the rose flowers

shinee , onew, goo hara , kim so eun, fanfiction

author : kikyuzaraaa

cast : onew/lee jinki,goo hara,kim so eun

genre : sad, romance, angst

– kim so eun pov-

BRUKKKKKK

Seseorang menabrak tubuhku, membuatku jatuh.

“ukh kalau jalan pake mata dong!”. Kataku sambil berusaha kembali berdiri .

Pemuda itu juga terjatuh, tapi ia tidak langsung berdiri sepertiku. Ia justru masih duduk dan menunduk.

“hei, gwaechana?”. Tanyaku pelan sambil menepuk pundak pemuda itu.

Aku menunduk didepan wajahnya, kulihat hidung pemuda itu berdarah.pemuda itu memegang hidungnya,tangannya dipenuhi darah dari hidungnya

tapi ia tetap diam, membuatku bingung harus melakukan apa.

“hidungmu berdarah, berdirilah!”. Kataku pada pemuda itu. Tetap saja tidak ada perubahan, ia tetap diam.

Akhirnya kutarik ia berdiri, sepertinya ia tidak kuat berdiri karna bergitu kutarik tubuhnya langsung limbung. Akhirnya aku memapah tubuhnya dan membantunya berjalan ketoko ku.

Aku mendudukannya dikursi dekat meja kasir. Tokoku memang baru saja tutup karna hari sudah malam.

segera kuambilkan air es untuk mengompres hidung pemuda itu.

“apa ini dampak dari tabrakan tadi?”. Tanyaku sambil memegang kain yang berisi es dihidung pemuda itu.

“kenapa diam saja? Kau tidak bisa bicara ya?”. Kataku kesal pada pemuda yang terus diam itu.

“bolehkah aku meminjam bajumu?”.akhirnya pemuda itu bicara, tapi suaranya terdengar lemah. “bajuku penuh noda darah”.

Aku melihat ke arah kaos yang ia kenakan. Darah dari hidungnya ternyata menetes kekaos yang ia pakai.

“tapi aku hanya punya pakaian wanita”.

Aku memberikan pemuda itu kaosku, kaos yang setidaknya tidak terlalu terlihat girly.

Setelah mengganti pakaiannya, pemuda itu berterima kasih padaku.

“gumawo untuk semuanya”.

“apa kau sudah tidak apa2?”. Tanyaku ragu melihat wajahnya yang masih pucat.

“gwaechana”. Katanya, ia lalu pamit pulang.

“pemuda yang aneh”. Kataku dalam hati sambil mengamati tubuh pemuda itu yang semakin menjauh.

-Goo hara pov-

“oppa!!”. Aku berteriak menyambut kedatangan jinki oppa. Segera aku berlari kearahnya dan memeluknya.

“oppa kemana saja? Kenapa tidak datang ke pesta ulang tahunku tadi?”. Kataku manja dipelukkan namja chinguku ini.

Sebenarnya aku kesal karna ia tidak datang ke pestaku, tapi entah mengapa rasa kesalku tertutupi oleh rasa kangenku padanya karna kami sudah 4 bulan tidak bertemu sejak jinki oppa kuliah dijepang.

Kurasakan ia mengelus rambutku dengan sayang.

“mianhae”. Ia berbisik ditelingaku. “nanti besok kita pergi ya. Aku ingin membayar kesalahanku”.

aku melepaskan pelukanku, menatap wajahnya. Mukanya terlihat lelah dan pucat tapi ia tetap terlihat tampan.

“Oppa kau sakit?”.

“annio”. Katanya mengelak. “aku hanya lelah, pesawatku baru mendarat 2 jam yang lalu”.

“kenapa kau baru sampai sini?”

“dijalan ada sedikit masalah chagi.. ”.

“masalah apa?”. Tanyaku curiga.

“nanti besok saja ya ceritanya, sekarang aku lelah”. Katanya pelan.

“yasudahlah, kau istirahat dikamar yang sudah kusiapkan ya oppa!”. Kataku bersemangat. karena sudah sejak kemarin aku mempersiapkan kamar untuk jinki oppa. Aku tahu ia akan menginap disini, karna rumahnya dikorea sudah dijual sementara keluarganya ikut pindah ke jepang.

“kau tidak bawa koper?”. Tanyaku saat sadar jinki oppa tidak membawa barang apapun.

“tertinggal dibandara”. Katanya, “aku lupa”.

