My twins sister

My twins sister

onew,jiyeon,jiyoung fanfic

 

 

Author : kikyuzaraaa

Cast : Lee jinki/onew , Park Jiyeon, Kang Jiyoung, Key, Choi minho, Lee taemin, Kim jonghyun.

Genre : romance

main character

Onew/Jinki

Laki2 yg tampan, merupakan seorang kakak yg sangat bertanggung jwb pada kedua adik kembarnya Jiyeon dan Jiyoung.

Tp Jinki sangat posesiv pd kedua adiknya.

Choi Minho

Cowo kaya raya yg berparas tampan. Sangat terlihat sempurna. Tp dibalik semua kesempurnaanya itu minho mempunyai rahasia yg ia tdk ingin diketahui oleh org lain.

Kim Kibum/Key

Seorang cowo dgn tampilan sederhana tp sangat keren. Key tumbuh dgn belaian kasih sayang dari umma dan neneknya, maka dari itu key sgt lembut dan penuh kasih sayang pada semua orang.

Lee Taemin

Cowo imut yg lugu . Dia sebenarnya sangat perhatian pd org lain, tp sayangnya taemin terlihat manja dan tdk bisa mandiri. Taemin adalah sasaran empuk bulying teman2nya.

Jonghyun

terkenal sbg laki2 yg kasar dan gampang marah.ia sangat pencemburu.

Jiyeon

Adik Jinki, saudara kembar Jiyoung.

Jiyeon seorang gadis cantik namun berani dan jagoan karate disekolahnya.IQ nya diatas rata2 meskipun ia malas belajar. jiyeon cuek pd org lain dan terkesan jutek. Namun dibalik semua itu dia sangat menyayangi adik kembarnya Jiyoung.

Jiyoung

Pendiam ,cantik, dan pintar. Itulah pendapat org tentang jiyoung. Dia bungsu dari 3 bersaudara dan mempunyai kakak kembar.meskipun tdk mempunyai IQ setinggi Jiyeon, dgn kerja kerasnya belajar ia berhasil menyaingi Jiyeon disekolah. Jiyoung sgt perhatian pd org lain, selain itu jiyoung sgt jago dalam bernyanyi.

~~~~~

-jinki pov-

Matahari pagi menerobos celah jendela kamarku, membuat silau dimata sipitku. Aku mengerjapkan mataku yg baru saja terbuka dari tidur malam yg cukup panjang. Dengan malas aku menggerakan tubuhku kekamar mandi.

Selesai mandi, seperti biasa aku bergegas turun untuk sarapan sebelum mengantar kedua adikku kesekolah.

“jiyoung mana??”. Tanyaku pada jiyeon adikku saat tiba diruang makan.

“seperti biasa, sudah berangkat dari subuh. Dia bilang ada buku yg harus dia cari diperpustakaan dan tdk bisa ditunda”. Jawab jiyeon sambil mengoleskan selai pada rotinya.

jiyoung memang berbeda dari jiyeon. Sifat mereka sgt bertolak belakang namun saling melengkapi.jiyoung sangat rajin, sedangkan jiyeon biasa saja tapi kemampuan mereka sama dalam pelajaran disekolah.itulah kelebihan jiyeon, meskipun ia tdk serajin jiyoung, tp dgn kemampuan IQnya yg tinggi kemampuan mereka jd sejajar.

~~~~~

-jiyoung pov-

Aku baru saja mengembalikan buku yg baru kubaca ke tempat semula di lemari buku perpustakaan saat seseorang menutup mataku dgn tangannya.

“tebak siapa??”. Kata suara yg sudah sangat kukenal.

“kau terlambat setengah jam lee taemin!”. Kataku, lalu si pemilik tangan menarik tangannya dari mataku.

“kenapa kau bisa tau ini aku?”. Tanya taemin. Aku berbalik, menatap wajah taemin.

