang lemas. Ia membuka kain putih yang menutupi wajah jiyoung. Dilihatnya wajah pucat jiyoung, rambut jiyoung sudah botak. Hatinya benar2 miris melihat keadaan adik kesayangannya ini.

“jing…. Tidak jing!! Jangan tinggalkan oppamu!! ANDWAE!!!”. Minho mulai berteriak seperti orang gila. Onew merangkulnya, membawa minho keluar dari kamar jiyoung.

“KENAPA KALIAN TIDAK MENGATAKANNYA PADAKU???”. Teriak minho pada onew dan kedua orangtuanya.

“ini permintaan jiyoung”. Kata appa

“minho.. jiyoung menitipkan ini padaku”. Onew menyerahkan surat yang ditulis jiyoung untuk minho. Minho mengambil surat itu, memegangnya dengan tangan bergetar.

Dear my beloved oppa

Oppa.. Sakit sekali rasanya. Kemotrapi itu menyakitkan, rambutku botak sekarang. Aku malu bertemu denganmu oppa.

Oppa.. Jangan sedih ya. Jangan sedih.. Aku tidak kuat melihat air matamu.

Oppa.. Selamanya aku akan menyayangi oppa. Terima kasih untuk segala yang telah kau lakukan untukku. mempunyai oppa sepertimu adalah hal terindah yang diberikan tuhan untukku. Terima kasih oppa ^^

Kau jangan patah semangat ya. Ingat cita2mu.

Oppa.. Aku ingin melihatmu menikah. Pengantinmu harus sangat cantik, karena kau sangat tampan. Aku akan senang sekali melihatmu dari atas sana.

Oppa.. Fighting!!!

Jiyoung

Air mata minho jatuh tanpa ia bisa mencegahnya. Ia merasa telah gagal menjaga jiyoung. Ia merasa menjadi seorang kakak yang tidak berguna.

Namun akhirnya minho menyunggingkan senyum tipis dibibirnya..

“kau juga jing.. Kau juga hadiah terindah yang diberikan tuhan untukku. Terima kasih jing karena kau pernah membuatku merasakan rasanya menjadi seorang kakak”. Ucap minho lirih.

End

Iklan

8 thoughts on “my beloved oppa

  1. shin hyun-rim berkata:

    ikh,fanfic sedih..
    Minho bnr2 kakak yg baeg,sampe over g2…yg gangu jing,lngsg di gebuk g2 aj..
    Tp syg Jing nya meninggal,mana minho tau pas di udh meninggal lg,,
    tp surat lucu,khas jing bgtz…slalu ceria..

    Cerita bgus..

  2. myonewworld berkata:

    minho tipe kk idaman difanfic ini 😀
    thanks ya chingu udh kommen ^^

  3. Kang Jiyoung berkata:

    Aduh jing dbuat mati!!..T.T sdih, trharu. Awal bca krain bkal da romance jiyoung minho.. Eh trnyata tdk..

  4. widia berkata:

    huwaaaa sedih bgt ceritanya.. tp bgus kok,,, jd pengen pnya kakak kyak minho hehehehe:)

  5. hyejoong berkata:

    wahhh… koq endingnya sedih sih??
    aku seneng banget ada fanfictnya jiyoung sama minho.. jarang-jarang kan ada..

  6. shuhadaramli berkata:

    Wow, this is good! I was expecting romance to bloom between the two of them, but the story going this way is good too.
    Anyway, I can’t stand sad endings that involve death, so I’m not going to go there. 😛
    Good job, you should write some more. 🙂

  7. syifa salsa billa berkata:

    akhhh ending’a sedih bngt
    ithu bener” kaya sifat mereka yg asli hebat author

  8. Tita berkata:

    Sedih amat ceritanyaaa
    apalagi sambil denger lagunya Gyuri “KARA” – I Will Wait For Youu
    Miriss amatt

    *gigit hp*

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s