Aku menatapnya curiga, mana mungkin ia bisa lupa pada kopernya.

“oppa, gwaechana?? Kau terlihat aneh malam ini”.

“gwaechana chagiya, aku hanya terlalu lelah”. Katanya.

Aku menyuruhnya istirahat, dan pergi meninggalkan kamarnya. Pikiranku masih diliputi rasa curiga.

“apa yang terjadi padamu oppa?”. Tanyaku dalam hati.

Pagi harinya aku membangunkan jinki oppa, aku membawa sarapan yang kubuatkan khusus untuknya.

“pagi chagiya, sampai kapan kau mau jadi pangeran tidur??”. Kataku berbisik ditelinganya.

Ia ternyata mendengar, kulihat bibirnya menyunggingkan senyuman meskipun matanya masih terpejam.

“aku tidak akan membuka mataku sebelum kau menciumku”. Katanya pelan.

Aku tersenyum mendengarnya.

“kau pikir aku ini putri yang mau membangunkan pangerannya yg tertidur? Apa tidak terbalik?”.

“cium aku chagi, kalau tidak aku akan terus tertidur”. Ia tersenyum saat mengatakannya.

Dengan perlahan aku mengecup pipinya. Lalu ia membuka matanya sambil tersenyum jahil padaku.

“saranghae chagiya”.

“sepertinya ada yg salah dengan kita?”. Kataku sambil menerawang. “kenapa aku yang harus mengecupmu agar kau bangun. Kan itu terbalik, harusnya pangeran yg membangunkan putrinya”.

ia tersenyum lagi, lalu mengelus rambutku.

“kau ini, kita kan harus beda. Biar kreativ”.

jinki oppa mengajakku pergi ke sebuah toko bunga yang hanya menjual mawar merah. Aku heran karna jinki oppa sebelumnya tidak pernah membelikanku bunga.ditoko itu ia membeli banyak sekali bunga mawar merah.

“chagiya, kau tau apa arti dari mawar merah?”. Tanyanya padaku tiba2.

“hmmp, cinta??”. Tebakku.

Ia mengangguk.

“suatu saat nanti, jika aku tidak bisa mengatakan cinta lagi padamu. Datanglah kesini, semua bunga mawar yg ada disini melambangkan cintaku padamu”. Katanya, aku semula berfikir ia hanya bercanda. Tp jinki oppa tidak terlihat bercanda, ia menatap mataku tajam.

“jangan bicara seperti itu,kalau aku rindu padamu aku bisa menyusulmu ke jepang lagipula kau juga sudah janji akan sering kekorea kan?”.

“bukan itu maksudku”. Katanya pelan. “hmmp, pokoknya nanti kalau kau rindu padaku datang kesini ya”.

“tidak mau! Kalau aku rindu padamu, aku akan menelponmu oppa”. Kataku sambil bergelut manja.

“terserah kau deh, tapi ingat kata2ku ya chagi”. Ia mengelus rambutku sambil tersenyum.

Setelah dari toko bunga, aku mengajak jinki oppa ke cafe langgananku. Tapi ia nampak ragu saat memasuki cafe itu. Akhirnya ia mau masuk setelah kupaksa.

-jinki pov-

cafe ini! Cafe yang kemarin..

*flash back*

Sial kepalaku sakit sekali, rasanya seperti mau meledak. Dengan terhuyung2 kulangkahkan kakiku keluar dari bandara. Aku benar2 tidak peduli dengan apapun saat itu, bahkan koperku sengaja kutinggal. Aku sudah terlambat datang ke acara ulang tahun hara.

Dengan sekuat tenaga kulangkahkan kakiku menuju jalan,bermaksud memberhentikan taksi.

Tapi tiba2…

BRUKKKKKK

Aku menabrak seseorang yg berdiri didepanku. kami sama2 terjatuh. Tubuhku terasa semakin lemas, kurasakan sesuatu keluar dari hidungku. Darah!

“ukh kalau jalan pake mata dong!”. wanita yang kutabrak berteriak padaku.

“hei, gwaechana?”. Wanita itu menepuk pundakku dan menunduk didepanku.

Darahku semakin banyak keluar dan kepalaku masih terasa sangat sakit.aku saat itu tidak bisa mengatakan apapun.

“hidungmu berdarah, berdirilah!”. Wanita itu menarik tubuhku dan membawaku masuk kedalam sebuah toko.

“apa ini dampak dari tabrakan tadi?”. Tanyanya sambil memegang kain yang berisi es dihidungku.

