my twins sister part 2

author : kikyuzaraaa

cast : jiyeon, jiyoung, jinki, key, minho

genre : romance

-jiyeon pov-

Aku duduk dipinggir taman kota. Saat itu sudah malam dan suasana sepi, hanya ada aku seorang diri.

Aku mengeluarkan handphoneku, mencari nama KEY dikontak lalu memencet tombol call.

“KEY AKU TIDAK MAU TAHU BAGAIMANAPUN CARANYA KAU HARUS BERADA DITAMAN KOTA DALAM 10 MENIT! AKU TIDAK MAU MENUNGGU LEBIH DARI ITU!”. Teriakku begitu key mengangkat telponnya.

“jiyeon, sekarang jam berapa? Dan bisakah kau pelankan suaramu.”. Kata key diujung sana. Bisa kubayangkan wajahnya yg kaget saat mengangkat telponku.

“KITA LATIHAN KARATE SEKARANG JUGA!”. Kataku lalu menutup telepon.

Dalam 15 menit kemudian key datang dengan sepeda motornya. Ia terlihat lemas dan kelelahan.

“apa kau tahu aku tadi ada dimana?? Aku tadi ada disupermarket yang letaknya 30 menit dari sini”. Kata key, lalu ia duduk disampingku. “ada apa??”.

“jangan banyak bicara. Ayo latihan karate”. Kataku lalu berdiri dan menarik tangan key agar ikut berdiri.

“Ya! kau pikir aku tidak mengenalmu. Aku tahu jika kau mendadak menyuruhku menemanimu latihan karate, pasti kau sedang ada masalah”. Kata key sambil menatapku tajam. Tatapannya membuat jantungku berdetak kencang, key.. Aku membutuhkanmu.

“ada masalah apa?”. Tanya key, ia masih terus menatap mataku tajam seperti berusaha mencari jawaban pertanyaannya.

aku hanya diam tidak menjawab.

Lama kami terus bertatapan sampai akhirnya air mataku menetes dan key memelukku.

