all about my love part 3

author : kikyuzaraaa

cast : lee jinki (onew),Goo Hara, Choi Minho

genre : romance

declaim “akhirnya aku mutusin untuk ngeganti main cast fanfic ini. semoga kalian suka^^”

 

baca dulu part sebelumnya :

part 1

part 2

*seoul hospital center*

aku menghela napas. Hari pertamaku bekerja sebagai dokter benar2 melelahkan.

Sudah pukul 20.00 . Aku bahkan belum makan malam. Apakah appaku jg bekerja sekeras ini?? Appa, jarang sekali berada dirumah karena sibuk dgn pekerjaanya. Akhirnya aku dapat merasakan apa yang appa rasakan.

Pintu ruanganku terbuka, naomi asistenku masuk.

“dokter Goo, ada pasien yang baru masuk diruang UGD”. Katanya

“baiklah, aku akan segera kesana”. Kataku lalu bangkit dari tempat dudukku.

Aku terkejut saat aku memasuki ruangan UGD banyak wartawan yang datang menunggu didepan kamar UGD.

“pasienmu ini bukan org biasa. Ia salah satu personil boy band shinee”. Bisik naomi ditelingaku. Shinee. Jangan2..

rasa penasarankupun terjawab saat aku melihat sosok Lee Jinki oppa keluar dari kamar UGD. Aku bernapas lega karena tidak terjadi sesuatu pada jinki oppa.

“tenang semuanya, Minho tidak apa2.ia akan segera ditangani dokter”. Katanya pada para wartawan itu.

Aku berusaha menutupi wajahku lalu berjalan masuk menerobos kerumunan itu.

Kulihat didalam ada 4 orang lelaki menggerumuni tempat tidur pasien. Yang 3 masih muda dan yg 1 sudah agak tua. Aku mengenali mereka sebagai member shinee dan manajernya.

Aku mendekati mereka.

“maaf, bisakah kalian keluar. Aku akan menanganinya”. Kataku pada mereka.

Lalu mereka mengangguk dan keluar dari kamar.

Aku memeriksa keadaan pasienku yang bernama Choi Minho ini. Sepertinya ia mengalami cidera pada otot kakinya.

“mereka bilang ia mengalami kecelakaan saat acara fanmeet. Ia terjatuh dari panggung”. Naomi memberitahuku.

“suruh perwakilan mereka menemuiku diruanganku sekarang”. perintahku. naomi mengangguk.

Aku menunggu diruanganku dengan perasaan cemas. Aku takut Jinki oppa yang nantinya akan menemuiku.

Kudengar pintu ruanganku diketuk. Lalu masuk seorang pria paruh baya yang kutau adalah manajer shinee dengan seorang pemuda tampan dibelakangnya. Bukan Jinki oppa. Aku mengela napas, lega.

“perkenalkan aku manajer shinee. Dan dia adalah kim kibum atau key shinee”. Katanya memperkenalkan diri.

“bagaimana keadaan minho?”. Tanya key cemas.

“ia mengalami cidera yang cukup parah pada kaki kanannya. ia harus mendapatkan perawatan intensif dirumah sakit.”. Jelasku.

“jadi ia harus dirawat?berapa lama?”. Tanya sang manajer.

“sekitar 2 minggu. Dan selama kakinya belum benar2 pulih ia dilarang melakukan aktivitas berat”.

“tapii”. Manajer itu terlihat cemas.

“sy mengerti. Tapi kondisinya sangat serius. Jika ia tetap memaksakan melakukan aktivitas berat akan sangat berbahaya bagi kondisi kakinya”.

“baiklah, kau atur saja pengobatannya. Aku akan mengurus jadwalnya agar ia bisa beristirahat sampai benar2 pulih”. Kata sang manajer shinee.

—–

Aku sedang memeriksa keadaan Minho saat ia terbangun dari tidurnya.

“siapa kau?”. Tanyanya pelan.

“aku Goo Hara. Aku dokter yang menanganimu”. Kataku sambil membungkuk memberi salam.

“mana teman2ku?”. Tanyanya. ia mencoba bangkit. Aku mencegahnya.

“jangan banyak bergerak. Cedera kakimu lumayan parah.” kataku. Ia lalu menurut dan tidur ditempatnya lagi. “teman2mu sudah pulang. mereka sangat mencemaskanmu”. Kataku.

“berapa lama aku akan dirawat disini?”

“sekitar 2 minggu”.kataku, lalu ia memperlihatkan ekspresi menolak. “kau akan segera pulang jika kondisimu sudah membaik”.

Ia mengangguk lemah.

“jika bosan kau boleh menyalakan TV. Dan jika kau butuh sesuatu kau tinggal menekan tombol disamping tempat tidurmu, nanti suster akan datang kesini”. Jelasku. ” aku permisi dulu. Ada pasien yg harus kutangani”. kataku, lalu keluar dari kamar.

——

-Minho pov-

sudah 2 hari aku dirawat dirumah sakit karena cedera dilokasi fanmeeting. Keberadaanku saat ini dirahasiakan oleh pihak SM ent, mereka hanya mengatakan bahwa aku sedang beristirahat karena sakit kepada para wartawan. Rasanya membosankan. Para member shinee yg lain sibuk dgn kegiatan promo album terbaru kami. Sedih rasanya tdk bisa ikut mempromosikan album baru kami.

aku menekan tombol disebelah tempat tidurku. Tombol untuk memanggil suster.

beberapa menit kemudian, seorang suster masuk.

“ada yang bisa kubantu?”. Tanyanya ramah.

“suster, aku ingin pergi keluar. Bolehkah?”.