“kenapa diam saja? Kau tidak bisa bicara ya?”. Katanya kesal pada pemudaku.

Perlahan kurasakan rasa sakit dikepalaku mulai mereda.

“bolehkah aku meminjam bajumu?”.aku berkata pelan. “bajuku penuh noda darah”. Kataku lagi. Aku tidak mungkin menemui hara dengan kaos penuh darah.

“tapi aku hanya punya pakaian wanita”. Katanya.

Akhirnya ia meminjamkanku kaosnya. Setelah mengganti pakaian aku mengucapkan terima kasih padanya.

“gumawo untuk semuanya”.

“apa kau sudah tidak apa2?”. Tanyanya sambil mengamati wajahku.

“gwaechana”. Katanya, aku lalu pamit pulang.

*flash back end*

Aku bertemu lagi dengan gadis yang semalam menolongku. Ternyata ia adalah pelayan cafe tempat langganan hara.

Ia langsung menyambut kami begitu kami datang.

“tempat biasa ya so eun”. Kata hara padanya. ia tersenyum lalu mengangguk.

“kau mau pesan apa oppa?”. Tanya hara padaku setalah kami duduk.

Pelayan cafe itu menatapku, sepertinya ia sadar siapa aku. Aku memberi tatapan memohon padanya, berharap ia mengerti maksudku dan tidak berkata apapun pada hara.

“chagi, aku kekamar mandi dulu ya”. Kataku, setelah pelayan itu masuk kedalam dapur cafe.

Diam2 tanpa sepengetahuan hara aku memanggil pelayan itu.

“kumohon jangan katakan apapun padanya. Anggap kita tidak pernah bertemu”. Kataku memohon.

“kenapa?”. Tanyanya.

“siapa namamu?”.

“kim so eun”.

“aku tidak bisa jelaskan sekarang so eun, tapi kumohon jangan katakan apapun padanya. Aku tidak mau ia khawatir”.

“baiklah aku mengerti”. Katanya.

-goo hara pov-

Jinki oppa akhirnya muncul, setelah lama sekali ia ditoilet.

“kenapa cemberut begitu?”. Tanyanya sambil tersenyum, aku tahu ia selalu begitu. Tersenyum ketika melihatku cemberut, ia bahkan sangat suka menggodaku.

“lama sekali sih”. Kataku macemberut. “jangan tinggalkan aku lagi oppa. Aku tidak mau sendirian”.

Raut wajah jinki oppa langsung berubah. Hari ini ia benar2 aneh, tadi juga ia mengatakan hal yang aneh saat ditoko bunga2 seakan2 ia akan meninggalkanku. Aku jadi takut kehilangannya.

So eun datang membawakan pesanan kami. wajahnya yang manis tersenyum ramah pada kami.

“oppa, so eun ini temanku. Ia baik sekali padaku. Setiap aku datang kesini dengan wajah sedih, ia pasti akan menghiburku. Ia juga dengan senang hati mendengarkan curhatku”. Kataku pada jinki oppa, membuat wajah so eun memerah.

“so eun, jinki oppa ini namja chinguku. Ia yang sering aku ceritakan padamu”.

“salam kenal so eun”. Jinki oppa menyapa so eun. So eun yang agak pemalu hanya mengangguk dan tersenyum singkat.

“aku sering datang kesini. Kadang hanya untuk ngobrol dengannya”. Kataku lagi.

“gumawo so eun”. Kata jinki oppa. “kau telah menjadi teman yang baik untuk hara”. Katanya lagi.

So eun tersenyum. “annio, hara juga sangat baik padaku”.

“kau kenapa oppa? Wajahmu pucat sekali.” kataku cemas, saat kami baru sampai rumah . Jinki oppa duduk di sofa ruang tamu sambil menunduk, wajahnya terlihat kesakitan.

“oppa, jawab aku!” .kataku lagi karna jinki oppa hanya menunduk dan tidak berkata apa2.

“oppa, gwaechana??”. Tanyaku panik. Jinki oppa terlihat kesakitan, ia menjambak rambutnya seperti orang kesetanan.”oppa!”. Aku menangis memanggil namanya, aku benar2 tidak tahu harus melakukan apa.

“oppa, apa yang harus kulakukan?”. Tangisku semakin menjadi2. “tolong katakan sesuatu oppa, jangan membuatku panik”.