key tidak bertanya lagi, ia membiarkanku menangis dipelukkannya.ia hanya mengusap rambutku, berusaha menenangkanku.

~~~~~

-jinki pov-

Aku bercermin, melihat diriku yang saat itu berumur 8 tahun. Tersenyum pada pantulan tubuhku yg masih kecil dan agak sedikit gembul .

“jinki, ayo makan. Ada ayam goreng kesukaanmu”. Panggil ummaku dari dapur.

Dengan semangat aku berlari menuju dapur. meja makan sudah penuh saat aku sampai dapur. Ada appa yg duduk disamping umma sambil membaca koran paginya, ada kedua adik perempuan kembarku jiyeon dan jiyoung yang duduk berhadapan, aku tersenyum melihat mereka berdua. saat itu mereka mengenakan gaun berwarna pink yg sama dan rambut keduanya sama2 diikat dua. Hari ini adalah hari ulang tahun mereka yang keempat.

“oppa, mana kado untukku?”. Kata jiyoung dengan suara cadel khas anak kecil padaku.

Aku tersenyum dan mendekat ke arah jiyoung, lalu kukecup keningnya.

“kadonya kecupan selamat pagi saja ya”. Kataku. lalu pandanganku beralih pada jiyeon yg sedari tadi diam dan hanya melihat kearah makanan dihadapannya.

“jiyeonie.. Mau kecupan juga?”. tanyaku sambil mendekat kearah jiyeon.

Jiyeon menatapku, lalu menggeleng tanda tidak mau.

“lalu kau mau apa?”. Tanyaku lagi.

“aku mau anak kucing”. Katanya pelan seakan takut mengatakannya, lalu jiyeon melirik ke arah appa.

“jiyeon sayang, nanti kalau sudah besar umma belikan anak kucing ya”. Kata umma sambil membelai rambut jiyeon.

“sekarang aku sudah besar”. Kata jiyeon lagi, kali ini dengan suara lantang.

“benarkah sudah besar?? Coba appa tes. 2 + 2 berapa?”. Appa akhirnya mengeluarkan suara.

Pertanyaan appa dijawab dijiyeon dgn lantang ”4!”.

Appa tersenyum, sebenarnya appa sudah tahu kemampuan jiyeon. tapi appa terus menguji jiyeon dengan pertanyaan2 lain dan jiyeon dengan mudah dapat menjawabnya.

Akhirnya appa menyerah, dan berkata ”anak kita sudah besar, biarkan saja dia memelihara anak kucing”. Kata appa pada umma.

“tapi siapa yang akan membersihkan kotorannya?”. Tanya umma.

“aku bisa membantu jiyeon membersihkan kotoran anak kucing itu, iya kan??”. Kata jiyoung semangat, diikuti anggukan setuju jiyeon.

“baiklah, besok aku belikan anak kucing. Tapi kalian harus janji akan merawatnya dgn baik”. Kata umma.

“ne”. Kata jiyeon semangat.

Aku tersenyum melihat kejadian itu.

Aku seakan masuk kelorong waktu, seperti tersedot pada sebuah lubang dan tiba2 aku sudah besar.

aku berdiri didalam ruang keluarga. Ada jiyeon dan jiyoung sedang menggambar disana. Lalu aku melihat umma keluar dari kamarnya sambil menangis.

“umma kenapa?”. Tanyaku.

“appamu.. “. umma berbicara sambil sesenggukan.”dia menikah dgn perempuan lain”. Tangisan umma makin deras.

Jiyeon dan jiyoung ikut memperhatikan umma. Meskipun saat itu mereka baru berumur 6 tahun tp mereka pasti sudah mengerti perkataan umma tadi karena kulihat jiyoung mulai menangis sementara jiyeon hanya diam.

lalu aku mendekati umma dan memeluknya, mencoba menenangkannya. Jiyeon dan jiyoung jg ikut memeluk umma. Saat itu kami tahu bahwa appa sudah bukan lagi milik kami.

Lalu sensasi lorong waktu kurasakan lagi.kali ini aku dibawa ke kejadian 3 tahun yang lalu.

Aku berada dikamarku sambil mendengarkan musik keras2, lalu samar2 aku mendengar keributan diluar kamar.

“kalau umma pergi dari rumah ini, aku tidak akan pernah mau bertemu dengan umma lagi”. Suara jiyeon terdengar samar2. Aku mengecilkan volume mp3ku. lalu bergegas keluar kamar.

Kulihat diruang tamu jiyoung sedang memeluk umma seperti menahannya agar tidak pergi. Sedangkan jiyeon berdiri didepan umma dengan wajah penuh amarah.

“ada apa?”. Tanyaku bingung.

“jinki, jaga kedua adikmu ya. Kau sudah besar. Umma percaya padamu”. Kata umma sambil menangis.

“umma mau kemana?”. Tanyaku melirik koper besar yang ada ditangan umma.

“dia mau meninggalkan kita demi laki2 yang akan menjadi suaminya!”. Kata jiyeon keras padaku. Jiyeon sangat marah sampai2 menyebut umma dengan ‘dia’ .

“kau tidak perlu khawatir, appa tetap menanggung seluruh biaya hidup kalian. Jinki kau harus jaga kedua adikmu”. Kata umma lagi, lalu umma berusaha melepaskan pelukan jiyoung. Jiyoung yg sudah lemas karena banyak menangis tidak bisa menahan umma lagi. Umma pergi keluar rumah, diikuti tangisan jiyoung yang semakin keras.

“ummaaaaa”. Panggil jiyoung tapi umma tidak mendengarkan. Ia tetap pergi meninggalkan kami.

“oppa kau sudah bangun?”.suara jiyoung membangunkanku. Aku terbangun dari tidurku. bantalku basah karna air mata, semalam aku bermimpi tentang kejadian dimasa lalu. Kejadian yg merubah hidupku dan adik2ku.

“ne!”. Jawabku.

“cepat mandi. Kau kan harus kuliah”.

Segera kuhapus sisa2 air mataku dan beranjak turun dari kasur.