“tentu boleh, biar kuambilkan kursi roda. Tunggu sebentar.”. Katanya lalu keluar kamar.

beberapa saat kemudian aku sudah duduk diatas kursi roda. Rasanya seperti tidak bisa bergerak bebas. apakah begini rasanya menjadi orang cacat?. Aku memutar roda, menuju taman rumah sakit. Namun mataku menangkap sosok dokter muda yg sedang berjalan menuju arahku.dokter Hara.

Ia tersenyum padaku. ” hei, kau mau kemana?”.

“taman”. Kataku seadanya.

“mau kutemani? Aku tau rasanya aneh kan mengendarai kursi roda?”.

Aku hanya diam.

“diam berarti iya!”. Lalu dokter hara mendorong kursi rodaku. Aku tdk menolaknya.

“ramai sekali, bisakah kita lewat jalan yg lebih sepi?”. kataku cemas saat melihat banyak kerumunan org dikoridor RS.

“tenang saja. Tunggu sebentar ya”. Katanya, lalu ia berjalan cepat menuju salah satu ruangan rumah sakit dan keluar dengan masker ditangannya.

“pakai ini”. Katanya sambil menyerahkan masker padaku. Aku menurut.

“susah ya jadi artis, kemana2 takut ketemu fans”. Katanya sambil menggelengkan kepala.

Ditaman rumah sakit suasananya begitu sepi. Hanya ada beberapa orang pasien yg duduk dibangku yg disediakan. Suasana yg amat mendukung bagiku karna aku memang sedang tdk menginginkan keramaian.

Dokter Hara membawaku kesalah satu bangku taman yg Letaknya jauh dari pasien lainnya.

“udaranya segar ya?”. Katanya sambil menghirup napas dalam2 sambil memejamkan mata.

“dokter, kau tau obat untuk menghilangkan rasa bosan?”.

dokter Hara menoleh.

“brp umurmu?kurasa kita sebaya. Jd kau cukup memanggilku Hara”. Katanya sambil tersenyum. Kuakui senyumannya benar2 manis.

“yah, baiklah Hara. Jadi.. Apakah kau punya obat untuk menghilangkan kebosanan?”. Tanyaku lagi.

“apa hobimu??”. Ia malah balik bertanya.

“berolahraga”. Jawabku

“apa olahraga favoritmu?”

“basket. Ahh, knp kau malah mewawancarai aku?”. Tanyaku jengkel.

“aku tau obat untuk menghilangkan kebosananmu”. Katanya, sambil mulai mendorong kursi rodaku.

Ternyata ia membawaku kelapangan basket yg ada dibelakang rumah sakit. Ia mengambil bola, dan mulai mendrible bola.

“ayo main basket”. Katanya sambil melempar bola basketnya padaku. Dengan sigap ak menangkapnya.

“kau gila, apa kau tdk lihat kondisiku.?”. Tanyaku heran.

“aku tidak gila. Kau kan masih bisa melempar bola basket ke ring dari kursi rodamu. kita berlomba mengumpulkan poin”.

-Hara pov-

napasku tersengal2 setelah bermain basket dengan Choi Minho. Kulihat ia juga sama denganku. Skor akhir kami 14-26 . Minho berhasil mengalahkanku.

“kuakui kemampuanmu dlm bermain basket benar2 hebat”. Kataku padanya.

“hahaha, walaupun menggunakan kursi roda kemampuanku tdk berkurang sedikitpun”. Katanya

aku melihat jam ditanganku.

“sudah sore, lebih baik kau kembali kekamarmu. Aku juga harus memeriksa pasienku yg lain”.

“kau punya pasien lain?kupikir pasienmu hanya aku.”. Katanya sambil tersenyum.

Aku mendorong kursi rodanya kembali kekamar.

—–

-Hara pov-

Aku berjalan menuju pertokoan. Hari ini aku ingin membeli beberapa keperluan dapur. Aku melewati toko games. Tiba2 aku punya ide, aku masuk ke dalam toko games tersebut dan membeli sebuah PSP.

*besoknya*

“ini untukku?”. Tanya minho tdk percaya dengan apa yg ada ditangannya, sebuah PSP yg kuhadiahkan untuknya.

Aku mengangguk. “itu obat untuk menghilangkan rasa bosanmu”. Kataku.

Ia tersenyum lebar. Wajah tampannya terlihat menggemaskan.

“gumawo”. Katanya.

Aku menyalakan tv dikamar inap Minho.

“jangan diganti, sbentar lagi shinee tampil”. Katanya ketika aku hendak mengganti chanel.

Dan shinee pun tampil. Mereka membawakan lagu ‘lucifer’ hanya berempat tanpa Minho. Aku melirik ke arah Minho. Ia menatap layar TV dgn tatapan kosong, pikirannya sedang menerawang jauh.

“kau rindu mereka ya?”. Tanyaku pelan.

ia tdk bergeming tatapannya terpaku pada TV.di TV, Aku melihat Jinki oppa sedang diwawancara setelah selesai membawakan lgu.

“Onew-ssi, dimanakah sebenarnya Minho berada saat ini? Kami dengar ia sedang sakit. Apa berita itu benar?”. Tanya pembawa acara .

kulihat Jinki oppa menjawab dengan tenang . “Minho sedang dalam masa pengobatan setelah cidera di fanmeeting kemarin. tapi jangan cemas keadaannya sudah semakin membaik”.

Tiba2 TV dimatikan, Minho merebut remote TV yg tadi aku pegang.

Wajahnya terlihat sedih.

_ToBeContinue_

please leave your comment ^^

Iklan

One thought on “all about my love part 3

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s