Lalu kulihat jinki oppa menatapku, dengan tangannya yang bergetar ia menghapus air mataku.

“uljima, aku tidak apa2″. Katanya pelan.”hanya sakit kepala biasa”.

“jinja?”. Tanyaku meyakinkan.

“ne”. Ia lalu menarikku dalam pelukannya.aku masih menangis dalam pelukannya, aku benar2 takut terjadi sesuatu padanya. Kurasakan helaan nafasnya yang sesak dan detak jantungnya yg tidak karuan.

“oppa, kita kedokter ya”. Kataku melepaskan pelukannya.

“annio, sudah kubilang aku tidak apa2. Sudah malam chagiya, kau harus tidur”.

“aku tidak akan bisa tidur”.

“aku akan menemanimu”. Katanya sambil membelai rambutku.

Jinki oppa menemaniku dikamar, ia menyanyikan lagu ‘the name i loved’. Lagu yang sering ia nyanyikan untukku. Ia membelai rambutku dengan lembut. Lama2 aku jadi mengantuk dan akhirnya tertidur.

-jinki pov-

Aku terus memandangi wajah hara yang sedang tertidur. Ia benar2 cantik, seperti malaikat.

“hara, kau harus tahu aku sangat menyayangimu”. Bisikku ditelinganya.

Kurasakan air mataku menetes dipipiku, segera aku menghapusnya. Aku tidak boleh terlihat cengeng didepan hara.

Setelah menarik selimut hara sampai menutupi setengah badannya, aku mematikan lampu kamar hara lalu pergi keluar dari kamarnya.

Malam ini aku harus menemui so eun, aku harus mengatakan sesuatu padanya.

Kuambil jaketku dan bungkusan yang berisi kaos milik so eun.

“jinki oppa?”. Tanya so eun bingung saat melihatku kembali datang ke cafenya padahal sudah larut malam.

“aku mau mengembalikan ini”. Kataku sambil menyerahkan bungkusan yg berisi kaos milik so eun.

so eun mengajakku duduk disalah satu bangku yang ada didalam cafe. Saat itu cafe sudah tutup.

“brain cancer stadium akhir!”. Kataku padanya. “aku tidak punya harapan hidup”. Aku berkata lirih. Kulihat so eun menatapku tajam.

“itukah sebabnya kau tidak ingin hara tahu kalau sebelumnya kau pernah datang kesini dalam keadaan hidung berdarah?”.

aku mengangguk pelan sebagai jawaban. “aku tidak ingin hara cemas”.

“kau salah oppa, kau seharusnya jujur padanya”.

“aku tidak ingin hara sedih. Biarlah kesedihan itu ia rasakan nanti, jangan sekarang. Sekarang aku ingin membuat dia bahagia”. Kataku, aku menatap mata so eun . “so eun, maukah kau berjanji untukku?”.

“janji??janji apa?”.

“berjanjilah kau akan menghibur hara nanti jika ia sedih karna aku sudah tidak ada lagi. Aku yakin hara akan datang kesini dan menemuimu saat ia sedih”.

“tanpa kau minta aku akan melakukannya. Hara gadis yg baik, ia sudah kuanggap sahabatku”. Katanya.

“baiklah, aku sekarang bisa tenang”. Kataku sambil mengehela nafas.

“jaga dirimu oppa”. So eun terlihat khawatir . “kau harus bertahan hidup untuk hara!”.

“aku akan berusaha”. Kataku sambil memaksakan senyuman.

-hara pov-

Aku mengetuk pintu kamar jinki oppa, tapi tidak ada jawaban. Jadi kubuka pintunya yang tidak terkunci.

Jinki oppa masih tertidur dibalik selimutnya, padahal hari sudah siang.

Dengan pelan aku membelai rambutnya dan mengecup dahinya.

“pangeran tidurku, bangunlah”. Kataku berbisik ditelinganya.

Tidak ada jawaban, mata jinki oppa tetap terpejam.

aku memeluknya, menaruh kepalaku didadanya. Sambil tersenyum aku memperhatikan wajahnya yang sedang tertidur seperti bayi.

‘DEG’ aku baru sadar akan sesuatu. aku tidak dapat mendengar detak jantung jinki oppa meskipun telingaku berada tepat didadanya.

“oppa..”. Aku mengguncang tubuh jinki oppa. “oppa!”. Aku mulai berteriak panik.

“oppa.. Bangun.. Kumohon jangan bercanda”. Aku menangis terisak.