~~~~~

-jiyoung pov-

“taemin! Tidak perlu terburu2”. Kataku sambil mengejar taemin dengan tumpukan buku ditanganku.

“penjaga perpustakaan bilang sebentar lagi akan tutup”. Kata taemin sambil terus berjalan cepat menuju perpustakaan.

”bruuukkk”. Aku menabrak seseorang, aku dan semua buku ditanganku terjatuh.

”are u okey?”. kata suara orang yg menabrakku. Suaranya terdengar berat tapi menenangkan. Aku mendongak menatap si pemilik suara.

Dihadapanku berdiri seorang pemuda dengan wajah sangat tampan, ia mempunyai mata yg besar tapi wajahnya terlihat ramah.

“ne”. Jawabku kaku.

“bisa berdiri?”. Tanyanya lagi, ia mengulurkan tangannya membantuku berdiri.

“gumawo”. Kataku pelan.pemuda itu membantuku mengambil buku2ku yg berserakan.

“sekali lagi gumawo”. Kataku lagi. Saat itu aku merasa seperti orang terbodoh didunia. Aku tidak bisa mengendalikan pikiranku saat pemuda itu menatapku.

“mianhae membuatmu terjatuh”. Katanya sambil tersenyum. mungkin saja aku bisa pingsan karna senyumannya kalau taemin tidak datang dan berteriak padaku.

“jiyoung! Sebentar lagi perpustakaan tutup!”. Teriak taemin dari jauh.

Dengan enggan aku melangkahkan kaki menjauh dari pemuda itu.

“jiyoung..”. Panggil pemuda itu sebelum aku jauh.hampir saja aku terpeleset karena kaget mendengar ia memanggil namaku. “sampai bertemu lagi”. pemuda itu lagi2 memberikan senyuman mautnya.

~~~~~

-key pov-

aku dan jiyeon baru selesai latihan karate. hari sudah sore, namun kami masih berada disekolah.

“aku pernah cerita tentang sepupuku minho kan??”. Kataku pada jiyeon.

“hmmp”. Jawab jiyeon sekenanya, aku tidak tersinggung karna aku tahu jiyeon masih memikirkan kejadian kemarin. Aku tahu ia masih merindukan ummanya, maka dari itu aku berusaha menghiburnya.

“dia akan datang kesini. Akan aku kenalkan padamu. Kau pasti menyukainya”. Kataku bersemangat. Tapi jiyeon tidak menanggapi, ia malah sibuk membereskan isi ranselnya.

“itu dia!”. Kata ku saat melihat minho datang dari kejauhan.

Minho berjalan mendekat kearah kami.

“oh, korea panas sekali!”. Katanya sambil mengelap keringat.

“huh, gayamu itu..”. Kataku sambil meninju lengan minho. Kebiasaan yg sering kulakukan jika baru bertemu minho.

“aku pulang duluan”. Kata jiyeon padaku tanpa memperdulikan kedatangan minho.

“hey, tunggu dulu. Kenalkan ini sepupuku minho, dan minho ini sahabatku yang paling jutek jiyeon”.

minho mengulurkan tangannya pada jiyeon yg dengan enggan disambut oleh jiyeon.

“nice to meet you”. kata minho pada jiyeon.

Jiyeon cepat2 menarik tangannya.

“sudah ya, aku pulang”. Kata jiyeon sambil berjalan pergi.

Kuperhatikan minho terus memperhatikan jiyeon yg berjalan semakin menjauh.

“dia sangat menarik”. Katanya sambil terus memperhatikan jiyeon, sampai bayangannya hilang dibelokan sekolah.

~~~~~

-jiyeon pov-

Baru saja aku duduk dipinggir ranjang kamarku saat handphoneku berdering.

KEY CALLING

“yeobosseo..”. Jawabku mengangkat telpon key dengan nada malas.

“jiyeon, kau tahu kan lusa hari ulang tahunku. Aku berniat membuat pesta kecil untuk merayakannya. Kau harus mengajak jiyoung kepestaku ini”. kata key terdengar bersemangat. ”tenang saja minho juga akan datang”. Katanya lagi.