“aku bahkan bisa merasakan kehadiranmu”. Kataku sambil tertawa.

~~~~~

-author pov-

jiyeon dan jiyoung selain satu sekolah, mereka jg satu kelas. Tp mereka tdk duduk sebangku. Jiyeon duduk dgn Key teman satu club karatenya, sementara jiyoung duduk dgn taemin. Org2 yg mengenal mereka merasa heran, jiyoung lebih seperti kembaran taemin daripada kembaran jiyeon. Kemana2 jiyoung selalu bersama taemin, mereka sudah saling kenal sejak duduk dibangku sekolah dasar.

Sementara itu jiyeon terlalu sibuk dgn club karatenya, diwaktu luang ia akan pergi bersama key dan teman club karate lainnya.

“tugas makalah kimia kemarin sudahku nilai, dan makalah terbaik adalah makalah milik Jiyoung”. Kata guru kimia. seluruh isi kelas memberikan tepuk tangannya untuk jiyoung.

“Jiyeon! Mengapa kau tidak mengumpulkan tugas makalah?”. Tanya guru kimia galak pada jiyeon.

Jiyeon yg tadi sdg bercanda dgn key langsung menatap guru kimianya serius.

“mianhae, kemarin aku lupa”. Kata jiyeon sambil menggaruk kepalanya yg tdk gatal.

Sebenarnya jiyeon tdk lupa, karna minggu kemarin jiyoung sudah mengingatkannya tapi jiyeon malas mengerjakannya.

“bolehkah aku mempresentasikan saja makalahku???”. Tanya jiyeon akhirnya. Meskipun ia malas, tp tetap ia tdk mau dicap anak bodoh.

“silakan saja”. Kata guru kimia.

Jiyeon maju kedepan. Mulai menulis apa yg dibutuhkannya untuk presentasi. Setelah itu, dgn lancar jiyeon berbicara didepan kelas.

Semua kelas sebenarnya sudah tau kemampuan jiyeon. Dia memang malas, tp dia jg punya IQ tertinggi diantara mereka. Maka tdk heran kalau jiyeon bisa mempresentasikan tugas kimianya tanpa makalah.

“tugas makalah yg terbaik memang jiyoung, tp dalam hal penyampaian materi jiyeon yg terbaik”. Kata guru kimia setelah jiyeon selesai presentasi.

~~~~~

-jiyeon pov-

Aku kembali ketempat dudukku setelah selesai mempresentasikan tugas kimiaku. Aku melirik sedikit ke arah jiyoung. Bisa kurasakan dia kesal padaku. Sebenarnya tanpa aku harus melirik aku sudah bisa merasa kan apa yg sedang dirasakan hatinya.

Kami memang kembar, tp kami berbeda. Wajah kami tdk mirip seperti layaknya anak kembar. Jiyoung lebih mirip umma sedangkan aku mirip appa. Tp kami tetaplah kembar, kami pernah berada dalam satu rahim bersama. Ada ikatan yg mengikat kami yg bisa kami rasakan. Aku bisa merasakan setiap perubahan emosi dari saudara kembarku, begitu jg sebaliknya jiyoung bisa membaca suasana hatiku. Itulah sebabnya kami sulit berbohong satu sama lain. Bahkan kami bisa saling tahu saudara kembar kami sedang jatuh cinta pada siapa hanya dari suasana hatinya.

“good job friend!”kata key sambil mengacungkan kedua jempol tangannya saat aku baru saja duduk disampingnya.

Aku hanya membalasnya dgn senyuman.

Aku sgt menyukai key. Dialah salah satu laki2 yg kuanggap baik setelah kakak laki2ku. Aku sudah lama tdk percaya pada laki2, karena appaku yg berselingkuh sampai akhirnya bercerai dgn umma. Tp key datang dalam hidupku, kami saling mengenal sejak dibangku SMA. Kami sgt dekat karna kami berada dlm satu club karate yg sama.

Sudah lama aku jatuh cinta pada key. Key sangat penyayang, dia menyayangiku tp hanya selayaknya sahabat. Kadang dia terlihat seperti ummaku, caranya memperlakukanku sangat lembut seperti umma. Itulah mengapa aku menyukainya, karena dia berbeda dari laki2 lainnya.

Tapi aku tahu key hanya menganggapku sbg sahabatnya. key mengaku bahwa ia mencintai adik kembarku jiyoung.

“hey, adikmu itu makin cantik ya. Apa dia sudah punya pacar?”. bisik key padaku. Aku langsung melirik kearah jiyoung yg sdg mengobrol dgn taemin.

“harus berapa kali kubilang, jiyoung itu tdk suka laki2 lain kecuali kakakku. kalau ada yg dia suka selain jinki oppa, tentu saja buku pelajaran”.kataku dgn penekanan pd setiap kata.

“kau tau kan aku sudah lama menyukainya. Apa dia tidak mungkin menyukaiku??”.