“oppa!!!!”. Aku menarik tangannya. Ia sama sekali tidak bereaksi.

Saat itu mataku menangkap sebuah kertas disamping tubuh jinki oppa. Aku mengambil kertas itu.

Dear Haraku tersayang

Maaf aku tidak bisa selalu menemanimu. Aku tidak kuat untuk bertahan. Kuharap kau mau memaafkanku.

Aku sayang padamu hara.

Lee jinki

Aku semakin terisak membaca surat dari jinki oppa.

“pangeranku telah tertidur untuk selamanya”.

Aku melangkahkan kakiku menuju toko bunga mawar tempat dimana dulu jinki oppa membelikanku bunga.

Disana aku melihat banyak sekali bunga mawar. aku tersenyum, sambil mengambil setangkai bunga lalu menciumnya.

“terima kasih untuk cintamu oppa”. Bisikku pada bunga mawar itu. Bunga mawar yg menjadi lambang cinta jinki oppa padaku.

hari2ku mulai berjalan seperti biasa sejak kepergian jinki oppa. terkadang aku merasa sedih jika teringat padanya. Tapi sekarang aku bisa mengatasi kesedihan itu. Kadang aku pergi ke cafe, So eun selalu menghiburku, ia bilang jinki oppa akan selalu ada dihatiku dan selamanya mencintaiku . aku juga rutin membeli bunga mawar setiap harinya, entah mengapa aku merasa bunga mawar benar2 mewakili jinki oppa mengatakan “saranghae chagiya” padaku.

end

dont be silent reader!!!

please leave your comment.

Iklan

9 thoughts on “the rose flowers

  1. […] ini adalah after story dari the rose flowers .sebelum baca ff ini, aku saranin baca cerita the rose flowers dulu. Happy reading ^^ -goo hara […]

  2. MinHara.IS.Love berkata:

    OnRa..?? Kamu suka OnRa juga???
    Yahhh… Onew metong, Hara jdi janda deh *plak
    Nice fic.. Tpi kurang sedih nihh.. *plak
    hehehehhehe…
    Share more Hara ficcys yah~

  3. myonewworld berkata:

    hara biased ya chingu?
    gumawo ya udah baca n komen.
    haha..
    feelnya kurang dapet ya?
    hhmp

  4. cla95 berkata:

    OHMYGOOOOOOOD TARIK NAFAAAAAAAAAAAAS KELUARKAN… TARIK NAFAS KELUARKAN.. TARIK NAFAS KELUARKAAAAN… Onra ohmygoodddd i love it so damn much, dear *well idk what your name are..* aku gak bisa ngomong apa apa selain this one is really really touchfull.. Aku gak tahu kalau ada yang nulis Onew Hara slain aku #apadeh.. Sumpah ini touch banget.. Aku yakin ini pasti angsty secara darah gtu di scene Awal aduh kamu pinter bgt mengudek ngudek hatiku dan bkn geer pas adegan Onew minta dicium supaya bangun.. Dapet banget yatuhan sesuatu banget.. Aku pikir yg cocok angsty tuh bukan OnRa tapi demi tuhan fic ini bikin aku merubah pikiranku Onra juga cocok abis dibikinin fic kayak gtu. Kamu hebat bener bener hebat #smoga gakepotongkomennya. Share more yaaa dear

  5. myonewworld berkata:

    kommennya ga kepotong kok chingu 🙂
    gumawo udah mampir.
    btw jangan lupa baca sequelnya ya.
    #plak

  6. _biepearl berkata:

    Onnie suka OnRa yah ?
    Ga tahu mau komen apa soalnya ini broken , ya tuhan brokennn,broken! #plakkk
    Hara kasian banget ditinggal sama Onew , jarang-jarang ada FF ShinRa support cast nya So Eun atau Jiyeon yang kayak eonni buat , biasanya pasti anak” fx atau snsd . hehehe
    nice one <333

  7. Tiya Hazlee berkata:

    thanks ya…walaupun sad ending….ia tetap best…

  8. mithaondubu berkata:

    Aigoo sedihnya baca ff ini T.T

  9. Cicicipta berkata:

    Huaaaaaa sedih!!! YaAmpuuun jinkiiii kenapa lu ninggalin hara? Kenapa? Kenapa? Kenapaaaa??? :((( eh ada sequel-nya ya? Langsung deh lompat ke sequelnya hihihi 🙂 btw daebak banget ff-nyaaa share more 😉

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s