Aku memutar bola mataku, jengkel dengan ucapan key.

”minho sepertinya menyukaimu”. Kata key lagi.

Aku hanya diam, malas meladeni obrolan key. Karena yang aku inginkan bukan minho tapi key. Mengapa key tidak pernah menyadari itu??

“jiyeon-aa kau masih disana??”. Tanyanya diujung telpon karna aku lama tidak menjawab.

“ne”. Jawabku singkat.

“jadi kau akan membujuk jiyoung agar mau datang kepestaku??jinjja??”. Tanya key bersemangat.

“hmmp”. Aku malas menjawab. Karna sesungguhnya aku tidak ingin jiyoung dekat2 dengan key.

“gumawo jiyeon-aa, kau memang sahabatku”. ucapan key membuat hatiku mencelos. Kalau bisa aku ingin berteriak ‘aku mau kau menganggapku lebih dari sahabat key!’. Tapi sepertinya sia2, dihati key hanya ada jiyoung.

~~~~~

-jiyoung pov-

Bayangan kejadian tadi sore disekolah kembali berkelebat dipikiranku. Seorang pemuda menabrakku, tersenyum padaku. Entah mengapa dalam sekejap saja pemuda itu telah berhasil mencuri hatiku.

“jiyoung-aa gwaechana??”. Suara jiyeon mengagetkanku, menyadarkanku dari lamunanku . Tanpa kusadari jiyeon sudah ada didalam kamarku, dan sekarang ia menatapku dengan tatapan aneh.

“mwo??”. Tanyaku bingung.

“hmmp, jangan membohongiku. aku tahu kau sedang jatuh cinta. Katakan padaku siapa orangnya?”. Jiyeon terus menatapku dengan tatapan menyelidik.

“bukan urusanmu”. Kataku sebal karna jiyeon terus menggodaku.

“ya sudah, aku juga tidak peduli”. jiyeon berkata seakan dia tidak peduli, padahal tadi dia terlihat penasaran. “lusa key mengadakan pesta ulang tahun dan dia mengundangmu”. Katanya tanpa menatapku. Aku tahu yang ada dipikirannya. Ia pasti cemburu karna sudah lama jiyeon menyukai key sementara aku tahu key menyukaiku.

“kau mau aku datang??”. Tanyaku pada jiyeon.

“aku tidak punya pilihan. key akan kecewa jika kau tidak datang, dan aku tidak ingin dia merasa kecewa”.

“kenapa kau tidak jujur saja sih pada key kalau kau menyukainya? jadi kau tidak menyakiti hatimu terus menerus”.

“aku tidak bisa. Dan itu urusanku, jadi jangan ikut campur!”. Kata jiyeon ketus. “persiapkan dirimu untuk datang kepestanya”. Kata jiyeon lagi sambil berjalan keluar dari kamarku.

~~~~~

-jiyeon pov-

hari ulang tahun key tiba, tadi siang aku dan jiyoung membeli kado untuk key. Aku membeli sebuah kaos berwarna pink untuk key, warna kesukaan key. Sedangkan jiyoung membeli sebuah novel lawas yg terkenal untuk key. padahal setahuku key tidak suka membaca.

“biar saja, nanti juga dia pasti akan membacanya”. Kata jiyoung saat kuberitahu key tidak suka membaca.

Malamnya kami bersiap2 kepesta ulang tahun key. Jinki oppa mengantar kami dengan mobilnya.

kami mengenakan gaun dengan warna berbeda. Aku memakai warna pink yang sengaja kupakai dengan harapan key akan menyukainya, sementara jiyoung memakai gaun berwarna biru muda.

kami sampai dirumah key. Suasananya ramai, dan aku kesulitan mencari key.

“aku cari key dulu”. Kataku pada jiyoung.