Aku mengangkat bahu tanda tak tahu. Padahal jelas aku tahu isi hati jiyoung, sebagai saudara kembarnya ikatan hati kami sgt kuat. Aku tahu jiyoung hanya menganggap key teman biasa. Dan aku jg tahu jiyoung belum pernah jatuh cinta.laki2 yg ada dihatinya saat ini adalah jinki oppa dan tentu saja appa. Aku heran mengapa jiyoung masih mau menganggap si pembohong itu sebagai appanya. Padahal aku dan jinki oppa sudah sgt membencinya. Jiyoung memang aneh, dia bahkan masih sering menghubungi umma yg jelas sudah meninggalkan kami anak2nya untuk menikah dgn laki2 lain.

~~~

-jiyoung pov-

Aku mendapati jiyeon sedang melirik kearahku, lalu ia melengos dan kembali mengobrol dgn teman sebangkunya key. Sejujurnya, aku sgt kesal padanya. Dia selalu bisa melebihiku tanpa usaha keras. Sedangkan aku, untuk bisa menjadi pintar harus belajar mati2an.

“sepulang sekolah kita latihan nyanyi ya”. Kata taemin, mengalihkan perhatianku dari jiyeon.

“mwo?? Untuk apa??”.

“kau lupa ya?guru kesenian menugaskan kita untuk tampil diacara pentas seni sekolah. Aku bertugas mengiringimu bernyanyi dengan piano.”

“oke, tp keperpustakaan dulu ya. Ada yang harus aku cari”. kataku.

Taemin mengangguk setuju.

~~~~~

-jiyeon pov-

“yeonie.. Menurutmu jiyoung senang tdk jika kuundang ke pesta ulang tahunku?”. Tanya key padaku saat kami baru selesai latihan karate.

“hmmp, entahlah”. Jawabku cuek.

“kau harus membantuku. Kau harus membawa jiyoung ke pesta ultahku”.

“yayaya..baiklah”. Jawabku sekenanya.

“nanti kau jg akan kuperkenalkan dgn minho sepupuku. Dia baru pulang dari amrik dan akan melanjutkan sekolahnya disini. Kau pasti akan menyukainya”. Kata key dgn senyum lebar.

Dalam hati aku merasa sebal, karna laki2 yg sangat kuinginkan adalah KEY bukan org lain.

‘deg..’ aku merasakan getaran ketakutan dalam hatiku. Tidak.. Ini bukan aku yg merasakan. Ini jiyoung.. Pasti terjadi sesuatu padanya sampai rasa takutnya sekuat ini.

“key.. Aku harus pergi. Sampai ketemu besok”. Kataku sambil menyambar tasku lalu berlari mencari jiyoung.

Tempat pertama yg kudatangi adalah perpustakaan. Tp aku tdk melihat jiyoung disana.

“kau lihat jiyoung?”. Tanyaku pd salah seorang murid perempuan disana.

“dia dan taemin td menuju ruang musik”. Katanya.

Tanpa pikir panjang aku berlari keruang musik.

~~~~~

-jiyoung pov-

Aku dan taemin baru saja memulai latihan kami. Taemin memainkan pianonya dan aku mulai bernyanyi.

Tiba2 pintu ruang musik terbuka.

Jonghyun, seorang murid yg terkenal kasar masuk ke dalam ruang musik.

“kau..”. Katanya sambil menunjuk kearah taemin. “minggir!”. ia membentak taemin yg duduk dibangku didepan piano .

“kami sedang latihan!”. Kataku agak berteriak walaupun sebenarnya aku takut berhadapan dgn jonghyun.

“sudah kubilang minggir”. Jonghyun mencengkram kerah seragam taemin. Lalu mendorongnya sampai menabrak kursi, taemin meringis kesakitan.

“jangan kasar begitu!”. Kataku berusaha melawan rasa takutku untuk melawan jonghyun. “kalau kau mau latian disini, kau kan bisa bilang baik2”. Aku memberanikan diri menatap mata jonghyun yg saat itu melotot menyeramkan.

“kau gadis cantik. Berani melawanku ya??”. Katanya dgn senyuman menyeramkan. Jonghyun mendekat kearahku, lalu memegang pipiku. Aku berusaha menghindar dgn mundur. Tp dibelakangku hanya tembok. aku sgt ketakutan, aku melirik kearah taemin yg sedang menangis. Taemin benar2 tdk bisa diandalkan untuk menolongku.

“ternyata kau gadis yg penurut ya”. Kata jonghyun. Ia mengusap rambutku, lalu ia mendekatkan bibirnya ke bibirku.

“Lepaskan aku”. Aku memberontak. Tp jonghyun terus berusaha menciumku.

Lalu detik kemudian kudengar suara pintu dibuka.

“JANGAN SENTUH SAUDARA KEMBARKU!!!!!”. Teriak si pendatang baru yang aku tahu adalah jiyeon.

jiyeon menarik jonghyun menjauh dariku. Lalu meninju wajahnya, jonghyun tdk bisa melawan karna ia tahu kemampuan karate jiyeon. Jonghyun berusaha berdiri, lalu lari keluar ruang musik.

“gwaechana??”. Tanya jiyeon, ia mendekat kearahku yg masih meringkuk ketakutan.

“ne”. Jawabku pelan.

“sudahlah, ayo pulang”. jiyeon menggandeng tanganku. Aku bisa merasakan sifat kakak dalam diri jiyeon saat ini.

Aku melirik kearah taemin. Membantu taemin bangun.

“mianhae, aku td tidak menolongmu”. Kata taemin, ia masih menangis. Aku tersenyum lalu membelai rambut taemin lembut . Aku tau taemin jg masih ketakutan.

“kau bisa telpon ibumu untuk menjemputmu skrg?”. Tanyaku.

Taemin mengangguk, lalu menelpon ibunya.