Lalu aku meninggalkan jiyoung, mencari sosok key.

~~~~~

-jiyoung pov-

“kita bertemu lagi. Inikah yang disebut takdir??”. Suara berat laki2 mengagetkanku. “jiyoung, apa kabar?”. Kata suara itu lagi, spontan membuatku mencari sumber suara.

Duniaku terasa berhenti saat aku mendapati siapa pemilik suara itu, dia pangeranku, pemuda yang pernah menabrakku.

“kau??”. Tanyaku bingung.

“apa kabar??”. Katanya sambil mengulurkan tangan. “kupikir kita belum berkenalan kan?? Namaku minho”. Kata pemuda itu.

Aku membalas uluran tangannya, berharap ia tidak menyadari betapa dinginnya tanganku karna gugup.

“jiyoung”. Kataku sambil tersenyum kaku.

“aku tahu namamu, temanmu memanggil namamu kemarin saat kita bertabrakan”. Katanya sambil tersenyum. Senyuman yang berhasil membuatku sesak napas.

“kau kenal dengan key??”. Kataku saat menyadari bahwa kami sedang ada dipesta ultah key.

“tentu saja, dia sepupuku”.

“kalian sudah saling kenal??”. Key tiba2 sudah berdiri disebelahku disusul jiyeon dibelakang key.

“baru berkenalan”. Kataku.

“jiyeon, apa kabar?? Wah, kau cantik sekali!”. Kata minho pada jiyeon, membuatku menatap jiyeon sebal. Jiyeon sendiri tidak menjawab pertanyaan minho.

“tapi kau pasti tidak tahu kalau jiyeon dan jiyoung saudara kembar??”. Kata key pada minho.

“kembar???tapi kok..”.

“berbeda? Ya kami memang tidak mirip”. Kata jiyeon menyelesaikan pertanyaan minho.

“tapi kami memang kembar”. Kataku sambil tersenyum pada minho.

“oh, jadi saudara kembar jiyeon yang kau sukai itu jiyoung??”. Tanya minho pada key. Membuat mata key melebar, memelototi minho.

“yayaya.. Aku mengerti. Haha..”.minho tertawa lebar.

lalu aku teringat akan kado untuk key yang kubawa ditanganku . ”oh ya, ini untukmu”. Kataku pada key sambil menyerahkan kado.

“gumawo, padahal tidak usah repot2. Kau datang saja aku sudah sangat senang”. kata key padaku sambil tersenyum malu.

~~~~~

-jinki pov-

Aku memperhatikan kedua adik perempuanku. memang aku terbiasa melihat mereka sarapan bersama dalam diam. Tapi kali ini ada yang lain, aku melihat jiyoung dan jiyeon saling melirik dan memberi tatapan sengit satu sama lain.

“gwaechana??”. Tanyaku pada kedua adik kembarku itu.

Mereka berdua sama2 diam, tidak ada yg menjawab pertanyaanku. “ayolah, kalian berdua ini jangan bertengkar terus”.

jiyeon melirikku, ”siapa yang bertengkar?”. Katanya ketus.

“kami baik2 saja. Seperti tidak pernah kenal kami saja”. Kata jiyeon lagi.

“aku tau dari dulu kalian memang tidak akur satu sama lain, tp aku merasakan atmosfer berbeda kali ini??ada apa?”.

“tanya dia!”. Kata jiyeon melirik jiyoung sebal.

“mwo? Kau juga salah!”. Kata jiyoung tidak mau kalah.

“sudahlah.. Jangan bertengkar!”. Kataku tegas. “kalian ini saudara kembar, tdk boleh bertengkar”.