~~~~~

-jiyeon pov-

Aku masih menggandeng tangan jiyoung. masih bisa kurasakan ketakutan dalam diri jiyoung.

“ayo pulang”. Kataku ,taemin sudah pulang dgn ibunya.

jiyoung menggeleng, “aku mau kerumah umma”. Katanya.

“bodoh, buat apa kesana??”. Kataku agak kesal setiap mendengar jiyoung menyebut umma.

“aku kangen umma”. Kata jiyoung seakan mau menangis.

Aku menghela napas kesal, akhirnya menyerah dan mengantar jiyoung yg masih ketakutan ke tempat umma.

Rumah umma memang tdk jauh dari sekolah, tp aku sendiri baru satu kali datang kesana. Itu pun terpaksa karna harus menjemput jiyoung.

Kami sampai dirumah umma. jiyoung langsung masuk kekamar umma dan umma langsung memeluknya.

Aku yg tdk ingin bertemu dgn umma hanya menunggu diluar.

“jiyeon-aa umma ingin bertemu”. Kata jiyoung menyusulku keluar rumah.

“untuk apa??”. Tanyaku ketus.

“umma kangen padamu”.

“tp aku tidak kangen pada umma”. Jawabku tanpa melihat kearah jiyoung.

Lalu jiyoung masuk lg kedalam rumah. Aku bisa mendengar percakapan mereka didalam.

“jiyeon mana?”. Suara umma masih terdengar seperti dulu.

“dia bilang ingin diluar saja. Angin diluar sangat sejuk katanya”. Jiyoung berusaha berbohong untuk membuat hati umma senang. Aku tertawa miris mendengarnya. Untuk apa jiyoung berbohong pd perempuan yg tdk punya hati itu.

“kau mau makan apa sayang??umma akan masakan apapun untukmu”. Aku mendengar suara umma yg penuh kasih sayang pd jiyoung. Entah mengapa air mataku menetes. aku merasa kangen pada hari2ku dulu bersama umma. Bersama umma dan appa yg hidup akur serumah.