Dan akhirnya aku meninggalkan mereka berdua.membiarkan mereka menyelesaikan masalahnya sendiri.

~~~~~

-jiyeon pov-

Lucu sekali, dua saudara kembar mencintai laki2 yg salah. Aku mencintai key yang mencintai jiyoung, sementara jiyoung mencintai minho yg menurut key mencintaiku. Apa yang salah dari kami berdua?mengapa masalah diantara kami tidak pernah selesai.

“lucu ya?kenapa sih kita harus begini?”. Kataku saat sarapan, jinki oppa sudah menyerah pada kami dan meninggalkan kami berdua dimeja makan.

kulihat jiyoung mengangkat bahu dan tetap diam. Tipikal jiyoung, selalu menangis dan diam dalam menyelesaikan masalahnya.

“kau benar2 menyukai minho?”. Tanyaku. Itu jelas pertanyaan konyol. Karna aku jelas tahu jawabnya.

“Apa perlu kuperjelas?”. Tanya jiyoung pelan tanpa menatapku.

“huh! Sudahlah. Aku pusing”. Kataku lalu bangkit dari tempat duduk.

“seandainya wajah kita mirip, kita mungkin bisa bertukar tempat agar bisa memiliki laki2 yg kita cintai”. Kata jiyoung, kali ini ia menatapku tanpa ekspresi.

“yah, sayangnya kita bukan kembar identik. Hanya takdir menyatukan kita dalam satu rahim diwaktu bersamaan”. Kataku pada jiyeon sebelum berjalan meninggalkannya sendirian.

~~~~~

To be continue

Dont forget leave your comment ^^

Iklan

12 thoughts on “my twins sister part 2

  1. karafith berkata:

    waaa aqu seneng bsa nemuin blog shinra couple..chingu,qu yg minta alamat blog chingu d fb…banyakin ff shinra lagi y..gomawo

  2. Kang Jiyoung berkata:

    Wah aq suka ni ff.. Cinta segi4 jiyoung-minho-jiyeon-key. Rumit ya. Part slanjutnya sgera d publish ya chingu ^^

  3. myonewworld berkata:

    oh iya chingu, maaf baru sempet bales.
    ff shinra lagi?? sipsipsip ^^

  4. myonewworld berkata:

    oke.. ditunggu ya 😀

  5. widia berkata:

    wowowowowow keren bgt ceritanya seru abisssss…. ^^

  6. MINJIshipper berkata:

    hhuuaa sneng dpd blog yg ad ff jiyeonx.. hehee
    wwhuuaa rumit bgt..
    chingu jiyeon am minho az y.. kin jiyeon ug ska am minho.. uzz jiyoung am key az.. y,,y,,y#maksa#
    alx,,q ska bgt am minji…… hehehe

  7. MINJIMINJIMINJIMINJI berkata:

    q ska ffx chingu.. kren cnta sgi 4x..hehehe
    ap ge ad jiyeon nd minhox.. jiyeon am minho az y chingu,,>puppy eyes*_^< kkkk…..
    o i y annyeong,,.. q pngunjung ru nieehh……..

  8. Flanism berkata:

    yyeeyyy,,…nmu ff kren yg ad jiyeonx ge hehehe…
    seSUJU am comment yg d ats+nunjuk2atass*
    MINJI y Chingu,, pleasee.. aq ug ska gt alx am couple toghh.. hehehe

  9. saRanghae_HJL berkata:

    MINJI……………..MINJI…………….MINJI…………..MINJI…………………
    MINJI………..MMMMMMMMMMIIIIIIINNNNNNNNJJJJJJJJJIIIIIIII,,,,,,,,,,………..MMINJJIIIIIIII…………

    eegghh v,,ntr onew oppa am sypa yk..?? mza gk ad khusus bwt ksah cntax dy.. hehehe mza adeqx dh pd poex dy mze jomblo..am q az dh oppa.. hehehe mwx…
    chingu q reder bru nehh…

  10. oktaphan berkata:

    Bru bca ff ini di part ini. *blm part yg pertma* tp, hbis ni kubca deh.
    Seru bangeeeeeeet. . Jiyoung-jiyeon-key-minho cinta segi empat. . Tp knpa peranny jing kyakny lmah bget. Pdhal d khdupan real, dy yg pling jarang nangis d kara. Tp gpp deh. Biar lbh kliatan imyuuuuuuuuut.

  11. iineey berkata:

    Lanjutan nya kapan yaaa???

  12. laras berkata:

    lanjuttttttt dong chingu…….>_<

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s