Tapi semua sudah berubah sekarang. Appa berselingkuh dan menceraikan umma. Sedangkan umma yg seharusnya mengasuh kami malah menikah dgn laki2 lain yg tidak bisa menerima kehadiran kami. Oleh karna itu umma pergi meninggalkan kami demi suami barunya. Tp dari cerita jiyoung, aku tahu umma kesepian. Suaminya lebih sering berada dikantor ketimbang dirumah. Makanya jiyoung sering datang kemari untuk menemani umma.

~~~~~

-jiyoung pov-

Hari sudah malam saat aku sampai dirumah dgn jiyeon. kami baru berkunjung kerumah umma. Aku dapat merasakan jiyeon masih sedih karna pertemuan dengan umma tadi. Aku tahu dalam lubuk hatinya ia sangat merindukan umma, tp ia selalu berbohong dan menjauh dari umma.

“aku pergi dulu!”. kata jiyeon tanpa melihat kearahku, ia berjalan keluar pintu.

“pergi lagi?? Kmana??”. Tanyaku heran, padahal kami baru sampai rumah.

“jgn cerewet, bilang pada jinki oppa aku latian karate”. Kata jiyeon sambil berlalu pergi.

Aku hanya menghela napas melihat tingkah jiyeon. Ia pasti ingin melampiaskan kesedihannya dengan latian karate.

Aku masuk kedalam kamar. Baru ingin membuka pakaian, saat kudengar pintu kamar diketuk.

“youngie.. Sudah makan??”. suara jinki oppa terdengar dari balik pintu.

“sudah”. Jawabku tanpa membuka pintu.

“mana jiyeon??”. Tanya jinki oppa lagi.

“latian karate”.

“ada masalah???”. Suara jinki oppa terdengar curiga. Jinki oppa memang sgt mengenal kami. Ia tahu jika jiyeon mendadak pergi dimalam hari dgn alasan latihan karate pasti ada yg tdk beres.

aku membuka pintu kamar. jinki oppa berdiri didepan pintu kamarku, memperhatikanku dgn seksama.

“ada masalah???”. Ulangnya lagi.

Aku menceritakan apa yg terjadi padaku hari ini, dari mulai kejadian diruang musik sampai jiyeon dan aku berkunjung ke rumah umma.

“apa perlu kuhajar laki2 bernama kim jonghyun itu??”. Tanya jinki oppa kesal, setelah aku selesai bercerita.

Aku menggelengkan kepala, tanda tdk setuju. “annio, jangan! Jiyeon sudah memberinya pelajaran”. Kataku sebelum jinki oppa benar2 berniat menghajar jonghyun. Jinki oppa yg biasanya penuh dengan kasih sayang jika sedang dalam keadaan kesal bisa berubah menjadi sangat menyeramkan. Apalagi jinki oppa juga sama seperti jiyeon, jago karate.

“kamu ini jgn mau direndahkan laki2! Harus bisa melawan”. jinki oppa mulai memberi nasihat padaku.

“sepertinya kau perlu belajar karate”. Kata jinki oppa akhirnya.

“aku tidak suka kekerasan”. Kataku berkata sejujurnya. Aku memang tdk belajar karate karna aku tdk suka kekerasan.

“hanya untuk melindungi diri sendiri. Apa salahnya??”. Jinki oppa terus membujukku. Tapi aku tetap menolak.

“lalu untuk apa td kau mengunjungi umma??? Dan kenapa harus dgn jiyeon?”. Jinki oppa mengganti topik.

“jiyeon sebenarnya hanya menemaniku, aku td masih sangat ketakutan setelah kejadian diruang musik”. Kataku pelan, takut jinki oppa marah. Jinki oppa sama seperti jiyeon yg sensitiv jika mendengarku menyebut nama umma. Jinki oppa masih tdk bisa memaafkan umma yg meninggalkan kami demi suami barunya.

“dan sekarang jiyeon pergi. Pasti dia merasa tertekan setelah bertemu umma? Iya kan??”. Tanya jinki oppa lg.

aku menggeleng, karena aku tahu alasan jiyeon sebenarnya. “dia hanya sedih karna sifat egoisnya. Sebenarnya dia sangat merindukan umma, tp dia egois tdk mau mengakuinya dan hanya memendam perasaannya sendiri”.

jinki oppa mengalihkan tatapannya dariku. Ia menunduk, lalu berkata pelan “ya sudah kalau begitu. Tidurlah, sudah malam”. lalu jinki oppa berbalik pergi.

“oppa”. Panggilku sebelum jinki oppa masuk kedalam kamarnya yg ada didepan kamarku. “kau jangan egois ya. jika kau kangen umma, ungkapkan saja rasa kangenmu itu dan cobalah untuk memaafkan umma”. Kataku pelan. Jinki oppa tdk berbalik, tp ia menghentikan langkahnya.

“andai aku bisa seperti itu”. Katanya pelan. “tp aku tidak bisa dan tidak mau”. Katanya lagi lalu berjalan masuk kedalam kamarnya dan menutup pintu.

_ToBeContinue_

Dont be silent reader!!

Please leave your comment.

Iklan

5 thoughts on “My twins sister

  1. LoveT-araJiyeon berkata:

    Seru nih critanya
    next chaptr jgn lama2 ya thor ^^

  2. myonewworld berkata:

    oke, ditunggu ya chingu.

  3. widia berkata:

    wuahhh keren bgt nih ceritanya,, jd penasaran sm lanjutannya .. seru bgt deh.. ^^

  4. keiriangel_ berkata:

    Omo~! Jinki!! XD
    Sok keren deh kamu! #plakk

    Btw, Taem.. kok jadi kayak anak mami gitu?! >.< Andwae! Taem harus keren dan harus jadi cowok untuk baby jing! XD
    Jiyeon ntar sama Minho yakk?? 😕
    Key karakternya beda dari yang biasanya.. XD

  5. oktaphan berkata:

    Asli deh peranny taem itu bkin miris. .
    Ehem. . Akhirny bca jg yg part pertma *telat*.
    Iiiiiiish. . Knpa hrus key sih? Key hany untuk cole. . Tp gpp lah, sekali” ganti pemain. .
    Ntu si jinki.-jinki. . . Kyakny seru tuh puny kakak cwok kyak dy. *keinget cerita tmenku bgaimna hubungn dy ma kakakny.*.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s